Pertanyaan tersebut tentunya sering dilontarkan oleh Ibu yang baru punya bayi. Pasalnya, ada banyak informasi yang sering membuat bingung orang tua. Ada yang mengatakan air hangat baik untuk bayi sedangkan air dingin tidak.
Lalu, manakah yang benar? Artikel ini akan membahas suhu air yang direkomendasikan untuk memandikan bayi. Selain itu, juga mengenai waktu dan manfaatnya. Yuk, simak selengkapnya di bawah ini agar tidak bingung lagi!
Seberapa Hangat Air untuk Mandi Bayi?

Secara umum, bayi memang disarankan untuk mandi dengan air hangat. Seperti melansir laman National Health Service (NHS), salah satu tahapan memandikan bayi adalah menambahkan atau mencampur air panas dengan air dingin. Tujuannya untuk mendapatkan air yang hangat.
Alasannya, bayi memiliki suhu tubuh yang belum bisa secara cepat menyesuaikan dengan lingkungannya. Kondisi ini membuat mereka kurang bisa menerima suhu yang panas atau dingin. Oleh karenanya, sangat perlu bagi orang tua mengatur suhu air hangat untuk mandi bayi.
Tapi, seberapa hangat air untuk mandi bayi? Ibu mungkin mempertanyakan hal ini juga. Sebab, suhu hangat pada orang dewasa belum tentu dirasa hangat pula oleh bayi. Bisa jadi, bagi mereka masih terlalu panas atau dingin.
Melansir berbagai sumber, suhu ideal air yang digunakan untuk mandi bayi adalah 38 derajat Celcius atau 100 Fahrenheit. Suhu ini dinilai ideal karena sangat mirip dengan suhu tubuh normal manusia, baik bayi maupun orang dewasa. Hasilnya, memandikan bayi dengan suhu 38 derajat akan membuatnya tetap aman.
Selain itu, orang tua juga perlu mengatur suhu ruangan bayi agar tetap normal. Hal ini akan mendukung suhu tubuhnya tetap normal meski sedang mandi atau setelahnya. Pasalnya, pengaruh suhu ruangan terhadap kondisi bayi juga sangat signifikan.
Berikut tips mencampurkan air panas dan dingin untuk mandi bayi:
- Siapkan bak mandi bayi dan isi dengan air dingin sekitar 8 cm.
- Tambahkan air panas hingga suhu air terasa hangat, kira-kira tingginya 10 cm.
- Aduk agar air panas tersebar merata hingga tidak ada yang terasa dingin atau panas.
- Celupkan siku Ibu untuk memastikan bahwa suhunya sudah normal seperti suhu tubuh Ibu.
- Periksa kembali suhu air sebelum benar-benar memasukkan bayi ke dalamnya.
Itulah tips yang bisa Ibu terapkan di rumah ketika menyiapkan air hangat untuk si Kecil. Melakukan tips tersebut akan menghindarkan bayi dari mengalami risiko yang bisa ditimbulkan, seperti kedinginan atau kepanasan setelah mandi. Oleh karenanya, perlu diperhatikan dengan baik ya, Bu.
Baca Juga: 4 Ciri Ciri Ruam Popok Akan Sembuh
Bayi Mandi Air Hangat Sampai Usia Berapa?

Saat baru lahir, umumnya bayi mandi dengan air hangat, namun tidak selamanya. Sebab, seiring bertambahnya usia, bayi tidak perlu lagi mandi dengan air hangat. Selain itu, pada kondisi tertentu, seperti bayi dengan kulit sensitif, ruam atau dermatitis atopik memang tidak disarankan mandi dengan air hangat.
Larangan tersebut dikarenakan suhu air yang hangat akan mengambil minyak alami kulit. Akibatnya, kondisi kulit jadi lebih kering dan kurang baik untuk bayi. Bahkan, pada beberapa kasus bisa memicu keadaan kulit yang semakin parah. Oleh karenanya, ada batasan-batasan penggunaan air hangat untuk memandikan bayi.
Adapun untuk batasan umur menurut dr. Cynthia dalam laman Suara, disebutkan bahwa bayi usia 28 hari telah melewati fase new born. Artinya, orang tua perlu secara perlahan mengurangi kadar hangat dalam air mandinya. Tapi, tetap harus disesuaikan dengan kondisi bayi.
Sebab, bayi yang lahir dengan berat badan lebih rendah (BBLR), yaitu kurang dari 2,5 kg maka hanya perlu dibersihkan dengan kain lap basah hangat. Hal ini dikarenakan bayi memiliki kadar lemak yang rendah sehingga mudah kedinginan.
Oleh karenanya menurut dr. Cynthia, setelah berat bayi lebih dari 2,5 kg maka Ibu bisa memandikannya seperti anak-anak pada umumnya. Tapi, Ibu juga bisa memandikan si Kecil cukup 1-2 kali sehari. Itulah batasan usia dan berat badan untuk bayi mulai bisa mandi dengan air dingin.
Baca Juga: Manfaat Berenang untuk Bayi, Lebih dari Sekadar Bermain!
Kapan Bayi Boleh Mandi Air Dingin?
Seperti yang telah disebutkan, bayi boleh mandi air dingin setelah usia 28 hari dan berat badannya lebih dari 2,5 kg. Meski demikian, Ibu perlu memastikan bahwa air dingin yang digunakan bukanlah air yang sangat dingin. Artinya, perlu ada tahapan mengurangi suhu dari hangat menjadi dingin.
Pasalnya, memberikan si Kecil air dingin secara langsung ketika mandi bisa mengagetkannya. Hal ini tentu akan memberikan efek tertentu pada bayi, seperti kedinginan, demam, dan lain sebagainya.
Kondisi tersebut dipengaruhi oleh suhu tubuhnya yang belum secara otomatis bisa menerima perubahan suhu yang drastis. Oleh karenanya, perlu pengenalan secara bertahap akan penurunan suhu air yang digunakan untuk mandi.
Cara Membiasakan Bayi Mandi Air Dingin

Mandi air dingin adalah aktivitas yang perlu dibiasakan, terutama untuk bayi. Sebab, mereka pasti terbiasa mandi dengan air hangat. Adapun cara-cara membiasakannya seperti:
1. Lakukan Transisi Secara Bertahap
Perubahan kebiasaan dari mandi air hangat ke dingin perlu dilakukan secara bertahap. Hal ini akan lebih aman untuk bayi, terlebih dengan kondisi tubuhnya yang masih perlu penyesuaian suhu lingkungannya.
Cara melakukannya bisa dengan mengurangi suhu kehangatan air secara perlahan. Sebelumnya, bayi mandi dengan suhu air 38 derajat Celcius. Perlahan, Ibu bisa menguranginya menjadi, 36 derajat Celcius dan seterusnya hingga suhu normal air.
Melakukannya secara bertahap akan membantu bayi lebih mudah beradaptasi dengan suhu lingkungannya. Hal ini juga akan mencegahnya dari berbagai hal yang tidak diinginkan.
2. Perhatikan Kondisi Bayi
Tetap memperhatikan kondisi kesehatan bayi menjadi cara yang penting untuk membiasakannya mandi air dingin. Pasalnya, kondisi tubuhnya akan sangat memengaruhi waktu untuk mengenalkan suhu dingin. Hal ini memerlukan kondisi yang sehat agar tidak menimbulkan efek-efek negatif, seperti kedinginan dan demam.
Selain itu, juga membantu tubuh bayi untuk mulai menyesuaikan suhu lingkungannya dengan mudah. Oleh karenanya, cara ini sangat penting untuk diperhatikan setiap orang tua.
3. Buat Suasananya Menyenangkan
Memandikan bayi tidak melulu hanya membasuh badan dengan air, tapi bisa juga dibuat menyenangkan. Misalnya, Ibu bisa sambil mengajaknya berbicara, menunjukkannya mainan, dan berbagai hal lain yang membuat bayi tidak terlalu fokus dengan perubahan yang terjadi. Selain itu, juga agar bayi tidak terlalu tegang menghadapi perubahan yang dia rasakan.
