logo terbaru wajiofficial

Tungau adalah salah satu jenis hewan mikroskopis (sangat kecil) yang hidup di lingkungan, seperti tempat tidur, bantal, dan perabotan rumah tangga. Umumnya, hewan ini sangat mudah ditemukan di tempat-tempat yang lembap. 

Beberapa orang ternyata pernah mengalami gigitan tungau, baik anak-anak maupun orang dewasa. Apabila kamu adalah salah satunya maka kamu harus ketahui bahaya, gejala, dan cara mengobatinya. 

Artikel berikut akan membahas mengenai hal tersebut. Oleh karena itu, kamu harus simak selengkapnya di bawah ini! 

Apa itu Gigitan Tungau? 

Gigitan oleh hewan tungau sering kali tidak terlihat oleh mata manusia karena ukurannya yang sangat kecil. Akan tetapi, dampaknya dapat dirasakan oleh beberapa orang yang memiliki kepekaan terhadap zat-zat tertentu yang dikeluarkan oleh tungau.

Bahkan, bagi beberapa orang dapat menyebabkan reaksi alergi, iritasi kulit, dan masalah pernapasan. Seperti menurut laman Halodoc, beberapa gangguan kesehatan akibat gigitan hewan mikroskopis ini dapat memicu gangguan kesehatan. 

Adapun bentuk gangguan kesehatannya, seperti infeksi kulit, gangguan tidur, hingga asma. Selain itu, juga bisa menimbulkan benjolan ruam kulit merah, gatal luar biasa, atau bekas jaringan di bawah kulit. 

Meski menimbulkan berbagai reaksi tersebut, digigit tungau bukanlah suatu hal yang sangat membahayakan. Pasalnya bisa disembuhkan melalui berbagai cara dan bukan suatu penyakit yang menular. 

Oleh karenanya, apabila anak-anak atau kamu mengalaminya maka tidak perlu khawatir. 

Gejala Tubuh Digigit Tungau 

apa itu gigitan tungau

Menurut Healthline, tungau sebelum menggigit mangsanya biasanya telah menempel pada pakaian terlebih dahulu. Kondisi ini terjadi sebelum berpindah ke kulit dan menggigit bagian tubuh tertentu. 

Adapun tubuh yang sering digigit tungau sebagai berikut. 

  • kaki bagian bawah 
  • pergelangan kaki 
  • lutut bagian belakang 
  • ketiak 
  • lingkar pinggang 
  • paha 

Itulah beberapa anggota badan yang sering menjadi sasaran gigitan. Lalu, apa yang terjadi setelah tungau menggigit bagian-bagian tersebut? Masih dalam laman Healthline, disebutkan bahwa contoh dan ciri-ciri gigitan tungau sebagai berikut. 

1. Iritasi dan Gatal 

Gejala yang pertama adalah kulit mengalami iritasi dan gatal-gatal. Hal ini dikarenakan pelepasan zat alergen yang dapat terjadi di berbagai bagian tubuh. Selain itu, sensasi gatal juga terjadi akibat pelepasan histamin oleh tubuh sebagai respons terhadap zat alergen.

Kondisi tersebut ditandai dengan bentuk ruam kecil berwarna merah muda. Ruam akan semakin parah biasanya pada malam hari. Adapun setiap orang bisa mengalaminya. 

2. Bengkak dan Kemerahan 

Gejala selanjutnya adalah reaksi alergi yang ditunjukkan dengan bengkak dan kemerahan di sekitar area gigitan. Kemerahan pada kulit juga merupakan indikator dari respons inflamasi yang terjadi akibat pelepasan mediator inflamasi oleh sel-sel imun tubuh. 

Oleh karenanya, gejala ini tidak boleh disepelekan karena dapat memengaruhi kondisi lainnya apabila terus dibiarkan. 

3. Benjolan dan Bintik Merah 

Gejala lainnya dari digigit tungau adalah munculnya benjolan dan bintik merah pada area kulit yang terkena gigitan. Hal ini dikarenakan munculnya reaksi alergi yang dialami kulit. Akibatnya memicu seseorang untuk kemudian menggaruk bagian tersebut. 

Padahal, kebiasaan menggaruk bagian yang gatal, terutama akibat digigit tungau justru akan semakin memperburuk keadaan. Sebabnya peradangan yang terjadi pada kulit akan semakin parah. 

Cara Mengobati Bekas Digigit Tungau 

Meskipun bukan suatu keadaan yang sangat membahayakan, akan tetapi gigitan oleh tungau harus mendapat penanganan yang tepat. Tujuannya agar tidak menimbulkan bekas di kulit. 

Lalu, bagaimana cara mengobati bekas digigit tungau? Berikut beberapa cara yang bisa kamu coba dilansir dari banyak sumber. 

1. Membersihkan Bekas Gigitan 

Setelah mengalami gigitan, langkah pertama yang sebaiknya diambil adalah segera membersihkannya dengan menggunakan air yang mengalir dan sabun antiseptik. 

