Jadwal Imunisasi Bayi 0-24 Bulan, Jangan Sampai Terlewat!

Jadwal Imunisasi Bayi 0-24 Bulan

Dari rangkaian jadwal imunisasi bayi 0-24 bulan, penting untuk memastikan tidak ada imunisasi yang terlewat demi kesehatan si kecil di masa mendatang.

Untuk itu, pastikan Ibu sudah tahu soal jadwal, urutan hingga apa saja jenis imunisasi yang harus dilakukan pada si kecil.


Menjadi orang tua, terutama di tahun-tahun pertama kehidupan si Kecil, memang penuh tantangan.

Salah satu hal penting yang tidak boleh dilewatkan adalah imunisasi.

Pasalnya, imunisasi membantu melindungi si Kecil dari berbagai penyakit menular yang bisa berdampak serius pada kesehatan bahkan nyawanya.

Yuk, pastikan tumbuh kembang si Kecil terlindungi sepenuhnya ya, Bu!

Pentingnya Imunisasi untuk Si Kecil

Sistem imun bayi yang baru lahir masih sangat rentan terhadap serangan virus dan bakteri. Nah, imunisasi itu sendiri berfungsi sebagai “latihan” bagi sistem kekebalan tubuh untuk membentuk antibodi terhadap penyakit tertentu.

Jadi, ketika si Kecil benar-benar terpapar bakteri atau virus penyebab penyakit, tubuhnya sudah siap melawan.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), imunisasi terbukti mampu menurunkan angka kesakitan, kecacatan, dan kematian akibat penyakit menular seperti:

  • Hepatitis B
  • Polio
  • Difteri
  • Pertusis (batuk rejan)
  • Tetanus
  • Campak
  • Meningitis
  • Pneumonia
  • Dan lainnya

Mengikuti jadwal imunisasi dasar lengkap membuat Ibu turut membantu membentuk kekebalan kelompok (herd immunity) yang penting untuk mencegah wabah di masyarakat.

Jadwal Imunisasi untuk Bayi dari Umur 0-24 Bulan

Berikut adalah jadwal imunisasi bayi berdasarkan rekomendasi terbaru dari IDAI 2023 dan Imunisasi Dasar Lengkap Kemenkes RI:

Usia 0 Bulan

  • Hepatitis B (HB-0): Diberikan dalam 24 jam setelah lahir, idealnya sebelum 12 jam pertama.
  • Polio tetes (OPV-0): Diberikan bersamaan dengan HB-0.
  • BCG: Diberikan setelah bayi berusia lebih dari 2.000 gram, dan sebaiknya sebelum usia 1 bulan.

Usia 2 Bulan

  • DPT-HB-Hib 1: Kombinasi vaksin untuk difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, dan Haemophilus influenzae tipe B.
  • Polio tetes 1 (OPV-1)
  • IPV 1: Polio suntik pertama.

Usia 3 Bulan

  • DPT-HB-Hib 2
  • Polio tetes 2 (OPV-2)

Usia 4 Bulan

  • DPT-HB-Hib 3
  • Polio tetes 3 (OPV-3)
  • IPV 2

Usia 6 Bulan

  • Hepatitis B 3
  • Influenza (opsional): Dapat diberikan dan diulang setiap tahun.

Usia 9 Bulan

  • Campak atau MR 1 (Measles-Rubella): Termasuk imunisasi wajib dari pemerintah.
  • Japanese Encephalitis (opsional): Untuk daerah endemis seperti Bali atau Nusa Tenggara.

Usia 12 Bulan

  • PCV booster (Pneumococcal Conjugate Vaccine): Mencegah infeksi paru dan selaput otak.
  • Varisela (opsional): Untuk mencegah cacar air.

Usia 15–18 Bulan

  • DPT-HB-Hib 4 (Booster)
  • Campak/MR 2
  • IPV 3: Sebagai booster.
  • MMR (opsional): Tambahan perlindungan terhadap gondongan dan rubella.

Usia 18–24 Bulan

  • Hepatitis A (opsional)
  • Tifoid (opsional)

Berapa Kali Imunisasi Sebaiknya Diberikan pada Bayi?

