Cara Menghilangkan Sakit Gigi Berlubang Agar Tidak Kambuh Lagi

Cara Menghilangkan Sakit Gigi Berlubang Agar Tidak Kambuh Lagi

Siapa nih yang giginya berlubang dan sering kambuh? Memang, tidak sedikit orang memiliki masalah gigi berlubang. Seperti menurut Kementerian Kesehatan RI, masalah gigi jadi salah satu dari tiga gangguan kesehatan tertinggi di Indonesia. 

Salah satu masalah yang paling banyak terjadi adalah gigi berlubang. Kondisi ini menjadikan penderitanya sering mengalami sakit gigi. Yuk, ketahui cara menghilangkan sakit gigi berlubang agar tidak kambuh lagi seperti di bawah ini! 

Risiko Gigi Berlubang Jika Dibiarkan

Sebelum membahas cara-cara menghilangkan sakit gigi akibat gigi berlubang, sebaiknya kamu perlu tahu risikonya terlebih dahulu. Sebab, membiarkan gigi berlubang justru bisa memicu kondisi yang semakin parah. 

Melansir berbagai sumber, berikut beberapa risiko gigi berlubang yang dibiarkan oleh penderitanya: 

1. Abses Gigi 

Risiko membiarkan gigi berlubang yang pertama adalah memicu terjadinya abses gigi. Kondisi ini ditandai dengan kumpulan nanah pada gusi akibat infeksi bakteri di dalam gigi atau gusi. 

Bakteri itu berasal dari gigi yang berlubang, kemudian menyebar ke jaringan lunak dan tulang di sekitar gigi. Apabila terus-terusan dibiarkan maka bisa menyebabkan pembengkakan, rasa nyeri yang sangat, hingga demam berkepanjangan. 

Oleh karenanya, penderita gigi berlubang harus segera melakukan penanganan yang tepat untuk mencegah terjadinya infeksi lebih parah. 

2. Sering Merasa Nyeri yang Sangat 

Selanjutnya, risiko yang juga bisa dialami penderita gigi berlubang adalah munculnya rasa nyeri yang sangat. Kondisi ini bahkan bisa terjadi secara intens atau berulang, terutama ketika sedang mengunyah, makan atau minum yang terlalu panas dan dingin, atau saat menyentuh gigi yang berlubang. 

Keadaan seperti itu bisa terjadi karena infeksi bakteri dari gigi berlubang menyentuh saraf gigi bagian dalam (pulpa). Akibatnya, muncul rasa nyeri yang tidak tertahan sehingga aktivitas sehari-hari bisa terganggu. 

3. Meningkatkan Risiko Gigi Lepas/Copot 

Gigi berlubang yang tidak segera ditangani juga bisa menyebabkan risiko lepas atau copot. Sebab, pada struktur gigi telah terjadi kerusakan yang parah. Akibatnya, struktur tersebut mengalami pelemahan sehingga sangat mudah untuk copot. 

Tidak hanya itu, akibat gigi yang copot juga akan menurunkan nilai estetika atau keindahan gigi. Kondisi seperti ini akan sangat berpengaruh pada tingkat percaya diri seseorang. Sebab, gigi yang copot akan menghasilkan ruang kosong yang sering membuat tidak percaya diri. 

4. Berisiko Memicu Penyakit pada Gusi

Penyakit pada gusi, seperti gingivitis dan periodontitis bisa disebabkan oleh masalah gigi berlubang. Alasannya, infeksi bakteri pada gigi berlubang bisa menyebar ke bagian gusi. Hal ini akan memicu peradangan pada gusi atau bahkan infeksi. 

Gusi yang mengalami peradangan atau gingivitis akan memunculkan gejala, seperti kemerahan, pembengkakan, dan berdarah. Adapun periodontitis umumnya ditandai dengan bentuk yang lebih parah, misalnya kerusakan pada tulang penyangga gigi. 

