Sendawa ternyata punya banyak manfaat untuk bayi, salah satunya membantu mengeluarkan udara dari perut. Hal ini dikarenakan udara bisa tertelan saat sedang menyusu. Akibatnya, bisa memicu kembung dan regurgitasi (gumoh).
Mencegah terjadinya hal tersebut, Ibu bisa melatih si Kecil untuk bersendawa. Pasalnya, dengan sendawa secara rutin maka risiko kembung dan gumoh bisa menurun. Tapi, bagaimana caranya agar bayi bisa bersendawa? Ibu bisa simak di bawah ini!
Apa yang Terjadi Jika Bayi Tidak Sendawa?

Sebelum membahas cara melatih bayi bersendawa, Ibu perlu tahu terlebih dahulu bahayanya apabila si Kecil tidak sendawa. Sebab, ada beberapa akibat yang umumnya muncul pada bayi, seperti rasa tidak nyaman, perut kembung, rewel, atau bahkan muntah.
Kondisi tersebut bisa terjadi dikarenakan udara yang masuk ke perut bayi menumpuk dan tertahan. Faktor pemicunya, yaitu ketika si Kecil sedang menyusu maka udara kemudian masuk bersama dengan air susu ibu (ASI).
Umumnya, mereka yang mengalaminya adalah bayi usia 0–6 bulan. Menurut Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Aisyiyah, bayi usia tersebut memang belum memiliki sistem tubuh yang sempurna. Akibatnya, mereka bisa mengalami muntah (gumoh), yaitu keluarnya ASI dari perut bersamaan dengan sendawa.
Oleh karenanya, untuk menghindari berbagai hal tersebut pada si Kecil, Ibu bisa melakukan langkah-langkah tertentu.
Cara Menyendawakan Bayi