4. Perhatikan Suhu Udara Ruangan
Selain suhu air yang digunakan untuk mandi, suhu ruangan juga sangat perlu untuk diatur. Ibu perlu memastikan bahwa suhu ruangan tempat bayi mandi dan setelahnya dalam keadaan normal, artinya tidak terlalu dingin atau panas. Suhu ruangan ini akan mendukung tubuh dalam menyesuaikan diri. Hasilnya, ia akan lebih siap untuk mengalami perubahan dalam suhu air mandinya.
5. Batasi Durasi Mandi
Memandikan bayi tidak perlu terlalu lama. Ibu hanya perlu memastikan bahwa seluruh badannya telah dibersihkan. Sebab, aktivitasnya yang masih terbatas tidak membuat badannya terlalu kotor sehingga perlu mandi dengan lama. Oleh karenanya, durasi mandi tidak perlu lamai, terutama bagi mereka yang masih dalam proses perubahan dari mandi menggunakan air hangat ke air dingin.
6. Lakukan Secara Konsisten
Awalnya, membiasakan mandi air dingin pasti akan membuat si Kecil kurang nyaman. Tapi, kondisi ini tidak seharusnya membuat Ibu mengurungkan niat. Pasalnya, melakukan kebiasaan mandi dengan air dingin secara konsisten akan membuat bayi jadi terbiasa. Hal ini akan semakin mempermudah tubuh bayi dalam beradaptasi dengan suhu di lingkungannya.
Manfaat Bayi Mandi Air Hangat
Perlu Ibu ketahui, memandikan bayi dengan air hangat pada awal kehidupannya bukanlah tanpa alasan. Sebab, ada berbagai manfaatnya seperti:
- Membantu menenangkan tubuh dan meningkatkan kualitas tidur bayi.
- Meningkatkan sirkulasi darah ke seluruh tubuh.
- Membantu menenangkan pikiran bayi.
- Membantu mengurangi kembung di perut bayi.
- Membantu melancarkan pernapasan bayi.
Manfaat Bayi Mandi Air Dingin
Meski air hangat punya banyak manfaat, namun Ibu tidak perlu khawatir jika akan membiasakan si Kecil mandi air dingin. Pasalnya, air dingin juga punya banyak manfaat untuk bayi seperti:
- Membantu menyegarkan tubuh bayi.
- Membantu tubuh dalam beradaptasi dengan suhu di lingkungannya.
- Membantu tubuh lebih rileks sehingga nyaman dalam beraktivitas.
Jadi, sebaiknya bayi mandi air hangat atau dingin? Melihat manfaatnya, keduanya sama-sama baik. Oleh karenanya, Ibu tidak perlu khawatir untuk memulai membiasakan si Kecil mandi dengan air dingin.

Apabila bayi mengalami kedinginan setelah mencoba mandi dengan air dingin, Ibu hanya perlu memastikan tubuhnya kembali hangat. Caranya dengan memakaikan baju yang hangat dan menggunakan Waji Minyak Telon Plus.
Minyak telon dari 9 bahan alami ini mampu memberikan 4 Perlindungan Alami, salah satunya membantu menghangatkan tubuh bayi. Pasalnya, terdapat kandungan minyak alami, seperti minyak kayu putih, minyak adas, minyak bawang merah, dan minyak adas manis.
Berbagai minyak tersebut memiliki kandungan yang sangat bermanfaat untuk membantu tubuh kembali hangat, terutama dalam keadaan dingin. Oleh karenanya, sangat baik untuk bayi yang sedang dalam proses membiasakan mandi dengan air dingin.
Yuk, dapatkan produknya sekarang juga untuk teman si Kecil belajar mandi dengan air dingin! Waji Minyak Telon Plus, Sehangat Kasih Ibu.