Hasilnya, apabila dibiarkan terus-menerus maka akan memicu gigi copot atau lepas seperti yang disebutkan sebelumnya. Oleh karenanya, memberikan penanganan yang tepat perlu dilakukan sesegera mungkin. 

5. Terkena Sinusitis 

Sinusitis merupakan peradangan yang terjadi pada lapisan dalam sinus atau rongga kecil berisi udara di tulang tengkorak. Biasanya, penderitanya mengalami pembengkakan, produksi lendir berlebih, hidung tersumbat, dan nyeri di wajah. 

Ternyata, sinusitis itu sendiri termasuk salah satu risiko dari gigi berlubang, lho. Sebab, infeksi pada gigi berlubang biasanya menyebar ke sinus. Oleh karenanya, jika dibiarkan akan menyebabkan sinusitis. 

6. Terjadi Sepsis 

Sepsis adalah keadaan darurat medis yang mengancam jiwa. Kondisi ini terjadi ketika tubuh merespon secara berlebih infeksi yang menyebabkan kerusakan pada jaringan organ tubuhnya sendiri. 

Risiko mengalami sepsis ternyata juga bisa karena gigi berlubang yang dibiarkan. Pasalnya, infeksi akibat gigi berlubang bisa menyebar ke aliran darah. Apabila sampai terjadi, tubuh biasanya memberikan respon, seperti demam, detak jantung cepat, napas yang cepat, dan kebingungan. 

Oleh karenanya, gigi yang bolong perlu ditangani agar mencegah risiko penderita mengalami sepsis. 

7. Postur Rahang Berubah 

Terakhir, risiko yang biasanya terjadi adalah perubahan pada postur rahang penderita. Hal ini karena gigi berlubang bisa menyebabkan terjadinya gigi copot atau kehilangan gigi. Kondisi ini kemudian mengakibatkan struktur gigi menjadi tidak lengkap. 

Hasilnya, penderita bisa mengalami perubahan pada postur rahang yang diiringi nyeri, sakit kepala, dan kesulitan membuka atau menutup mulut. Oleh karenanya, gigi berlubang harus segera ditangani dengan baik. 

Cek Juga: Rekomendasi Pasta Gigi untuk Gigi Berlubang

Cara Menghilangkan Sakit Gigi Berlubang Agar Tidak Kambuh Lagi

Kamu pasti tidak ingin mengalami risiko sakit gigi berlubang, bukan? Selain bisa memicu berbagai masalah kesehatan lain, rasa sakit ketika kambuh juga sangat mengganggu. Tapi, ada beberapa cara untuk menghilangkan sakit gigi berlubang, tentunya agar tidak kambuh lagi seperti: 

Perawatan Medis 

Perawatan masalah gigi berlubang yang memicu sakit secara intens dan berulang umumnya dilakukan dengan cara medis. Berikut langkah-langkah yang bisa kamu tempuh: 

1. Pemeriksaan dokter dan diagnosis 

Pemeriksaan dokter secara menyeluruh akan membantu kamu mengetahui masalah yang dialami, salah satunya gigi berlubang. Hasilnya, kamu akan mengetahui diagnosa dokter terhadap kondisi gigi kamu. 

Selanjutnya, dokter pasti akan memberikan resep obat untuk mengatasi rasa nyerinya atau merekomendasikan perawatan tertentu. Beberapa perawatan gigi berlubang yang umum, seperti tambal gigi, perawatan saluran akar, atau pencabutan gigi. 

2. Tambal gigi 

Selanjutnya, kamu bisa melakukan tambal gigi untuk menutup bagian yang berlubang. Cara ini untuk melindungi lapisan dentin yang memicu nyeri. Oleh karenanya, melakukan perawatan ini akan membantu meredakan nyeri akibat gigi berlubang. 

3. Perawatan saluran akar

Perawatan saluran akar akan dilakukan ketika gigi yang berlubang sudah mencapai pulpa (jaringan saraf dan pembuluh darah pusat). Prosesnya dilakukan dengan mengangkat bagian pulpa yang terinfeksi, membersihkan dan mendesinfeksi saluran akar, kemudian mengisinya dengan bahan pengisi khusus. 

