Bintik Merah DBD pada Bayi, Pahami Bahayanya!

Bintik Merah DBD pada Bayi

Saat si Kecil mengalami demam tinggi disertai munculnya bintik-bintik merah di kulit, tentu saja Ibu merasa cemas. Salah satu kemungkinan yang perlu diwaspadai adalah demam berdarah dengue (DBD), apalagi jika Ibu tinggal di daerah endemis nyamuk Aedes aegypti

Salah satu gejala khas DBD adalah munculnya bintik merah di kulit. Namun, penting bagi Ibu untuk mengetahui perbedaan antara bintik merah DBD dengan kondisi lain seperti campak agar penanganan si Kecil tepat sasaran.

Artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai bintik merah DBD pada bayi, mulai dari ciri-cirinya, perbedaan dengan penyakit lain, cara mengatasinya, hingga rujukan gambar bintik merah DBD pada anak untuk memudahkan Ibu dalam mengidentifikasi gejala.

Apa Itu Bintik Merah DBD pada Bayi?

Bintik merah DBD yang terjadi pada bayi adalah salah satu gejala yang muncul akibat kebocoran pembuluh darah kecil (kapiler) yang disebabkan oleh virus dengue. Bintik ini biasanya muncul di hari ke-3 hingga ke-5 setelah demam tinggi, dan bisa menjadi tanda bahwa si Kecil mengalami fase kritis DBD.

Menurut Kementerian Kesehatan RI serta melansir laman Mayo Clinic dan Badan Kesehatan Dunia (WHO), bintik merah ini muncul akibat trombosit yang menurun drastis sehingga terjadi perdarahan ringan di bawah permukaan kulit. Oleh karenanya, kondisi seperti ini tidak boleh disepelekan. 

Ciri-Ciri Bintik Merah DBD, Terutama pada Bayi

Agar Ibu bisa lebih waspada, berikut adalah ciri-ciri yang perlu diperhatikan pada si Kecil menurut Kemenkes RI dan laman Mayo Clinic:

1. Tidak Hilang Saat Ditekan

Bintik merah DBD memiliki sifat non-blanching, artinya bintik tersebut tidak menghilang atau memudar saat Ibu menekannya menggunakan benda transparan seperti gelas kaca (dikenal sebagai glass test).

Cara melakukan uji ini cukup mudah, yaitu dengan menekan bagian kulit yang berbintik menggunakan gelas bening. Jika bintiknya tetap terlihat meski ditekan, kemungkinan besar itu adalah petechiae (bintik perdarahan di bawah kulit) akibat penurunan trombosit, dan bisa menjadi tanda DBD.

Mengapa ini penting? Alasannya, bintik yang bisa hilang saat ditekan umumnya berasal dari pelebaran pembuluh darah (misalnya ruam alergi), bukan perdarahan seperti pada DBD.

2. Tidak Menonjol

Berbeda dengan ruam campak atau alergi yang terasa kasar, menonjol, atau seperti “berbintil”, bintik merah DBD cenderung datar atau rata dengan permukaan kulit. Ibu mungkin tidak akan bisa merasakan tekstur berbeda saat menyentuhnya. Ini terjadi karena bintik tersebut bukan disebabkan oleh peradangan kulit, melainkan perdarahan kecil di bawah permukaan kulit akibat kebocoran pembuluh darah.

3. Warna Merah Gelap atau Keunguan

Bintik merah DBD biasanya tampak merah gelap, bahkan kadang keunguan, menyerupai memar kecil. Warna ini terjadi karena darah keluar dari pembuluh darah yang rusak ke lapisan bawah kulit. Semakin rendah jumlah trombosit si Kecil, bintik bisa semakin banyak dan warnanya cenderung gelap.

Perlu Ibu perhatikan ketika melihat bintik keunguan di kulit bayi, terutama disertai demam, ini adalah tanda bahaya perdarahan yang membutuhkan penanganan medis segera.

4. Lokasi Muncul

Bintik merah DBD umumnya pertama kali muncul di:

  • lengan dan kaki
  • perut
  • dada

Namun, dalam kondisi berat, bintik dapat menyebar ke seluruh tubuh, termasuk wajah dan punggung. Lokasi munculnya bintik bisa berbeda-beda tergantung kondisi dan keparahan si Kecil.

Pada pemeriksaan dokter, bagian dalam mulut, gusi, atau selaput putih mata juga kadang diperiksa untuk melihat tanda perdarahan lainnya yang tidak terlihat dari luar.

