Pijat pada bayi memang sering dinilai dalam dua pandangan ya, Bu. Sebagian orang tua menilai bahwa hal tersebut baik untuk si Kecil, namun sebagiannya lagi menilai bahwa pijat memiliki risiko tertentu.
Meski demikian, beberapa sumber salah satunya Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) justru menyebutkan manfaatnya. Nah, sekiranya apa saja manfaat pijat bayi? Artikel ini akan membahasnya secara detail. Simak selengkapnya di bawah ini ya, Bu!
Perlukah Bayi Mendapat Pijatan?

Sebelum membahas perlu atau tidaknya bayi mendapatkan pijatan, Ibu perlu tahu dulu mengenai pijat pada bayi. Pijat bayi adalah istilah yang sering digunakan untuk menyebutkan stimulasi pijat, baby massage, infant massage, dan lain sebagainya.
Penyebutan dengan nama tersebut dikarenakan aktivitas ini berkaitan dengan kombinasi bentuk stimulasi multimodal, yaitu raba (taktil) dan gerak (kinestetik). Stimulasi ini dilakukan oleh orang tua, tenaga kesehatan, atau anggota keluarga lainnya.
Tidak hanya itu, dalam prosesnya juga akan terjadi stimulasi auditori (pendengaran), visual (penglihatan), dan lainnya.
Stimulasi auditori tersebut umumnya terjadi saat Ibu mengajak bayinya berbicara ketika dipijat. Adapun stimulasi visual terjadi dengan kontak mata antara Ibu dan si Kecil.
Jadi, mengapa penting untuk memijat bayi? Alasannya karena berbagai stimulan tersebut membantu bayi dalam memberikan stimulasi raba, gerak, dan kombinasi lainnya. Oleh karenanya, pijatan bayi sangat penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya.
Manfaat Pijat Bayi
Melansir laman IDAI, manfaat pijat bayi oleh bidan sebagai tenaga kesehatan, orang tua atau keluarga bisa memiliki manfaat pada kondisi tertentu seperti:
1. Meningkatkan Frekuensi Menyusu
Memberikan stimulasi atau pijatan pada bayi dinilai sangat bermanfaat untuk meningkatkan frekuensi menyusu.
Menurut penelitian dalam Jurnal Unitri, kondisi tersebut bisa terjadi dikarenakan sistem penyerapan makanannya jadi lebih baik. Hasilnya, bayi jadi cepat merasa lapar dan ingin menyusu.
Semakin sering si Kecil mendapatkan air susu ibu (ASI) maka kebutuhan tubuh akan lemak tak jenuh dan komponen dasar korteks otak akan terpenuhi.
Hal ini akan mendukung pertumbuhan dan perkembangan sel otak. Oleh karenanya, pijat bayi menjadi penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya.
2. Meningkatkan Berat Badan Bayi
Selanjutnya, manfaat yang tidak kalah penting adalah membantu meningkatkan berat badan bayi.
Hal ini tentunya berkaitan dengan meningkatnya frekuensi menyusu si Kecil. Hasilnya, semakin baik asupan makanannya maka kebutuhan nutrisi dalam tubuhnya akan terpenuhi.
Memenuhi kebutuhan nutrisi bayi dalam 1.000 hari kehidupannya sangatlah penting. Sebab, berbagai nutrisi tersebut akan mendukung sel-sel dalam tubuhnya untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya. Oleh karenanya, stimulasi atau pijat bayi memiliki peran penting yang sangat bermanfaat bagi bayi.
3. Membantu Bayi untuk Berlatih Relaksasi
Memberikan pijatan pada juga bermanfaat untuk membuat bayi jadi lebih rileks. Pasalnya, pijatan yang dilakukan selama 20 menit akan membuat otot-otot tubuhnya jadi lebih sehat. Hasilnya, tubuh si Kecil jadi lebih santai, tidak kaku, dan membantu menstimulasi saraf otaknya.
4. Meningkatkan Kualitas Tidur Bayi
Bayi umumnya memiliki waktu tidur yang lebih lama dibandingkan orang dewasa. Tapi, waktu yang lama saja tidaklah cukup, sebab kualitasnya juga harus baik. Meningkatkan kualitas tidur bayi bisa dengan memanfaatkan stimulasi atau pijat.
Kondisi tersebut sebenarnya karena pengaruh pijatan yang bisa memperlancar udara di perut. Hasilnya, tidak terjadi penumpukan gas yang memicu perut kembung, mual, dan rasa tidak nyaman lainnya. Oleh karenanya, stimulasi atau pijat bayi sangat penting untuk si Kecil.
Baca Juga: Tak hanya pijat, Ibu juga perlu tahu apa saja manfaat berenang untuk bayi. Sama-sama penting!
5. Membuat Ikatan (Bonding) Orang Tua dengan Anak
Manfaat pijat untuk bayi juga tidak hanya dinikmati oleh si Kecil, namun bisa juga oleh Ibunya. Sebab, aktivitas memijat yang dilakukan, terutama oleh Ibu akan meningkatkan ikatan batin antara keduanya.
Manfaat tersebut didapatkan dari interaksi yang terjalin antara keduanya, seperti dari bertatapan, bersentuhan, dan mengajaknya berbicara. Semakin sering melakukan stimulasi akan menguatkan ikatan yang dimiliki. Oleh karenanya, bonding jadi salah satu manfaat yang bisa dirasakan kedua belah pihak.
6. Menurunkan Risiko Sakit
Risiko sakit pada bayi bisa diturunkan dengan mengambil manfaat dari pijatan. Alasannya, pijat bayi membantu mencegah perut kembung, kolik (rewel dan menangis), dan berbagai kecemasan dalam proses pertumbuhan serta perkembangannya.
Berbagai hal tersebut memang kerap memicu si Kecil sakit. Oleh karenanya, memberikan pijatan bisa membantunya terhindar dari sakit.
7. Mengurangi Nyeri Tubuh
Nyeri tubuh pada bayi biasanya disebabkan karena aktivitas yang masih belum terbiasa dilakukan. Kondisi ini bisa dikurangi dengan memberikan pijatan. Sebab, aktivitas memijat akan membantu melepaskan oksitosin dan endorfin.
Keduanya merupakan hormon yang membantu mengatasi nyeri atau ketidaknyamanan.
8. Meningkatkan Konsentrasi
Biasanya, bayi yang sedang dipijat akan merasa tubuhnya lebih rileks dibanding sebelumnya. Hal ini membuatnya merasa nyaman hingga tertidur. Hasilnya, mereka akan lebih fokus setelah bangun tidur.
Sebab, tidur dengan kondisi badan yang rileks akan mendukung bayi memiliki tidur yang berkualitas.
Itulah 8 manfaat stimulasi atau pijat untuk bayi yang perlu Ibu ketahui. Memahami berbagai manfaat tersebut bisa membantu Ibu dalam membuat keputusan perlu atau tidaknya si Kecil mendapatkan pijatan. Sebab, ada banyak manfaat yang bisa diberikan dari pijatan untuk bayi.
Kapan Sebaiknya Pijat Bayi Dilakukan?

