Kamu mungkin pernah melihat si Kecil mengeluh sakit gigi, menolak makan makanan tertentu, atau tampak tidak nyaman saat mengunyah. Tanda-tanda seperti ini bisa menjadi gejala karies gigi pada anak, salah satu masalah kesehatan mulut yang paling sering terjadi.
Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), karies gigi merupakan penyakit kronis paling umum pada anak di seluruh dunia dan dapat memengaruhi kualitas hidup mereka jika tidak ditangani dengan benar.
Lalu, apa yang menyebabkan karies muncul? Apa dampaknya dan bagaimana cara mengatasinya agar mereka bisa kembali tersenyum ceria? Yuk, simak pembahasan lengkapnya di bawah ini!
Apa Itu Karies Gigi?

Karies gigi adalah kondisi ketika enamel (lapisan terluar gigi) rusak karena aktivitas bakteri di dalam mulut. Bakteri ini memecah gula dari makanan dan menghasilkan asam yang perlahan-lahan mengikis gigi hingga membentuk lubang. Karies tidak hanya muncul pada anak besar, tetapi bahkan bisa menyerang balita atau bayi, terutama jika pola makan dan kebersihan mulut tidak dijaga.
Menurut American Academy of Pediatric Dentistry (AAPD), karies dapat berkembang dengan cepat pada anak karena enamel gigi susu lebih tipis dibandingkan gigi permanen. Itu sebabnya, pencegahannya harus dilakukan sejak dini.
Penyebab Karies Gigi pada Anak

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko karies pada si Kecil. Berikut faktor-faktor yang menjadi penyebab kenapa gigi anak cepat karies:
1. Konsumsi Gula Berlebih
Camilan manis, biskuit, permen, cokelat, dan minuman manis menjadi makanan favorit anak. Namun, seperti Ibu ketahui bahwa konsumsi gula berlebihan memberi “makanan” bagi bakteri, sehingga produksi asam meningkat.
Peningkatan asam pada mulut akan memicu terjadinya karies gigi. Kondisi seperti ini akan semakin parah, terlebih jika tidak diimbangi dengan rutin membersihkan gigi, seperti menyikat gigi minimal dua kali sehari.
2. Kebiasaan Minum Susu Sebelum Tidur
Bayi atau balita yang terbiasa tidur sambil menyusu dari botol memiliki risiko lebih tinggi mengalami early childhood caries. Kandungan laktosa dalam susu bisa menjadi sumber gula bagi bakteri. Minum susu sebelum tidur tanpa menyikat gigi setelahnya meningkatkan risiko karies gigi karena bakteri penyebab karies yang semakin berkembang.
3. Tidak Menyikat Gigi Secara Teratur
Banyak anak belum mampu menyikat gigi dengan benar. Tanpa pengawasan, sisa makanan dapat tertinggal dan menyebabkan plak menumpuk. Plak yang terus-terusan menumpuk tanpa dibersihkan secara rutin akan memicu gigi keropos. Hasilnya, anak akan mengalami karies gigi yang parah.
4. Kurangnya Paparan Fluoride
Fluoride berfungsi memperkuat enamel. Kekurangan fluoride membuat gigi si Kecil lebih mudah rapuh. Padahal, senyawa ini bisa didapatkan salah satunya dari sikat gigi yang digunakan. Oleh karenanya, orang tua perlu memilih pasta gigi yang mengandung fluoride.
5. Faktor Genetik dan Kesehatan Mulut Orang Tua
Penelitian menunjukkan bakteri penyebab karies dapat ditularkan dari orang tua ke anak melalui kebiasaan seperti berbagi sendok atau meniup makanan. Hal ini jarang disadari oleh orang tua bahwa bakteri penyebab karies bisa berpindah melalui penggunaan alat pribadi yang bersamaan.
Gejala Karies Gigi pada Anak
Ibu perlu waspada jika si Kecil menunjukkan tanda-tanda berikut pada giginya:
- Muncul bintik putih di permukaan gigi
- Ada lubang kecil atau tampak kerusakan
- Gigi sensitif saat makan dingin, panas, atau manis
- Bau mulut tidak sedap
- Nyeri saat mengunyah
- Gigi berubah warna menjadi kecokelatan atau kehitaman
Tanda-tanda tersebut umumnya telah menunjukkan bahwa si Kecil berisiko mengalami karies gigi. Oleh karenanya, Ibu perlu memastikan untuk tahu langkah-langkah yang harus dilakukan.
Cara Menghilangkan Karies Gigi pada Anak