Proses tersebut bertujuan untuk mencegah terjadinya infeksi yang semakin lebar. Tidak hanya itu, juga bisa untuk mempertahankan gigi agar kondisinya tidak semakin parah sehingga bisa lepas atau copot. 

4. Pencabutan gigi 

Perawatan dengan cara mencabut gigi dilakukan apabila kondisi lubang pada gigi sudah sangat parah. Artinya, melakukan perawatan lain tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap penderitanya. 

Meski demikian, perawatan cabut gigi juga bisa diikuti dengan perawatan yang lain, seperti opsi penggantian implan, jembatan gigi, atau gigi tiruan. Beberapa alternatif tersebut dilakukan untuk mengembalikan fungsi dan estetika. 

5. Penggunaan fluoride 

Fluoride merupakan mineral alami untuk memperkuat enamel gigi agar tahan terhadap asam dan mencegah gigi berlubang atau karies. Fluoride ini bisa ditemui dalam merek pasta gigi tertentu. Menggunakan pasta gigi dengan kandungan fluoride sangat baik untuk meredakan sakit gigi akibat gigi berlubang. 

Perawatan Alami 

Selain tindakan-tindakan medis, kamu juga bisa memilih perawatan alami yang lebih aman untuk kesehatan gigi dan mulut. Meski demikian, perawatan seperti ini biasanya perlu lebih sabar. Sebab, efeknya tidak selalu langsung bisa dirasakan, misalnya dengan menggunakan bahan-bahan alami berikut: 

1. Berkumur air garam yang hangat 

Air garam mengandung desinfektan alami yang bisa meredakan pembengkakan dan rasa nyeri akibat gigi berlubang. Hal ini menjadikan berkumur dengan air garam sangat bermanfaat untuk membantu menghilangkan nyeri agar tidak kambuh lagi. 

2. Mengompres dengan air dingin 

Selanjutnya, kamu juga bisa mengompres dengan air dingin. Caranya, kamu bisa menempelkan handuk yang telah dibasahi air dingin ke bagian pipi yang di dalamnya terasa nyeri. Air dingin memiliki sifat membantu peradangan. 

3. Menggunakan minyak cengkeh 

Minyak cengkeh mengandung sifat anti-inflamasi dan antiseptik. Keduanya sangat baik untuk membantu meredakan nyeri. Tidak hanya itu, juga untuk mencegah terjadinya infeksi lanjut akibat gigi berlubang. 

Caranya dengan mengoleskan minyak cengkeh ke area gigi atau gusi yang nyeri. Selanjutnya, diamkan beberapa saat hingga fungsi-fungsinya bekerja. Hasilnya, rasa nyeri akibat gigi berlubang bisa berkurang atau bahkan hilang. 

4. Menggunakan Pasta Gigi Herbal Waji 

Pasta Gigi Herbal Waji

Pasta Gigi Herbal Waji merupakan pasta gigi herbal yang diformulasikan dari 98% Bahan Alami, tanpa SLS dan Paraben. Pasta gigi ini juga mengandung bahan utama, yaitu siwak, minyak cengkeh, dan daun mint. 

Formulasi tersebut mampu memberikan 5 Proteksi Alami: 

  • Menjaga kesehatan gigi dan gusi. 
  • Mencegah gigi berlubang. 
  • Melindungi gigi dari plak. 
  • Menyegarkan napas dan mulut. 
  • Membuat gigi lebih cerah alami. 

Tidak hanya itu, menggunakan pasta gigi Waji juga bisa meredakan nyeri akibat gigi yang berlubang. Pasalnya, kandungan minyak cengkeh di dalamnya memiliki sifat anti-inflamasi dan antiseptik. 

Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, dapatkan produknya sekarang juga agar kamu bebas dari sakit gigi, terlebih yang sering kambuh! 

Keranjang Belanja
Chat dengan CS Waji
Scroll to Top