Waktu yang tepat untuk pijat bayi perlu Ibu ketahui untuk memastikan si Kecil mendapatkan manfaat secara maksimal. Menurut laman IDAI berikut beberapa waktu yang perlu dihindari:
- Jangan setelah minum susu atau makan.
- Jangan saat bayi sedang lapar.
- Jangan saat bayi sedang menunjukkan tanda-tanda enggan untuk dipijat.
- Sebaiknya jangan membangunkan bayi dari tidur hanya untuk dipijat.
- Bayi yang sakit sebaiknya dibawa dulu ke tenaga kesehatan untuk dipastikan memerlukan perawatan khusus atau tidak.
Lalu, kapan waktu ideal untuk memberikan stimulasi pada bayi melalui pijatan? Menurut Jurnal Unitri, waktu yang tepat untuk memijat bayi, yaitu pagi hari sebelum memulai aktivitas. Selanjutnya, pemijatan dilakukan 15 menit setelah makan dan menjelang tidur.
Pasalnya, waktu-waktu tersebut sangat ideal untuk bayi bisa mendapatkan manfaat dari pijatan. Oleh karenanya, Ibu bisa memilih waktu tersebut ketika ingin memberikan pijatan pada si Kecil.
Pijat Bayi Menurut WHO

Badan Kesehatan Dunia (WHO) tidak secara secara spesifik menyebutkan cara-cara melakukan pijat bayi. Tapi, stimulasi atau pijat yang diperuntukan pada bayi harus dilakukan dengan teknik yang aman dan tepat.
Selain itu, juga harus memperhatikan respons bayi untuk mendukung pertumbuhan optimal.
Meski demikian, laman IDAI menyebutkan bahwa pijat bayi harus dilakukan oleh orang tua, tenaga profesional, atau keluarga.
Alasannya, aktivitas memijat pada bayi memang memiliki banyak manfaat, baik untuk dirinya sendiri maupun orang tua dan keluarganya. Oleh karenanya, Ibu tidak boleh sembarangan dalam melakukan pijatan pada si Kecil.
Waji Minyak Telon Plus juga bisa mendukung Ibu dalam memberikan pijatan terbaik untuk si Kecil. Pasalnya, minyak telon yang diformulasikan dari 8 bahan alami ini mampu memberikan 4 Perlindungan Alami:
- Membantu memberikan rasa hangat pada bayi.
- Membantu meredakan gejala masuk angin, perut kembung, dan mual.
- Aromanya membantu menghindari gigitan nyamuk dan serangga.
- Membantu meringankan gatal-gatal dan kemerahan pada kulit akibat gigitan nyamuk dan serangga.
Itulah perlindungan alami Waji Minyak Telon Plus. Yuk, dapatkan produknya sekarang juga untuk bantu memberikan pijatan terbaik bagi si Kecil!