Proses pembersihan ini memiliki tujuan ganda, yaitu untuk menghilangkan kotoran yang mungkin masuk ke dalam luka akibat gigitan dan juga untuk mencegah infeksi. 

Air yang mengalir membantu membersihkan area gigitan secara menyeluruh, sementara sabun antiseptik berperan dalam membunuh bakteri dan mikroorganisme yang dapat menyebabkan infeksi.

Kamu juga penting untuk memastikan bahwa tangan bersih sebelum menyentuh bekas gigitan guna mencegah penyebaran bakteri. 

Setelah membersihkan area tersebut, penggunaan salep atau krim antiseptik juga dapat membantu meminimalkan risiko infeksi dan mempercepat proses penyembuhan.

2. Hindari Menggaruk Area Gigitan 

Untuk menjaga kesehatan dan mencegah kemungkinan komplikasi, sangat penting untuk menghindari kebiasaan menggaruk bekas gigitan. Meskipun rasa gatal yang timbul akibat gigitan dapat menjadi sangat mengganggu, menggaruk dapat membuka luka, meningkatkan risiko infeksi, dan memperparah iritasi kulit. 

Kulit yang tergores akibat menggaruk juga dapat menjadi pintu masuk bagi bakteri dan kuman lainnya. Lebih lanjut, menggaruk dapat menyebabkan peradangan yang lebih intens dan meningkatkan risiko terjadinya bekas luka permanen. 

Sebagai alternatif, gunakan metode lain untuk meredakan rasa gatal, seperti mengompres bekas gigitan dengan kain yang dicelupkan dalam air dingin atau mengoleskan salep anti-gatal. 

Jika rasa gatal terus berlanjut, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan saran lebih lanjut mengenai cara mengatasi gigitan tanpa membahayakan kesehatan kulit.

3. Mengoleskan Krim Gatal atau Antihistamin 

Meredakan gatal akibat gigitan serangga dapat dilakukan dengan mengaplikasikan krim antigatal dan mengonsumsi antihistamin. Umumnya, keadaan ini dapat mengalami perbaikan dalam beberapa hari.

4. Membersihkan Lingkungan Tempat Tinggal 

Memastikan lingkungan yang bebas dari tungau dan mencegah kembali terjadinya gigitan, sangat penting untuk melakukan langkah-langkah pembersihan yang menyeluruh. 

Kamu harus memastikan untuk segera membersihkan barang-barang yang berpotensi menyimpan tungau, seperti kasur, sprei, selimut, dan bantal, dengan menggunakan penyedot debu bertenaga kuat. 

Penyedot debu ini efektif menghilangkan tungau dan partikel debu lainnya dari permukaan barang-barang tersebut. Selain itu, seprei dan sarung bantal sebaiknya dicuci dengan air panas, karena suhu tinggi dapat membantu membunuh tungau dan menghilangkan residu alergen. 

Setelah dicuci, sprei dan sarung bantal dapat dijemur di bawah sinar matahari, yang memiliki efek alami sebagai desinfektan alami serta membantu mengeringkan barang-barang tersebut. 

5. Berkonsultasi dengan Dokter 

Apabila bekas gigitan menunjukkan tanda-tanda infeksi, iritasi, atau reaksi alergi yang mengkhawatirkan, sangat disarankan untuk segera menjalani pemeriksaan medis di rumah sakit terdekat. 

Tanda infeksi, seperti kemerahan yang intens, pembengkakan yang tidak mereda, atau keluarnya cairan berwarna, bisa menjadi indikasi bahwa perlu tindakan medis lebih lanjut. 

Selain itu, jika terdapat gejala iritasi atau reaksi alergi seperti gatal yang tidak tertahankan, perubahan warna kulit, atau sesak napas, segera mencari bantuan medis adalah tindakan yang bijak. 

Pemeriksaan di rumah sakit akan membantu menentukan diagnosis yang tepat dan memberikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan setiap penderitanya.

Baca Juga Artikel Lainnya Tentang Gigitan Kamitetep.

Minyak Waji untuk Meredakan Gatal-Gatal 

Selain melakukan berbagai cara seperti yang telah disebutkan, kamu juga bisa menggunakan Minyak Balur Waji untuk membantu meredakan gatal-gatal. Sebab, Minyak Waji dibuat dari 10+ Botanical Essences. 

Berbagai kandungan minyak esensial dalam Waji mengandung sifat antibakteri, antijamur, antiinflamasi, dan antiseptik. Sifat-sifat ini salah satu fungsinya adalah membantu meredakan sekaligus mencegah gatal akibat gigitan serangga. 

Oleh karena itu, mengoleskan Minyak Waji pada area bekas gigitan tungau secara rutin akan membantu meredakan sekaligus mengobati bekas gigitan. 

Yuk, Sedulur dapatkan Minyak Balur Waji sekarang juga melalui website resminya di www.wajiofficial.id! 


Umi Amanah

Research Assistant, Content and Script Writer di Erdigma Indonesia. Specialist in Health, Lifestyle, and Parenting Knowledge Based On Journal From Health Expert

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *