6+ Tips Agar Anak Tidak Demam Setelah Imunisasi DPT

Agar Anak Tidak Demam Setelah Imunisasi DPT

Imunisasi DPT adalah langkah penting untuk melindungi si Kecil dari tiga penyakit berbahaya, seperti difteri, pertusis (batuk rejan), dan tetanus.

Meski manfaatnya sangat besar, tidak sedikit Ibu yang merasa cemas karena efek samping imunisasi DPT, seperti demam atau rewel pada si Kecil. 

Lalu, apa saja tips agar anak tidak demam setelah imunisasi DPT? Simak ulasan lengkap berikut ini ya, Bu!

Kenapa Anak Bisa Demam Setelah Imunisasi DPT?

Demam ringan setelah imunisasi DPT sebenarnya adalah reaksi normal tubuh terhadap vaksin. Ini menandakan bahwa sistem imun si Kecil sedang bekerja membentuk kekebalan.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), demam ringan, nyeri, dan bengkak di area suntikan bisa muncul 24 jam setelah imunisasi dan akan membaik dalam 1–3 hari. 

Namun, bukan berarti Ibu tidak bisa mencegah atau mengurangi kemungkinan demam ini. Dengan langkah yang tepat, Ibu bisa bantu menjaga kenyamanan dan kesehatan si Kecil setelah imunisasi.

Suhu Normal Bayi Setelah Imunisasi DPT

Setelah imunisasi, suhu tubuh si Kecil perlu dipantau dengan seksama. Suhu tubuh normal bayi berada di kisaran 36,5°C hingga 37,5°C. Jika suhu tubuh naik di atas angka tersebut, berarti si Kecil mengalami demam.

Jika suhunya mencapai 38°C atau lebih, sebaiknya Ibu memberikan penanganan ringan seperti kompres hangat atau pemberian parasetamol sesuai dosis anjuran dokter. Jangan lupa untuk terus memantau suhu setiap beberapa jam, ya Bu! 

Tips Agar Anak Tidak Demam Setelah Imunisasi DPT

Berikut beberapa langkah yang bisa Ibu lakukan untuk mengurangi risiko demam pada si Kecil setelah imunisasi DPT:

1. Berikan ASI atau Susu Formula Secara Teratur

ASI mengandung antibodi alami yang membantu tubuh si Kecil melawan infeksi dan memperkuat daya tahan tubuh. Memberikan ASI secara rutin sebelum dan setelah imunisasi membantu menjaga kondisi tubuhnya tetap optimal.

2. Pastikan si Kecil Dalam Kondisi Sehat Saat Imunisasi

Sebaiknya, tunda imunisasi jika si Kecil sedang demam tinggi atau sakit berat. Konsultasikan dengan dokter untuk memastikan bahwa si Kecil dalam kondisi yang cukup sehat untuk menerima vaksin. Hal ini akan meminimalkan dampak yang muncul setelah imunisasi. 

3. Kompres Area Suntikan

Setelah imunisasi, Ibu bisa mengompres area suntikan dengan kain bersih yang dibasahi air hangat untuk mengurangi bengkak dan rasa nyeri. Hindari mengurut area suntikan, ya Bu. Alasannya, mengurutnya justru berpotensi memicu pembengkakan semakin parah atau nyeri yang tidak bisa tertahan. 

4. Pakaikan Baju yang Nyaman dan Menyerap Keringat

Pastikan si Kecil memakai baju berbahan lembut dan longgar agar tubuhnya tetap sejuk. Ini bisa membantu menstabilkan suhu tubuh dan menghindari peningkatan suhu berlebih. Selain itu, bayi juga lebih rileks dalam menerima vaksinasi. 

5. Pantau Suhu Tubuh Secara Berkala

Gunakan termometer digital untuk mengecek suhu tubuh si Kecil setiap 3–4 jam setelah imunisasi. Semakin cepat deteksi demam, semakin cepat juga penanganannya. Hal ini akan mencegah terjadinya kondisi-kondisi yang tidak diinginkan. 

6. Konsultasikan Obat Penurun Demam ke Dokter

Beberapa dokter mungkin memberikan resep paracetamol sebagai tindakan pencegahan demam. Namun, pemberian obat sebaiknya hanya dilakukan setelah konsultasi, terutama untuk bayi di bawah 3 bulan.

Baca Juga: Jadwal Imunisasi Bayi 0-24 Bulan, Jangan Sampai Terlewat

Cara Mengatasi Bayi Rewel Setelah Imunisasi DPT 1

Rewel setelah imunisasi DPT 1 adalah hal yang cukup umum. Ibu tidak perlu panik karena berikut beberapa cara mengatasinya:

  • Peluk dan gendong si Kecil lebih sering. Kontak kulit ke kulit memberi kenyamanan emosional yang dibutuhkan si Kecil.
  • Ciptakan suasana tenang. Matikan televisi atau suara bising di rumah agar si Kecil bisa beristirahat dengan nyaman.
  • Berikan ASI lebih sering. Ini tidak hanya menenangkan tapi juga membantu meningkatkan daya tahan tubuh si Kecil.
  • Gunakan kompres hangat di area suntikan. Ini membantu mengurangi rasa tidak nyaman.

Tanda Bahaya Setelah Imunisasi DPT

Walaupun sebagian besar efek samping imunisasi DPT bersifat ringan dan sementara, Ibu tetap perlu waspada terhadap tanda-tanda bahaya yang memerlukan perhatian medis segera:

  • Suhu tubuh >39°C dan tidak turun setelah diberi penurun demam
  • Kejang atau tubuh si Kecil kaku
  • Menangis terus-menerus lebih dari 3 jam tanpa sebab yang jelas
  • Pembengkakan parah di area suntikan
  • Ruam menyebar atau reaksi alergi berat seperti wajah bengkak atau sulit bernapas

Jika tanda-tanda di atas muncul, segera bawa si Kecil ke fasilitas kesehatan terdekat ya, Bu. Pastikan bahwa ia tidak terlambat untuk mendapatkan penanganan yang tepat. 

Pantangan Setelah Imunisasi DPT

Untuk mempercepat pemulihan, ada beberapa hal yang sebaiknya dihindari setelah imunisasi DPT:

  • Jangan memijat area suntikan. Ini bisa memperparah pembengkakan dan membuat si Kecil semakin tidak nyaman.
  • Hindari memberi obat sembarangan. Penggunaan antibiotik atau obat penurun demam tanpa resep bisa membahayakan si Kecil.
  • Jangan memandikan si Kecil dengan air dingin. Mandi boleh saja, asal dengan air hangat dan cepat agar tubuhnya tetap hangat.
  • Jangan ajak bepergian jauh. Biarkan si Kecil beristirahat di rumah minimal 24 jam setelah imunisasi.

Imunisasi DPT adalah perlindungan penting bagi si Kecil, namun efek samping seperti demam dan rewel bisa membuat Ibu khawatir.

Dengan mengikuti tips agar anak tidak demam setelah imunisasi DPT, Ibu bisa membantu menjaga kenyamanan dan kesehatan si Kecil selama masa pemulihan.

Tidak hanya itu, Ibu juga perlu memantau suhu tubuh, memperhatikan tanda-tanda bahaya, dan jangan ragu berkonsultasi dengan dokter jika ada yang mengkhawatirkan. Dengan persiapan dan penanganan yang tepat, imunisasi bisa berjalan lancar dan si Kecil tetap ceria. Yuk, pastikan si Kecil mendapatkan imunisasi yang lengkap! 

Keranjang Belanja
Chat dengan CS Waji
Scroll to Top