Tahun-tahun awal kehidupan si Kecil, imunisasi menjadi bagian penting untuk memastikan ia tumbuh sehat dan terlindungi dari berbagai penyakit serius ya, Bu. Imunisasi polio jadi salah satu vaksin yang sangat penting dan wajib diberikan pada bayi.
Tapi mungkin Ibu bertanya-tanya, “sebenarnya, berapa kali bayi mendapatkan imunisasi polio?” Yuk, kita bahas bersama mulai dari jadwalnya, manfaatnya, sampai kemungkinan efek sampingnya!
Kenapa Bayi Harus Imunisasi Polio?
Penyakit polio atau poliomyelitis adalah infeksi virus yang menyerang sistem saraf pusat dan bisa menyebabkan kelumpuhan permanen, bahkan kematian. Virus polio menyebar dengan sangat cepat melalui kontak langsung, terutama melalui makanan atau air yang terkontaminasi feses penderita.
Menurut data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan RI, satu-satu cara paling efektif untuk mencegah polio adalah dengan imunisasi polio secara lengkap dan tepat waktu.
Jadi, imunisasi polio bukan hanya melindungi si Kecil secara individu, tapi juga mencegah penyebaran virus polio di masyarakat. Inilah alasan pemerintah Indonesia menjadikan vaksin polio sebagai imunisasi wajib bagi bayi dan balita.
Berapa Kali Bayi Mendapatkan Imunisasi Polio?
Ibu perlu tahu bahwa ada dua jenis vaksin polio yang diberikan di Indonesia, yaitu OPV (Oral Polio Vaccine) yang diberikan dalam bentuk tetes di mulut dan IPV (Inactivated Polio Vaccine) yang diberikan melalui suntikan.
Berdasarkan jadwal imunisasi dari Kemenkes RI dan IDAI, berikut ini adalah urutan dan frekuensi pemberian imunisasi polio:
OPV (Polio Tetes)
- Lahir (0 bulan): OPV-0
- Usia 2 bulan: OPV-1
- Usia 3 bulan: OPV-2
- Usia 4 bulan: OPV-3
Jadi, OPV diberikan sebanyak 4 kali pada usia bayi (dosis ke-0 hingga ke-3).
IPV (Polio Suntik)
- Usia 2 bulan: IPV-1
- Usia 4 bulan: IPV-2
- Booster IPV dapat diberikan saat usia 18 bulan (opsional)
Jadi, secara total si Kecil akan mendapatkan imunisasi polio sebanyak 6 kali atau lebih (4 OPV dan 2 IPV), tergantung pada rekomendasi dokter dan kondisi kesehatan bayi.
Jika ada keterlambatan pemberian, imunisasi polio tetap bisa diberikan menyusul melalui jadwal kejar imunisasi, ya, Bu!
Imunisasi Polio Pada Umur Berapa?
Imunisasi polio dimulai sejak baru lahir. Dosis pertama (OPV-0) diberikan dalam 24 jam pertama setelah lahir, bersamaan dengan imunisasi hepatitis B.
Selanjutnya:
- Usia 2 bulan → OPV-1 + IPV-1
- Usia 3 bulan → OPV-2
- Usia 4 bulan → OPV-3 + IPV-2
- Usia 18 bulan (opsional) → IPV booster (tergantung rekomendasi dokter)
Ini berarti dalam kurun waktu 0–18 bulan, si Kecil bisa mendapatkan 6–7 kali imunisasi polio untuk membentuk kekebalan yang optimal.
Baca Juga: Pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan Bayi
Manfaat Imunisasi Polio pada Bayi
Setiap tetes dan suntikan vaksin polio punya manfaat besar bagi masa depan si Kecil ya, Bu. Berikut adalah beberapa manfaat imunisasi polio pada bayi:
- Mencegah kelumpuhan akibat polio, sebab vaksin membantu sistem imun mengenali dan melawan virus polio, sehingga bayi tidak mudah tertular dan mengalami komplikasi berat.
- Menurunkan risiko wabah penyakit, sebab iImunisasi massal menekan penyebaran virus polio, sehingga lebih banyak anak di lingkungan Ibu yang ikut terlindungi.
- Meningkatkan daya tahan tubuh jangka panjang, yaitu karena iImunisasi polio yang lengkap akan memberikan perlindungan seumur hidup bagi sebagian besar anak.
- Menunjang tumbuh kembang si Kecil karena bayi yang sehat dan bebas dari risiko polio akan lebih optimal dalam belajar berjalan, berbicara, dan bermain tanpa hambatan motorik.
Apa Efek Samping Imunisasi Polio Tetes?
Ibu tidak perlu khawatir berlebihan, karena imunisasi polio tetes (OPV) umumnya sangat aman. Namun, seperti vaksin lain, ada kemungkinan timbul efek samping ringan seperti:
- Demam ringan
- Rewel atau gelisah
- Mual atau diare ringan
- Kemerahan ringan di sekitar area suntikan (untuk IPV)
Efek samping ini biasanya akan hilang dalam 1–2 hari. Bila Ibu merasa khawatir atau si Kecil menunjukkan gejala yang tidak biasa, segera konsultasikan ke dokter atau bidan.
Menurut WHO, risiko efek samping serius dari vaksin polio sangat jarang terjadi. Justru, risiko tertular penyakit polio jauh lebih besar bila si Kecil tidak diimunisasi.
Pentingnya Mengikuti Jadwal Imunisasi Polio
Setiap dosis vaksin polio saling melengkapi. Melewatkan satu dosis bisa membuat kekebalan tubuh si Kecil tidak terbentuk secara maksimal. Karena itu, Ibu disarankan untuk:
- Selalu mencatat jadwal imunisasi di buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak)
- Mengingatkan diri dengan reminder di ponsel
- Memastikan si Kecil dalam kondisi sehat saat akan diimunisasi
Jika si Kecil sedang demam atau kurang sehat, imunisasi bisa ditunda beberapa hari. Tapi jangan sampai lupa untuk mengejar jadwalnya kembali, ya Bu!
Imunisasi Polio Gratis di Puskesmas
Sebagai bagian dari Program Imunisasi Nasional, vaksin polio bisa Ibu dapatkan secara gratis di Puskesmas, Posyandu, atau rumah sakit milik pemerintah.
Pemerintah juga secara berkala mengadakan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) yang fokus memberikan imunisasi polio secara massal di seluruh Indonesia. Jadi, pastikan Ibu tidak melewatkan kesempatan ini, ya!
Nah, Bsekarang Ibu sudah tahu kan berapa kali bayi mendapatkan imunisasi polio? Jawabannya adalah minimal 6 kali: 4 kali tetes (OPV) dan 2 kali suntik (IPV), dimulai sejak bayi baru lahir sampai usia 18 bulan.
Jangan ragu untuk membawa si Kecil ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan imunisasi polio secara lengkap. Langkah kecil ini akan melindungi si Kecil dari penyakit besar di masa depan ya, Bu!
