Cara Mengatasi Perut Kembung Pada Anak, Bikin Perut Lega Kembali!

Cara Mengatasi Perut Kembung Pada Anak 

Perut kembung pada anak-anak kerap membuat mereka jadi lebih rewel. Pasalnya, kembung menjadi suatu kondisi yang sangat tidak nyaman untuk dirasakan, tidak terkecuali ketika dialami oleh anak. 

Meski bisa dialami oleh setiap usia, namun penyebab perut kembung pada anak bisa bermacam-macam. Oleh karenanya, artikel berikut akan membahas mengenai hal tersebut beserta cara mengatasi perut kembung pada anak. 

Yuk, simak selengkapnya di bawah ini! 

Penyebab Perut Kembung pada Anak 

Perut kembung adalah kondisi perut ketika mengalami penumpukan gas sehingga menyebabkan rasa tidak nyaman bagi penderitanya. Dilansir dari laman Siloam Hospitals, kondisi ini dikarenakan jumlah udara yang masuk ke sistem pencernaan ketika makan relatif banyak. 

Normalnya, aktivitas seperti makan, minum, atau menelan air memang menyebabkan sedikit udara masuk ke tubuh. Nah, apabila jumlah udara yang masuk berlebihan maka dapat menyebabkan perut kembung. 

Selain penyebab tersebut, ada beberapa faktor lain yang juga menyebabkan perut kembung pada anak-anak. Nah, berikut ini contoh-contoh penyebabnya. 

Banyak Menelan Udara 

Seperti telah disebutkan, menelan udara ketika makan memang jadi salah satu faktor perut kembung, tidak terkecuali pada anak-anak. Kondisi ini umumnya dikarenakan makan sambil bermain, menonton televisi, dan berlari dalam ruangan. 

Mengunyah Makanan Terlalu Cepat 

Penyebab perut kembung pada anak selanjutnya adalah mengunyah makanan terlalu cepat. Kondisi ini dikarenakan semakin cepat anak mengunyah makanan maka akan semakin banyak udara yang masuk ke lambung.

Mengonsumsi Makanan Tinggi Karbohidrat dan Serat 

Karbohidrat dan serat termasuk nutrisi yang penting bagi tubuh. Tapi, mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat dan serat juga dapat menimbulkan perut kembung. 

Alasannya, jenis makanan ini bisa memicu kelebihan serat, intoleransi gluten, dan intoleransi laktosa. Kondisi seperti ini apabila terjadi pada sistem pencernaan tubuh akan menyebabkan perut kembung, tidak terkecuali pada anak-anak. 

Nah, adapun jenis makanan yang tinggi karbohidrat dan serat antara lain kubis, lobak, brokoli, kembang kol, bawang, dan kacang-kacangan. Berbagai jenis makanan tersebut aman dikonsumsi dalam porsi normal, tapi berisiko apabila berlebihan. 

Oleh karenanya, mengonsumsi makanan tersebut secara berlebihan dapat menjadi penyebab perut kembung pada anak. 

Mengonsumsi Terlalu Banyak Minuman Bersoda 

Seperti kamu ketahui, minuman bersoda adalah air yang diberi gas karbondioksida sehingga timbul gelembung. Nah, mengonsumsi minuman jenis ini bisa memicu perut kembung. Pasalnya, gelembung-gelembung gas dalam minuman bisa masuk ke pencernaan. 

Akibatnya, sistem pencernaan mengalami banyak tumpukan gas. Kondisi ini apabila terus dibiarkan akan menyebabkan perut kembung. Apalagi jika konsumsi yang dilakukan dalam jumlah yang banyak. 

Memiliki Masalah Kesehatan Tertentu 

Masalah kesehatan tertentu, seperti maag, sembelit, sindrom iritasi usus besar (IBS), intoleransi laktosa, dan penyakit Crohn bisa menjadi penyebab perut kembung pada anak. Kondisi ini dipicu lokasi penyakit berada di saluran pencernaan. 

Hasilnya, sistem pencernaan, misalnya lambung sangat berisiko mengalami penumpukan gas. Akibatnya, anak-anak bisa mengalami kembung di perut. 