Pertanyaan umum yang sering muncul: “Imunisasi pada bayi berapa kali?” Jawabannya tentu saja tergantung jenis vaksin. Sebab, untuk vaksin kombinasi seperti DPT-HB-Hib, diberikan minimal 4 kali. Polio diberikan minimal 4–5 kali, sedangkan vaksin campak/MR diberikan 2 kali.

Secara keseluruhan, jika Ibu mengikuti jadwal imunisasi dasar lengkap dari Kemenkes dan rekomendasi IDAI, bayi akan menerima sekitar 12–15 kali imunisasi selama 2 tahun pertama.

Baca Juga: Berapa Kali Bayi Mendapatkan Imunisasi Polio​?

Urutan Imunisasi Bayi

Masing-masing imunisasi memiliki waktu pemberian yang telah disesuaikan dengan usia dan kesiapan sistem imun si Kecil. Karena itu, penting bagi Ibu untuk mengikuti urutan imunisasi bayi secara berurutan dan tidak asal menunda.

Keterlambatan imunisasi bisa menyebabkan:

  • Perlindungan yang tidak optimal
  • Risiko tertular penyakit lebih tinggi
  • Perlu jadwal kejar (catch-up schedule) yang mungkin lebih rumit

Jika ada imunisasi yang terlewat, segera konsultasikan ke dokter anak atau tenaga kesehatan untuk penyusunan ulang jadwal.

Imunisasi Dasar Lengkap Kemenkes Gratis dan Wajib

Ibu tidak perlu khawatir soal biaya karena imunisasi dasar lengkap Kemenkes disediakan secara gratis melalui puskesmas, posyandu, atau fasilitas kesehatan pemerintah lainnya.

Jenis imunisasi yang masuk dalam program imunisasi nasional (wajib):

  • Hepatitis B
  • BCG
  • Polio (tetes dan suntik)
  • DPT-HB-Hib
  • Campak/MR

Beberapa vaksin tambahan seperti PCV, MMR, atau rotavirus memang tidak termasuk dalam imunisasi wajib, namun sangat dianjurkan karena perlindungan yang diberikannya penting, apalagi jika ada risiko tinggi di lingkungan tempat tinggal.

Tips Menjalani Imunisasi dengan Nyaman

Agar proses imunisasi berjalan lancar dan si Kecil tetap nyaman, berikut beberapa tips yang bisa Ibu lakukan:

  1. Perhatikan kondisi kesehatan si Kecil
    Jangan bawa imunisasi jika sedang demam tinggi atau infeksi berat. Konsultasikan dulu ke dokter.
  2. Berikan ASI sebelum dan setelah imunisasi
    Ini membantu meredakan rasa nyeri sekaligus menenangkan si Kecil.
  3. Bawakan mainan favoritnya
    Mainan atau selimut favorit bisa membuat si Kecil lebih rileks saat disuntik.
  4. Catat semua jadwal dan jenis imunisasi
    Gunakan buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) untuk memantau jadwal dan mencatat setiap imunisasi yang telah diberikan.

Dampak Jika Bayi Tidak Diimunisasi

Imunisasi bukan hanya tentang perlindungan diri, tapi juga mencegah penyebaran penyakit ke anak lain. Anak yang tidak diimunisasi berisiko:

  • Terinfeksi penyakit berat seperti polio, campak, atau difteri
  • Mengalami komplikasi serius hingga kecacatan
  • Menjadi sumber penularan bagi anak-anak lain, terutama bayi yang belum cukup umur untuk imunisasi

Data dari WHO menunjukkan bahwa lebih dari 2 juta kematian anak di dunia berhasil dicegah setiap tahunnya berkat imunisasi.

Jadi, memberikan imunisasi lengkap dan tepat waktu adalah investasi jangka panjang untuk kesehatan si Kecil.

Dengan mengikuti jadwal imunisasi bayi 0-24 bulan, Ibu sudah membantu membentuk sistem imun yang kuat bagi si Kecil untuk masa depannya.

Ingat ya, imunisasi bukan hanya hak anak, tapi juga tanggung jawab kita sebagai orang tua. Yuk, pastikan si Kecil mendapat perlindungan optimal dari penyakit!

Keranjang Belanja
Chat dengan CS Waji
Scroll to Top