logo terbaru wajiofficial

Olahraga sering dihindari oleh banyak orang ketika masuk bulan Ramadan. Alasannya, olahraga dinilai sebagai aktivitas yang berat. Sementara itu, puasa menjadi faktor beberapa orang merasa lemas. 

Padahal, banyak aktivitas olahraga yang justru mendukung kebugaran tubuh selama berpuasa. Kamu hanya perlu mengetahui jenisnya dan waktu terbaik olahraga saat puasa.

Mengetahui hal tersebut membuatmu tidak perlu menjadikan ibadah puasa sebagai penghalang berolahraga, bahkan sebaliknya. 

Manfaat Olahraga saat Puasa 

manfaat olahraga saat puasa

Alih-alih membuat lelah dan lemas, olahraga saat puasa justru memberikan banyak manfaat. Salah satunya adalah kebugaran tubuh selama menjalankan ibadah puasa. 

Seperti dijelaskan dr. Wahyu Sita Wardani, Sp.KFR., M.Ked. Klin. dalam laman RSUD dr. Iskak Tulungagung, puasa bukanlah penghalang untuk berolahraga. Justru olahraga saat puasa membantu tubuh tetap bugar, selama dilakukan dengan waktu dan jenis yang tepat. 

Adapun yang dimaksud dr. Sita selaku Dokter Kesehatan Fisik dan Rehabilitasi, jenis olahraga yang tepat dilakukan saat puasa adalah yang memiliki intensitas ringan atau sedang. 

Bentuk aktivitas yang bisa kamu lakukan, seperti jogging, jalan kaki, jalan cepat, bersepeda ringan, dan aerobik ringan. Beberapa aktivitas ini dinilai ringan untuk dilakukan, terutama ketika kamu sedang menjalani ibadah puasa. 

Perlu kamu ketahui, ada beberapa jenis olahraga yang umumnya dilakukan berdasarkan intensitasnya seperti berikut. 

  • Intensitas ringan, yaitu olahraga yang dalam aktivitasnya masih bisa dilakukan dengan bernyanyi. 
  • Intensitas sedang, yaitu olahraga yang ketika melakukan aktivitasnya maka kamu masih bisa berbicara atau mengobrol. 
  • Intensitas berat, yaitu olahraga dengan aktivitas cukup berat, sehingga dalam melakukannya tidak sempat untuk sambil berbicara. 

Itu beberapa jenis olahraga berdasarkan intensitasnya yang bisa kamu lakukan. Tapi, kamu harus ingat bahwa saat puasa hanya olahraga dengan intensitas ringan dan sedang yang bisa dilakukan. 

Waktu Terbaik Olahraga Saat Puasa 

waktu terbaik olahraga saat puasa

Lalu, kapan waktu yang tepat untuk berolahraga ketika sedang menjalani ibadah puasa? Menurut Wahyu Sita, selain melakukan berdasarkan intensitasnya, pertimbangan waktu yang tepat juga menjadi faktor olahraga aman sebagai kegiatan saat puasa Ramadan. 

Adapun waktu terbaik olahraga saat puasa menurut dr. Wahyu Sita, yaitu sebelum sahur, sebelum berbuka, setelah berbuka, atau sebelum tidur. Menurutnya, itu adalah prime time untuk melakukan aktivitas olahraga. 

Meski demikian, kamu juga harus tahu durasi yang disarankan untuk berolahraga. Pasalnya lamanya seseorang melakukan aktivitas fisik akan sangat memengaruhi kondisi fisik mereka. 

Oleh karenanya, kamu bisa melakukan aktivitas olahraga sesuai durasi yang direkomendasikan, yaitu selama 20–30 menit

Olahraga Sebelum Sahur 

Olahraga pagi saat puasa menjadi aktivitas fisik yang direkomendasikan. Selain itu, juga menjadi waktu terbaik olahraga saat puasa. 

Aktivitas ini umumnya dilakukan oleh kamu yang suka bangun lebih awal sebelum waktu sahur. Dengan catatan memang diniatkan untuk melakukan olahraga. 

Selain bisa mengisi waktu untuk menunggu waktu sahur, aktivitas ini juga sangat bermanfaat untuk kebugaran tubuh. 

Sebab, tubuh menjadi lebih fresh, sehingga sangat mendukung untuk ibadah salah subuh, bahkan melakukan aktivitas lainnya dari pagi hingga sore. 

Olahraga Sebelum Berbuka Puasa 

Dilansir dari laman Universitas Negeri Surabaya, olahraga yang dilakukan sebelum berbuka puasa tergolong yang dianjurkan.

Seperti diungkapkan Kunjung Ashadi selaku Dosen Fakultas Ilmu Olahraga (FIO), aktivitas fisik yang satu ini bisa dilakukan sesuai waktu yang direkomendasikan.

Adapun waktunya sekitar satu jam sebelum berbuka. Alasannya, rekomendasi ini berdasarkan estimasi ketika kamu selesai olahraga sebelum berbuka, maka cairan tubuh dan tenaga akan segera diganti ketika berbuka. 