Itulah beberapa penyebab perut kembung pada anak yang kerap terjadi. Kamu bisa memastikan anak tidak mengalami berbagai kondisi tersebut agar terhindar dari perut kembung. 

Cara Mengatasi Perut Kembung pada Anak 1 Tahun 

cara mengatasi perut kembung pada anak

Apabila anak sudah terlanjur mengalami perut kembung, kamu bisa melakukan beberapa cara untuk mengatasinya. Dilansir dari berbagai sumber, berikut adalah cara-cara mengatasi perut kembung pada anak yang bisa kamu lakukan. 

Hindari Memberikan Makanan dan Minuman Pemicu Kembung

Uraian sebelumnya telah menyebutkan beberapa jenis makanan penyebab perut kembung pada anak, antara lain makanan tinggi karbohidrat dan serat. Selain itu, juga minuman bersoda. 

Menghindari memberikan berbagai makanan tersebut jadi salah satu cara mengatasi perut kembung, termasuk mencegahnya. Pasalnya, kondisi pencernaan akan lebih stabil, sehingga tidak terjadi penumpukan gas yang dapat memicu perut kembung. 

Membiasakan Anak Mengunyah Secara Perlahan 

Mengunyah dengan cepat adalah salah satu penyebab perut kembung. Kondisi ini bisa diatasi dengan cara membiasakan anak mengunyah secara perlahan. 

Kamu bisa mendukungnya dengan mengondisikan agar anak duduk tenang ketika makan. Selain itu, kamu juga perlu memperhatikan bahwa makanan yang dikunyah telah benar-benar lumat hingga bisa ditelan. 

Cara tersebut akan mencegah banyak udara untuk masuk dalam pencernaan anak. Hasilnya, sistem pencernaannya tidak menampung banyak udara yang menyebabkan perut jadi kembung. 

Memberikan Air Putih 

Selanjutnya, cara mengatasi perut kembung adalah dengan memberikan air putih. Cara ini memang tidak secara langsung dapat mengurangi keluhan perut kembung, tapi dapat mencegah sembelit yang dapat memicu perut kembung. 

Oleh karenanya, kamu perlu memberikan air putih secara rutin untuk mencegah anak dari terjadinya tumpukan gas di dalam perut. 

Mengompres dengan Air Hangat 

Tidak hanya air putih, air hangat juga bisa membantu mengatasi perut kembung. Caranya dengan mengompres pada bagian perut. Saat melakukan tindakan ini, kamu bisa mengiringinya dengan gerakan memijat perut dengan perlahan. 

Gerakan memijat-mijat perut dengan pelan harus diiringi dengan menepuk punggung. Tujuannya agar tumpukan gas dalam perut bisa keluar, baik melalui sendawa di mulut maupun gas saat kentut. 

Menggerakkan Kaki Perlahan 

Setelah menepuk punggung, kamu juga bisa menggerakkan kaki perlahan. Tindakan ini umumnya dilakukan sebagai cara mengatasi perut kembung pada anak 1 tahun. Adapun caranya adalah menggerakkan kaki seperti sedang mengayuh sepeda. 

Dilansir dari laman Siloam Hospitals, ketika akan melakukan cara ini maka anak sebaiknya dalam posisi terlentang. Selanjutnya, gerakkan kedua kakinya secara bergantian dan sesekali agak sedikit ditekan. 

Melakukan tindakan tersebut dapat membantu anak mengeluarkan gas yang ada di perut. Bahkan, cara seperti ini dinilai yang paling efektif untuk dilakukan, terutama untuk anak-anak usia satu tahun. 

Mengusap Punggung dan Perut Bayi 

Apabila menggerakkan kaki tidaklah cukup maka kamu bisa mencoba cara mengusap punggung dan perut bayi. Caranya dengan meletakkan bayi pada posisi telungkup atau perut menghadap ke bawah, lalu usap punggung secara perlahan untuk membantu mengeluarkan gas. 

Perut bayi juga bisa diusap-usap secara lembut dengan gerakan memutar, baik searah maupun berlawanan jarum jam. Kamu bisa melakukannya dengan menambahkan minyak khusus bayi agar memberikan rasa hangat. 