5. Disertai Gejala DBD Lainnya

Bintik merah ini hampir selalu bukan satu-satunya gejala, melainkan muncul bersama gejala klasik DBD seperti:

  • Demam tinggi mendadak, biasanya mencapai 39–41°C, muncul tiba-tiba dan tidak turun-turun
  • Muntah atau mual
  • Si Kecil tampak lemas, lesu, dan tidak mau makan atau minum
  • Mimisan atau perdarahan gusi (pada kasus yang lebih berat)
  • Perut kembung atau nyeri
  • Tangan dan kaki terasa dingin (tanda awal syok dengue)

Kombinasi gejala-gejala ini membantu dokter memastikan diagnosis DBD, selain melalui pemeriksaan darah (trombosit dan hematokrit).

Jika Ibu mencurigai adanya bintik merah DBD pada si Kecil, jangan tunda untuk memeriksakan ke dokter. Diagnosis dan penanganan sejak dini sangat penting untuk mencegah komplikasi serius seperti dengue shock syndrome (DSS).

Baca Juga: Ruam Merah pada Kulit Bayi

Perbedaan Bintik Merah DBD dan Campak

Ibu juga perlu mengenali perbedaan bintik merah DBD dan campak, karena keduanya sering kali disalahartikan. Berikut perbandingannya menurut laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan CDC:

GejalaDBDCampak
Jenis bintikDatar, tidak hilang saat ditekanRuam menonjol
WarnaMerah gelap atau keunguanMerah terang
Urutan gejalaDemam dulu, baru bintikDemam + batuk + pilek + mata merah → bintik muncul belakangan
Lokasi awal munculDada, perut, lenganWajah, lalu menyebar ke tubuh
DisertaiTrombosit turun, lemas, mimisan, muntahBatuk, pilek, mata merah

Cara Menghilangkan Bintik Merah DBD pada Bayi

Bintik merah akibat DBD bukan sesuatu yang bisa diobati secara langsung dengan salep atau obat luar, karena penyebabnya adalah kondisi internal (perdarahan akibat trombosit rendah). Maka dari itu, fokus utama adalah menangani penyebab utamanya, yaitu virus dengue dan trombosit yang turun.

Berikut langkah-langkah yang bisa Ibu lakukan untuk membantu menghilangkan bintik merah DBD, terutama bayi:

1. Segera Bawa ke Dokter

Diagnosis pasti hanya bisa ditegakkan melalui pemeriksaan darah. Jangan menunda untuk membawa si Kecil ke dokter jika menunjukkan gejala DBD.

2. Cukupi Cairan Tubuh

DBD menyebabkan dehidrasi yang sangat cepat. Ibu bisa memberikan ASI lebih sering atau cairan oralit jika direkomendasikan dokter.

3. Pantau Trombosit dan Hematokrit

Perlu dilakukan pemeriksaan darah berkala untuk melihat apakah trombosit turun drastis dan hematokrit meningkat, yang merupakan tanda kebocoran plasma.

4. Perawatan Inap Jika Perlu

Jika kondisi memburuk, si Kecil mungkin membutuhkan rawat inap untuk pemantauan intensif, pemberian cairan infus, dan pengobatan tambahan. Jangan memberikan obat penghilang nyeri seperti ibuprofen atau aspirin karena bisa memperburuk perdarahan. Gunakan parasetamol sesuai anjuran dokter.

5. Kapan Harus Segera Ke IGD?

Segera bawa si Kecil ke instalasi gawat darurat jika mengalami:

  • Demam lebih dari 3 hari yang tak kunjung turun
  • Muncul bintik merah dan tidak hilang saat ditekan
  • Mimisan atau gusi berdarah
  • Muntah terus-menerus
  • Tampak sangat lemas atau tidak responsif

Bintik merah DBD pada bayi adalah salah satu tanda serius yang memerlukan perhatian medis segera. Dengan mengenali ciri-cirinya, melihat perbedaannya dari campak, serta mengetahui cara penanganan yang tepat, Ibu bisa melindungi si Kecil dari bahaya komplikasi demam berdarah.

Selain itu, melakukan pencegahan dengan menghindarkan si Kecil dari gigitan nyamuk sangatlah penting. Ibu bisa memilih Waji Minyak Telon Plus yang punya 5 Perlindungan Alami, salah satunya mencegah bayi dari gigitan nyamuk atau serangga. 

Foto Produk Minyak Telon Waji
Gambar Waji Minyak Telon Plus dengan 5 Perlindungan Alami untuk Buah Hati

Perlindungan tersebut didapatkan dari bahan alami, seperti minyak sereh (citronella oil) dan minyak lavender (lavender oil). Aroma keduanya sangat tidak disukai oleh nyamuk dan serangga, sehingga bisa mencegah bayi dari gigitan nyamuk. Yuk, berikan si Kecil Waji telon karena mencegah lebih baik daripada mengobati! 

Keranjang Belanja
Chat dengan CS Waji
Scroll to Top