Salah satu cara efektif untuk mencegah rasa tidak nyaman, perut kembung, rewel, atau bahkan muntah dengan melatih bayi sendawa. Ibu perlu tahu bahwa menurut Unicef ada beberapa cara alami untuk membuat bayi bersendawa seperti:
1. Menggendongnya di Atas Bahu
Pertama, Ibu perlu menggendong si Kecil di atas bahu. Pastikan kepalanya bersandar di bahu Ibu diiringi tepukan punggung dengan tangan yang lain. Perlu diingat, tepukan dilakukan dengan pelan tanpa membuat rasa tidak nyaman pada bayi.
2. Duduk di Pangkuan Ibu
Selanjutnya, letakkan bayi di pangkuan Ibu sambil menopang dagu dan dada dengan satu tangan. Kemudian, usap atau tepuk-tepuk punggungnya dengan tangan Ibu yang lain. Lakukan secara berulang dengan lembut, tanpa membuat si Kecil merasa tidak nyaman.
3. Berbaring di Pangkuan Ibu
Terakhir, baringkan si Kecil di pangkuan Ibu dalam keadaan nyaman. Kemudian, usap bagian punggung bayi diiringi dengan tepukan secara lembut. Ibu bisa memastikan tepukan tangan pada punggung tidak terlalu keras dengan melihat respon dari si Kecil. Selain itu, jangan lupa juga untuk menyediakan kain untuk berjaga-jaga jika bayi tiba-tiba muntah.
4. Pijat Perut Bayi dengan Lembut
Apabila cara-cara sebelumnya belum berhasil maka lakukanlah cara berikut, yaitu dengan pijatan perut yang lembut. Ibu bisa menggerakkan kaki bayi maju mundur, seperti mengayuh sepeda. Lakukan dalam beberapa waktu hingga berhasil.
Itulah 4 cara melatih bayi sendawa secara alami. Mengetahui cara-cara tersebut bisa membantu Ibu dalam menjaga si Kecil tetap ceria sepanjang hari. Oleh karenanya, Ibu sangat perlu mengetahui langkah-langkah tersebut.
Baca Juga: Cara Tradisional Mengatasi Perut Kembung Pada Bayi
Adakah Cara Menyendawakan Bayi saat Tidur?
Melansir laman Medical News Today, menyendawakan bayi saat tidur bisa dilakukan dengan beberapa cara seperti:
Metode Bahu
Metode ini sangat umum dipakai untuk membantu bayi sendawa. Pasalnya, menyandarkan si Kecil pada bahu dinilai lebih efektif membuatnya sendawa tanpa harus membangunkannya. Adapun caranya seperti berikut:
- Balikkan bayi ke posisi tegak dan sandarkan pada dada bagian atas.
- Letakkan satu tangan di bawah bokong bayi untuk menopangnya.
- Pastikan kepala bayi berada di atas bahu.
- Tepuk punggung bayi dengan lembut di antara tulang belikatnya.
- Gunakan telapak tangan yang terbuka untuk menepuk, dengan gerakan yang kuat namun lembut.
- Cobalah menggosok punggung atas bayi dengan gerakan memutar menggunakan telapak tangan. Hal ini bisa dilakukan jika gerakan menepuk tidak berhasil.
- Goyangkan bayi dengan lembut agar tetap terjaga.
Metode Dada
Selanjutnya, Ibu juga bisa memilih metode ini untuk membantu bayi sendawa. Caranya dengan langkah-langkah berikut:
- Angkat bayi dan posisikan di dada agar merasa nyaman. Letakkan satu tangan di punggung dan satu di bawah pantat bayi.
- Hindari meluruskan kaki bayi. Biarkan tubuhnya tetap dalam posisi meringkuk sehingga tidak tergantung.
- Gunakan tangan yang ada di punggung bayi untuk mengusap dengan gerakan memutar terlebih dahulu.
- Selanjutnya, Ibu bisa melakukan tepukan halus apabila cara mengusapnya kurang efektif.
Metode Pinggul
Metode yang ketiga adalah pinggul, sangat cocok untuk Ibu yang suka menyusui bayi sambil berbaring. Metode ini tentunya bisa membantu bayi tetap tertidur karena tidak perlu duduk tegak. Ibu bisa mengikuti langkah-langkah berikut:
- Letakkan perut bayi dengan lembut di atas pinggul atau perut.
- Pastikan kepala bayi tetap terangkat di atas tubuhnya.
- Tepuk punggung bayi dengan lembut di antara tulang belikatnya atau gosok punggungnya dengan gerakan memutar ke atas.
Metode Gendong
Menggendong bayi untuk membuatnya sendawa bisa dilakukan dengan lengan. Hal ini terutama untuk bayi yang relatif kecil. Sebab, untuk mereka yang badannya besar dinilai kurang efektif. Berikut langkah-langkah melakukannya:
- Letakkan satu lengan yang kuat di bawah punggung bayi.
- Putar tubuh bayi dengan hati-hati sehingga mereka tengkurap di lengan bawah orang tua dengan kepala mereka di lekukan sikut.
- Letakkan tangan di antara kedua kaki bayi, pegang agar stabil.
- Gosok atau tepuk punggung atas bayi dengan tangan lainnya.
- Putar bayi dengan lembut ke arah tubuh agar kembali menghadap ke atas untuk melanjutkan tidur.
Metode Pangkuan
Terakhir, metode yang bisa Ibu pakai adalah pangkuan. Langkah-langkahnya seperti berikut:
- Balikkan bayi dengan lembut ke posisi tengkurap dan biarkan mereka beristirahat di paha orang tua atau pengasuh.
- Letakkan satu lengan di bawah dagu dan dada bayi untuk sedikit mengangkat tubuh bagian atas mereka.
- Gunakan tangan lainnya untuk menepuk punggung atau menggosoknya dengan gerakan memutar.
- Setelah selesai, balikkan bayi kembali ke posisi telentang.
Ibu bisa melakukan salah satu cara tersebut untuk menyendawakan si Kecil. Lalu, berapa lama durasi menyendawakan bayi? Melansir laman Top Line MD, tidak ada lama waktu yang disarankan untuk menyendawakan bayi, namun perlu sering melakukannya. Hal ini membuatnya lebih teratur sendawa sehingga tidak terjadi penumpukan udara di perut yang memicu hal-hal tidak nyaman.
Bayi Tidak Sendawa Tapi Kentut
Bagaimana jika si Kecil tidak sendawa tapi kentut? Melansir laman Pregnancy Birth & Baby, sendawa umumnya disebabkan oleh menelan udara berlebih saat makan atau minum.
Sebagian besar udara berasal dari kerongkongan sebelum mencapai lambung. Apabila udara tidak keluar dari mulut maka akan melewati sistem pencernaan dan keluar melalui pantat bayi (kentut). Adapun gas juga diproduksi oleh pemecah susu di dalam usus.
Oleh karenanya, apabila si Kecil tidak sendawa namun rutin buang gas maka Ibu tidak perlu khawatir.
Cegah Perut Kembung dengan Waji Telon

Tapi, apabila si Kecil tidak menunjukkan sendawa atau kentut maka Ibu perlu khawatir. Sebab, kondisi tersebut bisa menunjukkan perut yang kembung karena tumpukan udara di dalamnya.
Apabila kondisi tersebut sampai terjadi maka Ibu bisa memberikan Minyak Telon Plus dari Waji. Minyak telon yang hadir dengan 4 Perlindungan Alami, salah satunya bermanfaat untuk mengatasi perut kembung. Hal ini karena kandungan bahan alaminya, seperti minyak kayu putih, minyak adas, dan minyak bawang merah.
Bahan-bahan tersebut memiliki sifat dan senyawa yang mampu merangsang tubuh mengeluarkan tumpukan udara di perut, baik lewat mulut maupun lewat belakang.
Oleh karenanya, membalurkan Waji telon bisa membantu si Kecil bebas dari kembung. Selain itu, juga mampu memberikan kenyamanan, kehangatan, dan perlindungan dari nyamuk.
Yuk, dapatkan produknya sekarang juga di www.wajiofficial.id! Waji Minyak Telon Plus, Sehangat Kasih Ibu.
