Apakah Kurap Bisa Menyebar? Ini Penjelasan Lengkapnya

Apakah Kurap Bisa Menyebar Ini

Kurap merupakan salah satu infeksi jamur kulit yang cukup umum terjadi. Meskipun terlihat ringan, banyak orang masih bertanya-tanya, apakah kurap bisa menyebar? Kurap merupakan masalah kulit yang sangat mudah menyebar, baik dari manusia ke manusia, dari hewan ke manusia, maupun melalui benda-benda yang terkontaminasi.

Artikel ini akan menemukan jawaban lengkap tentang bagaimana kurap bisa menyebar, cara mencegah penularannya, dan apa yang bisa terjadi jika kurap dibiarkan tanpa penanganan. Yuk, simak selengkapnya di bawah ini! 

Apakah Kurap Bisa Menyebar?

apakah kurap bisa menyebar

Kurap atau dalam istilah medis disebut tinea adalah infeksi jamur superfisial pada kulit yang disebabkan oleh kelompok jamur dermatofit seperti Trichophyton, Microsporum, dan Epidermophyton. Penyakit ini biasanya muncul sebagai ruam melingkar, kemerahan, bersisik, dan terasa gatal.

Tapi gejala tersebut umumnya menyesuaikan dengan jenis kurap itu sendiri dengan area tubuh yang mengalaminya, seperti: 

1. Kulit Kepala (Tinea Capitis)

Tinea capitis adalah infeksi jamur yang menyerang kulit kepala dan batang rambut. Jenis kurap ini paling sering terjadi pada anak-anak usia sekolah, meski orang dewasa juga bisa terkena. 

Gejalanya, seperti kulit kepala terasa gatal dan bersisik, terdapat bercak-bercak botak berbentuk bulat, rambut mudah rontok atau patah di sekitar area yang terinfeksi, dan bisa terjadi pembengkakan atau muncul benjolan bernanah (kerion). 

Penularannya terjadi melalui sisir, handuk, atau topi yang dipakai bersama, kontak langsung dengan penderita, hewan peliharaan (terutama kucing) yang terinfeksi. Oleh karenanya, apabila salah satu anggota keluarga mengidap masalah ini, sebaiknya perlu lebih berhati-hati. 

Baca Juga: 5 Ciri Ciri Kurap Akan Sembuh

2. Kaki (Tinea Pedis atau Athlete’s Foot)

Tinea pedis adalah jenis kurap yang menyerang kulit kaki, terutama di sela-sela jari. Umumnya terjadi pada orang yang sering memakai sepatu tertutup dalam waktu lama, sehingga kaki menjadi lembap.

Gejala tinea pedis, umumnya adalah kulit di sela jari kaki pecah-pecah dan bersisik, gatal, terutama saat melepas sepatu atau setelah kaki berkeringat. kadang muncul bau tidak sedap, kulit melepuh atau mengelupas. 

Penularannya bisa melalui lantai kamar mandi umum atau kolam renang, kaos kaki dan sepatu yang lembap, handuk atau alas kaki yang dipakai bersama. 

3. Selangkangan (Tinea Cruris)

faktor yang menyebabkan kurap di selangkangan
Gambar penyakit kurap di kulit, sumber: canva

Kurap jenis ini menyerang area lipatan kulit seperti selangkangan, bokong, atau bagian dalam paha. Biasanya terjadi pada pria, terutama yang banyak berkeringat dan memakai pakaian ketat. Gejalanya, seperti ruam merah berbentuk setengah lingkaran di selangkangan, gatal hebat, terutama saat berkeringat, dan kulit terasa perih, bersisik, dan mengelupas. 

Biasanya penularannya terjadi melalui kontak langsung dengan kulit atau handuk/pakaian dalam yang terinfeksi, bisa berawal dari tinea pedis yang menyebar ke area selangkangan melalui celana dalam. 

Baca Juga: Penyebab Kurap di Selangkangan, Jangan Diabaikan Begitu Saja! 

4. Kuku (Tinea Unguium)

Tinea unguium adalah infeksi jamur pada kuku tangan maupun kaki. Infeksi ini lebih sulit disembuhkan dan sering terjadi pada orang dewasa atau lansia. Gejalanya, seperti kuku menebal, berubah warna menjadi kuning atau kecokelatan, kuku menjadi rapuh dan mudah hancur, terkadang kuku terlepas dari dasar kuku, bisa disertai nyeri jika infeksi cukup parah

Penularannya bisa melalui kontak dengan permukaan yang terkontaminasi (lantai lembap) dan mengggunakan alat manicure/pedicure yang tidak steril. Adapun penyebaran berasal dari tinea pedis yang menjalar ke kuku. 