Ibu mungkin bertanya-tanya, apakah karies gigi bisa disembuhkan? Perlu diketahui bahwa apabila si Kecil sudah mengalami karies, langkah paling tepat adalah melakukan penanganan medis.
Berikut beberapa tindakan medis yang umumnya dilakukan untuk mereka yang mengalami karies gigi:
1. Fluoride Treatment
Pada tahap awal (bintik putih), dokter gigi dapat memberikan aplikasi fluoride profesional untuk membantu memperkuat enamel dan menghentikan perkembangan karies.
Metode ini efektif jika karies masih dalam tahap awal dan belum membentuk lubang.
2. Penambalan Gigi (Filling)
Jika karies sudah membentuk lubang kecil hingga sedang, dokter akan membersihkan bagian gigi yang rusak lalu menambalnya. Ini mencegah kerusakan menjadi lebih besar.
Bahan tambalan untuk anak biasanya resin komposit yang aman dan estetis.
3. Perawatan Pulpa / Perawatan Saraf Gigi
Jika karies sudah mencapai bagian dalam gigi (pulpa), si Kecil mungkin memerlukan pulpotomi atau pulpektomi, yaitu perawatan saraf yang dilakukan pada gigi susu untuk menghilangkan infeksi. Metode ini penting untuk menjaga gigi susu tetap bertahan sampai saatnya tanggal secara alami.
4. Pencabutan Gigi (Ekstraksi)
Jika kerusakan terlalu parah dan tidak bisa diselamatkan, dokter mungkin menyarankan pencabutan. Namun, pencabutan gigi susu terlalu dini dapat memengaruhi posisi gigi permanen, sehingga sering kali disarankan pemasangan space maintainer.
Space maintainer adalah alat ortodontik pasif yang dipasang di mulut anak untuk mempertahankan ruang kosong akibat gigi sulung (gigi susu) yang tanggal terlalu dini. Alat ini fungsinya untuk mencegah gigi di sekitarnya bergeser dan memastikan gigi permanen tumbuh di posisi yang benar.
5. Silver Diamine Fluoride (SDF)
Menurut AAPD, SDF adalah salah satu teknik terbaru dan efektif untuk menghentikan perkembangan karies pada anak, terutama jika si Kecil belum siap menjalani penambalan.
Namun efek sampingnya adalah perubahan warna hitam pada area karies.
Cara Mencegah Karies Gigi pada Anak

Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Berikut beberapa langkah efektif untuk mencegah anak dari mengalami karies gigi:
1. Rutin Menyikat Gigi
Pastikan si Kecil menyikat gigi minimal dua kali sehari, yaitu setelah sarapan dan sebelum tidur. Kebiasaan ini akan menjaga kondisi gigi anak tetap bersih sepanjang hari. Tapi, perlu diketahui pula saat menyikat gigi, pastikan pasta gigi yang digunakan mengandung fluoride.
Menurut rekomendasi Kementerian Kesehatan RI dan AAPD berikut batasan aman kandungan fluoride dalam pasta gigi anak:
- Anak < 3 tahun: sebutir beras
- Anak 3–6 tahun: seukuran kacang polong
2. Batasi Konsumsi Gula
Sebagai orang tua, Ibu sangat perlu mengatur makanan yang dikonsumsi anak. Salah satu langkah yang sangat direkomendasikan adalah membatasi konsumsi gula:
- Mengurangi minuman manis
- Mengganti camilan tinggi gula dengan buah
- Memberi makanan manis hanya saat jam makan, bukan cemilan sepanjang hari
3. Tidak Memberi Susu Botol saat Tidur
Membatasi memberikan susu sebelum tidur akan mencegah perkembangan bakteri akibat sisa makanan, dalam hal ini susu. Sebab, susu yang dikonsumsi anak sebelum tidur tanpa menyikat gigi setelahnya akan menyebabkan perkembangan bakteri penyebab karies. Oleh karenanya, langkah ini untuk mencegah feeding bottle caries.
4. Rutin Kontrol ke Dokter Gigi
AAPD menyarankan anak mulai periksa gigi sejak usia 1 tahun. Pemeriksaan rutin setiap 6 bulan membantu mendeteksi masalah sejak awal. Langkah ini termasuk usaha mencegah karies gigi yang sangat efektif untuk anak-anak.
5. Gunakan Dental Sealant
Sealant adalah lapisan pelindung yang diaplikasikan pada gigi anak untuk mencegah penumpukan sisa makanan pada celah gigi geraham. Langkah ini akan membuat kondisi gigi tetap bersih sehingga menurunkan risiko terjadinya karies.
Apakah Karies Gigi Perlu Dicabut?

Mencabut gigi yang mengalami karies bisa dilakukan dalam beberapa kondisi. Seperti yang telah disebutkan, salah satu kondisi yang umumnya memerlukan tindakan pencabutan gigi adalah ketika karies gigi dalam kondisi parah.
Artinya, berbagai perawatan lain sudah tidak bisa dilakukan untuk membantu mengatasinya. Oleh karenanya, tindakan mencabut gigi bisa dilakukan, namun oleh tenaga profesional seperti dokter gigi.
Agar kondisi tersebut tidak terjadi, pastikan Ibu mengajarkan merawat gigi yang baik pada si Kecil. Caranya dengan menyikat gigi secara rutin dengan Pasta Gigi Herbal Waji. Diformulasikan dengan 98% bahan alami, tanpa SLS dan paraben, efektif mencegah dari karies gigi.

Selain itu, Pasta Gigi Herbal juga mampu memberikan 5 Proteksi Alami:
- Menjaga kesehatan gigi dan gusi
- Mencegah gigi berlubang
- Melindungi gigi dari plak
- Menyegarkan napas dan mulut
- Membuat gigi lebih cerah alami
Banyaknya manfaat tersebut dikarenakan kandungan bahan alaminya, yaitu siwak, minyak cengkeh, dan daun mint. Bahan alami ini membuat pasta gigi Waji sangat aman digunakan oleh semua orang, termasuk anak-anak yang rawan karies.
Yuk, dapatkan produknya sekarang juga melalui website resminya di www.wajiofficial.id!