Memosisikan Kepala Bayi Lebih Tinggi saat Tidur 

Cara mengatasi perut kembung pada anak selanjutnya adalah dengan mengatur posisi tidur. Sebaiknya, posisi kepala bayi lebih tinggi daripada badan. Cara ini akan memberikan tekanan pada perut, sehingga gas dapat keluar melalui saluran cerna bagian bawah. 

Tummy Time 

Aktivitas latihan tengkurap pada bayi ini bertujuan untuk meningkatkan kekuatan otot. Tapi, ada manfaat lain dari melakukan aktivitas ini, yaitu bisa untuk mengatasi perut kembung. Alasannya, saat bayi bergerak aktif ketika tengkurap maka akan membantu mengeluarkan gas dari dalam perut. 

Baca Juga:

Nah, itulah beberapa cara agar perut anak tidak kembung. Selain melakukan cara-cara tersebut, kamu juga bisa membantunya dengan Minyak Waji. Minyak balur multifungsi ini dibuat dari 10+ Botanical Essences yang punya banyak manfaat. 

Salah satu manfaat Waji adalah dapat membantu meredakan perut kembung. Sebab, terdapat kandungan minyak kayu putih dan minyak adas. Keduanya memiliki senyawa yang bisa melegakan pencernaan dengan cara mengoleskannya. 

Share:

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

On Key

Related Posts

sabun batang antibakteri
Tips Waji

Sabun Batang Antibakteri: Pengertian, Manfaat, dan Rekomendasinya

Sabun batang antibakteri telah menjadi pilihan bagi banyak orang, terutama mereka yang ingin menjaga kebersihan dan merawat kesehatan kulit. Pasalnya, bakteri sering menjadi penyebab masalah kesehatan tertentu.  Salah satu masalah kesehatan yang kerap disebabkan oleh

sabun untuk penyakit scabies
Gatal Gatal

Sabun untuk Penyakit Scabies, Pilih yang Seperti Ini Saja

Sabun sering dipilih oleh para penderita scabies untuk membantu menyembuhkan gejalanya. Sebab, selain mengonsumsi obat rekomendasi dokter, sabun dinilai efektif untuk membantu mengatasi gatal pada kulit akibat scabies.  Meski demikian, kamu juga harus tahu bahwa

titik bekam asam lambung
Tips Waji

Letak Titik Bekam Asam Lambung dan Titik Pijat yang Pas

Mengetahui titik bekam asam lambung yang benar bisa menjadi salah satu solusi untuk penderita asam lambung guna meredakan masalah lambung. Mengandalkan bekam untuk asam lambung memang dipilih sebagian orang, dibandingkan meminum obat atau metode pengobatan

Cara Mengatasi Perut Kembung Pada Anak 
Tidak Enak Badan

Cara Mengatasi Perut Kembung Pada Anak, Bikin Perut Lega Kembali!

Perut kembung pada anak-anak kerap membuat mereka jadi lebih rewel. Pasalnya, kembung menjadi suatu kondisi yang sangat tidak nyaman untuk dirasakan, tidak terkecuali ketika dialami oleh anak.  Meski bisa dialami oleh setiap usia, namun penyebab

biang keringat tidak kunjung sembuh
Gatal Gatal

Biang Keringat Tak Kunjung Sembuh? Coba Lakukan Beberapa Tips Ini

Biang keringat (miliaria) adalah kelainan kulit yang disebabkan adanya sumbatan pada saluran kelenjar keringat atau kelenjar ekrin. Umumnya, kondisi ini ditandai dengan ruam kecil kemerahan yang disertai rasa gatal dan perih pada kulit.  Setiap orang

kenapa scabies tidak sembuh sembuh
Gatal Gatal

Kenapa Scabies Tidak Sembuh Sembuh? Ternyata Bisa Dari Hal Ini

Scabies (kudis) adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh tungau parasit yang dikenal sebagai Sarcoptes scabiei. Meskipun jenis penyakit ini biasanya dapat diobati dengan cepat, tapi tidak jarang pula kondisinya tidak sembuh-sembuh seperti yang diharapkan. Hal