5. Badan (Tinea Corporis)

Ini adalah bentuk kurap yang paling umum menyerang area kulit tubuh seperti lengan, punggung, perut, atau kaki. Gejalanya, seperti ruam melingkar dengan tepi merah dan bagian tengah lebih terang (seperti cincin), gatal di sekitar ruam, bisa bersisik dan membesar jika tidak diobati, dan sering muncul di area kulit yang lembap atau tertutup pakaian. 

Penularannya melalui kontak langsung kulit ke kulit, melalui benda pribadi seperti pakaian, seprai, atau handuk, dan hewan peliharaan juga bisa menjadi sumber penularan. Oleh karenanya, kamu perlu menghindari untuk menggunakan alat-alat bersama. 

Berdasarkan uraian tersebut maka kurap merupakan masalah kulit yang bisa menyebar dan tergolong sangat menular. Umumnya, penularannya terjadi melalui kontak kulit, benda yang terkontaminasi, dan hewan pembawa jamur. 

Meski demikian, ada berbagai faktor penularan yang menyesuaikan dengan jenisnya. Oleh karenanya, setiap orang perlu memahami setiap jenis kurap yang berpotensi menular. 

Kurap Menyebar Lewat Apa?

apakah kurap bisa menyebar

Meski masing-masing penularan kurap bisa berbeda tergantung jenisnya, namun ada beberapa faktor secara umum yang memicunya. Berikut ini beberapa jalur penularan kurap secara umum:

1. Kontak Langsung Kulit ke Kulit

Ini merupakan cara penyebaran paling umum. Misalnya, saat kamu menyentuh kulit orang lain yang sedang terinfeksi kurap, kamu berisiko tertular jika kulitmu dalam kondisi lembap atau terdapat luka kecil.

2. Hewan Peliharaan

Hewan seperti kucing, anjing, kelinci, hingga sapi bisa membawa jamur dermatofit. Saat kamu mengelus atau bermain dengan hewan yang terinfeksi tanpa mencuci tangan setelahnya, risiko tertular sangat tinggi.

3. Barang Pribadi yang Terkontaminasi

Handuk, sisir, pakaian, sepatu, topi, dan alat olahraga bisa menjadi media penyebaran jamur. Jamur bisa bertahan di permukaan lembap hingga beberapa hari.

4. Fasilitas Umum 

Lantai kamar mandi umum, kolam renang, hingga ruang ganti bisa menjadi tempat berkembangnya jamur. Berjalan tanpa alas kaki di tempat seperti ini bisa meningkatkan risiko terkena kurap.

Bagaimana Cara Agar Kurap Tidak Menyebar?

apakah kurap bisa menyebar

Jika kamu atau orang terdekat sedang mengalami kurap, berikut beberapa cara mencegah agar kurap tidak menyebar:

1. Jaga Kebersihan Kulit

Menjaga kebersihan kulit bisa dilakukan dengan mandi secara teratur. Langkah ini harus dilakukan, terutama setelah beraktivitas berat atau berkeringat. Setelah mandi, keringkan kulit dengan handuk bersih, terutama di area yang sering lembap seperti lipatan kulit. Hal ini akan membantu kulit selalu dalam keadaan kering dan bersih.

2. Jangan Berbagi Barang Pribadi

Hindari berbagi handuk, sisir, pakaian, dan alas kaki dengan orang lain, terutama jika kamu sedang mengalami infeksi kulit. Pasalnya, tindakan tersebut justru bisa memicu penularan kurap lebih cepat. 

3. Cuci Barang yang Terpapar

Cuci pakaian, sprei, dan handuk dengan air panas secara rutin. Jamur bisa menempel di serat kain dan terus menular jika tidak dibersihkan dengan baik. Oleh karenanya, menjaga kebersihan barang-barang pribadi juga bisa mencegah terjadinya penularan kurap. 

4. Rawat Hewan Peliharaan

Jika hewan peliharaan menunjukkan tanda-tanda infeksi jamur (seperti kebotakan melingkar), segera bawa ke dokter hewan untuk diperiksa dan diobati. Hal ini akan mencegah terjadinya kontaminasi dari hewan ke manusia. 

Gunakan Sabun Waji (Waji Hygiene Soap) 

8 bahan alami dalam komposisi sabun waji

Sabun Waji antibakteri dan antijamur ini diformulasikan dengan 8 Bahan Aktif Alami yang mampu membantu mencegah sekaligus mengatasi kurap. Pasalnya, terdapat kandungan ekstrak minyak sereh, activated charcoal, dan daun sirih yang memiliki sifat antijamur, antiseptik, dan antimikroba. 

Menggunakan sabun Waji secara rutin dua kali sehari setiap mandi akan menjaga kulit tetap bersih dan terhindar dari infeksi jamur seperti kurap. Yuk, buktikan sekarang juga manfaat sabun Waji antibakteri dan antijamur! 

Keranjang Belanja
Chat dengan CS Waji
Scroll to Top