Kondisi tersebut menjadikan waktu sebelum berbuka puasa direkomendasikan untuk melakukan aktivitas olahraga, meskipun dengan catatan intensitasnya ringan atau sedang. 

Olahraga Setelah Waktu Berbuka 

Masih dalam laman yang sama, disebutkan bahwa setelah berbuka adalah waktu yang tepat untuk olahraga. Meskipun, yang dimaksud bukanlah tepat setelah waktu buka puasa, akan tetapi beberapa saat setelahnya. 

Misalnya ketika telah selesai beribadah salat tarawih. Waktu ini direkomendasikan karena kondisi tubuh telah kembali pada performa awal.

Pasalnya, kamu telah beberapa saat berbuka puasa, yaitu mengonsumsi berbagai sumber energi dalam tubuh. Hasilnya, cairan dalam tubuh sudah kembali terpenuhi dan energi dalam tubuh pun sudah diberi asupan. 

Hasilnya, kamu tidak perlu khawatir lagi akan merasa lemas atau kelelahan ketika melakukan aktivitas fisik. 

Tips: Olahraga memang sangat penting untuk dijaga. Hal ini demi bisa menghindari masalah-masalah kebugaran, seperti sakit punggung sebelah kanan atas yang biasanya terjadi karena kurang olahraga.

Olahraga yang Membatalkan Puasa

olahraga yang membatalkan puasa

Setelah mengetahui waktu dan jenis olahraga yang tepat ketika berpuasa, kamu juga harus tahu nih yang sekiranya berpotensi membatalkan puasa

Sebab, ada beberapa jenis olahraga yang efeknya dapat mengakibatkan faktor-faktor yang membatalkan puasa. Adapun jenisnya seperti berikut. 

1. Angkat Beban 

Aktivitas olahraga angkat beban termasuk yang intensitasnya berat. Melakukannya ketika sedang berpuasa tentunya akan tidak maksimal. Terlebih, kamu sedang menahan lapar selama kurang lebih 12 jam. 

Bukannya mendukung kebugaran tubuh, angkat beban justru bisa membuatmu lemas. Selain itu, juga tidak punya tenaga untuk melakukan kegiatan lainnya, seperti bekerja atau beribadah. 

Apabila dipaksakan maka bisa mengakibatkan kelelahan hingga pingsan. Kondisi ini tentunya sangat dihindari ketika sedang berpuasa. Pasalnya, pingsan yang disengaja termasuk membatalkan puasa. 

2. Renang 

Aktivitas fisik selanjutnya yang berpotensi membatalkan puasa adalah renang. Alasannya, renang termasuk olahraga air yang yang memiliki risiko masuknya air ke telinga, hidung, atau mulut. 

Air memasukkan air ke dalam salah satu lubang dalam tubuh secara sengaja termasuk faktor yang membatalkan puasa. Nah, berenang memiliki risiko yang tinggi terjadinya hal seperti ini. 

Oleh karenanya, berenang menjadi olahraga yang memicu batalnya puasa, meskipun kondisi ini bisa dicegah dengan banyak cara. Tapi, sebaiknya dilakukan setelah waktu berbuka. 

3. Sprint 

Lari cepat (sprint) merupakan aktivitas fisik yang mengharuskan seseorang lari dengan kecepatan tinggi. Aktivitas ini sangat berisiko menyebabkan cedera persendian atau otot. Selain itu, juga menyebabkan komplikasi seperti pusing atau hipoglikemia. 

Alasan tersebut dipertimbangkan untuk menghindari olahraga sprint ketika berpuasa. Sebab, efeknya akan sangat mengganggu kekhusyukan dalam ibadah. 

Oleh karenanya, kamu bisa menggantinya dengan olahraga yang intensitasnya ringan atau sedang. 

Jenis olahraga yang sangat disarankan ketika berpuasa, seperti jogging, jalan kaki, jalan cepat, bersepeda, atau aerobik ringan. Berbagai aktivitas fisik ini sangat membantu untuk meningkatkan kebugaran tubuh saat puasa. 

Selain melakukan aktivitas olahraga tersebut, Sedulur juga bisa sedia Minyak Balur Waji. Minyak ini dibuat dari 10+ Botanical Essences yang punya banyak manfaat. 

Beberapa manfaatnya, seperti membantu meredakan nyeri otot, nyeri sendi, pegal linu, kram, kebas, kesemutan, perut kembung, dan gatal-gatal. Bahkan, Waji juga punya manfaat untuk memberikan efek menenangkan. 

Manfaat tersebut bisa membantu kamu berolahraga, terutama ketika sedang puasa. Sebab, semakin kamu berolahraga secara rutin maka tubuhmu semakin bugar setiap hari. 

Yuk, tidak takut berolahraga dan lancarkan ibadah puasa dengan Minyak Waji Multifungsi! 

Pastikan kamu berolahraga di waktu terbaik olahraga saat puasa seperti yang sudah kita sampaikan di atas, ya!


Umi Amanah

Research Assistant, Content and Script Writer di Erdigma Indonesia. Specialist in Health, Lifestyle, and Parenting Knowledge Based On Journal From Health Expert

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *