Cara Menggendong Bayi yang Benar dan Bikin Si Kecil Nyaman

Cara Menggendong Bayi yang Benar dan Bikin Si Kecil Nyaman

Apakah Ibu sudah bisa menggendong si Kecil dengan benar? Aktivitas menggendong memang sudah seharusnya dipahami setiap orang tua, baik Ibu maupun Ayah. Meski demikian, belum semua orang tua ternyata memahami cara yang benar. 

Padahal, cara menggendong yang dilakukan orang tua akan sangat memengaruhi kondisi bayi. Sebab, pada kondisi tubuh bayi belum sempurna layaknya orang dewasa. Oleh karenanya, Ibu harus tahu cara menggendong bayi yang benar dan akibatnya jika salah. 

Yuk, simak selangkapnya di bawah ini, Bu! 

Bagaimana Cara Menggendong Bayi dengan Benar?

cara menggendong bayi

Sebelum membahas cara-caranya, Ibu harus tahu terlebih dahulu tentang aktivitas ini beserta manfaatnya. Menggendong bayi adalah praktik memegang atau membawa bayi dekat dengan tubuh yang menggendongnya. 

Aktivitas ini biasanya dilakukan dengan tangan atau menggunakan alat bantu tertentu, seperti kain gendongan (babywearing). Melansir laman Kemenkes RI, ada berbagai manfaat yang bisa didapatkan, baik bagi bayi maupun orang tua: 

  1. Manfaat bagi Bayi 
  • Mengurangi tangisan
  • Menggantikan waktu tengkurap (tummy time
  • Membantu perkembangan indra penciuman
  • Mendukung tidur yang nyenyak dan lama 
  • Mendukung skin to skin antara bayi dengan orang tua 
  • Meningkatkan durasi waktu menyusui 
  • Meningkatkan perkembangan kekuatan otot 
  • Menyediakan lingkungan yang aman untuk tidur 
  • Mengatur suhu badan, pernapasan, dan denyut jantung 
  1. Manfaat bagi Orang Tua 
  • Membantu hubungan yang erat dengan anak 
  • Membantu mengurangi kegelisahan 
  • Membantu melepaskan hormon oksitosin (hormon kebahagiaan) 

Lalu, bagaimana cara menggendong bayi yang benar untuk mendapatkan berbagai manfaat tersebut? Masih dalam laman Kemenkes, dr. Astrid Pramarini (Konsultan menggendong bayi dari Trainee School of Babywearing UK) menyebutkan teknik TICKS untuk menggendong bayi agar tetap aman dan nyaman. 

Adapun lima aturan yang termasuk dalam teknik TICKS yang dimaksud seperti: 

1. Tight (Ketat) 

Aturan pertama yang harus dilakukan orang yang akan menggendong bayi adalah melakukannya dengan ketat. Artinya, eratkan gendongan sehingga badan anak menempel seperti dipeluk. 

Langkah ini akan membantu bayi merasa aman dan nyaman. Selain itu, juga mencegah dari hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya terjatuh. Meski demikian, Ibu tidak perlu melakukannya terlalu ketat. Sebab bisa membuat si Kecil sulit bernapas. 

2. In View at All Times 

Aturan selanjutnya adalah memosisikan wajah anak agar selalu terlihat. Maksudnya, ketika menggendong bayi jangan sampai posisi wajahnya justru menunduk atau menempel, baik pada dada atau belikat. Pasalnya, kondisi ini justru akan membuat bayi sulit bernapas. 

Sebaliknya, posisi wajah yang selalu terlihat akan memperlancar proses bernapas. Selain itu, juga akan mempermudah penggendong untuk melihat wajah anak. Kondisi ini akan meningkatkan kenyamanan, baik bagi bayi maupun orang tua. 

3. Close Enough to Kiss 

Pastikan kepala anak terjangkau untuk dicium. Kondisi ini memastikan bahwa kepala bayi dekat dengan kepala yang menggendongnya. Caranya dengan memposisikan bayi tegak di dada penggendong. Hal ini memastikan kepala bayi tepat di bawah dagu atau dada penggendongnya. 

4. Keep Chin of The Chest 

Pastikan dagu bayi tidak menempel ke dadanya. Tujuannya untuk memastikan bahwa saluran pernapasannya tidak terganggu. Sebab, apabila dagunya menempel di dada maka saluran pernapasannya akan terganggu dan menyebabkan kesulitan bernapas. 

5. Supported Back 

Terakhir, pastikan menggunakan gendongan yang bisa menyangga punggung bayi sampai leher. Alat ini akan membantu setiap yang menggendong memberikan kenyamanan dan keamanan sempurna pada bayi ketika digendong. Oleh karenanya, penting untuk Ibu memilih menggunakan gendongan yang sesuai. 

Itulah teknik TICKS menggendong bayi yang bisa Ibu coba di rumah. Teknik ini tidak hanya berlaku untuk orang tua, namun juga semua orang yang ingin menggendong bayi. Oleh karenanya, kemampuan menggendong bayi yang benar harus dimiliki setiap orang. 

Apa Akibat Salah Menggendong Bayi?

Salah menggendong bisa memberikan beberapa dampak negatif pada bayi. Melansir berbagai sumber, berikut beberapa dampak yang umumnya diterima oleh bayi: 

1. Displasia Panggul (Hip Dysplasia) 

Akibat salah menggendong yang pertama adalah displasia panggul. Kondisi ini merupakan tidak berkembangnya panggul bayi akibat kaki yang menggantung lurus ketika digendong. Masalah kesehatan ini nantinya bisa meningkatkan risiko kesulitan berjalan dan nyeri di kemudian hari. 

2. Skoliosis 

Selanjutnya, akibat yang juga sering dialami adalah skoliosis. Ini merupakan kelainan bentuk tulang belakang yang melengkung ke samping. Keadaan seperti ini salah satunya bisa diakibatkan karena menggendong bayi dengan posisi tidak seimbang. 

Posisi yang umumnya terjadi adalah terlalu lama di salah satu sisi, baik itu kanan maupun kiri. Akibatnya, tulang belakang bisa melengkung ke samping, sesuai sisi yang terlalu lama untuk menggendong. 

3. Spondylosis 

Spondylosis adalah kondisi kemunduran atau menurunnya fungsi tulang belakang. Biasanya, keadaan seperti ini dialami oleh orang dewasa. Namun, pada kasus tertentu seperti menggendong bayi yang salah dan terus-menerus juga bisa memicu spondylosis. 

Pasalnya, kesalahan menggendong bayi memicu tekanan berlebih pada tulang belakang. Akibatnya bisa muncul di kemudian hari. Oleh karenanya, Ibu perlu waspada akan masalah ini. 

4. Gangguan Perkembangan Motorik 

Perkembangan motorik pada bayi sangatlah penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya. Tapi, kesalahan menggendong ternyata bisa memicu gangguan perkembangan motorik. 

Alasannya, kesalahan seperti menggendong terlalu lama dan pada sisi yang sama akan memicu saraf sulit bergerak. Akibatnya, tubuhnya tidak bisa bergerak secara bebas, padahal kebebasan bergerak saat bayi akan menentukan pertumbuhannya ketika dewasa. 

5. Masalah Pernapasan 

Seperti telah disebutkan, posisi menggendong sangat menentukan kenyamanan bayi. Pasalnya, posisi yang salah akan memicu masalah, seperti kesulitan bernapas dan lain sebagainya. Padahal, masalah pernapasan ini bisa berakibat fatal pada beberapa kondisi sehingga perlu diwaspadai. 

Itulah 5 akibat salah menggendong bayi yang harus Ibu ketahui. Memahami berbagai akibat tersebut akan membantu Ibu lebih waspada, terutama untuk melakukan pencegahan-pencegahan yang termasuk faktor pemicunya. 

Cara Menggendong Bayi Sesuai Usia (1 bulan, 2 bulan, dst.)

Bayi 3 bulan sebaiknya digendong seperti apa? Apabila Ibu memiliki si Kecil yang usianya 1 bulan, 2 bulan, dst., ada beberapa perbedaan cara menggendong yang harus diketahui. Biasanya, perbedaan ini dikelompokkan berdasarkan usia seperti: 

1. Menggendong Bayi Baru Lahir Hingga 2 Bulan 

Bayi baru lahir masih sangat lemah sehingga belum mampu menopang kepalanya sendiri. Menggendong bayi baru lahir hingga usia 2 bulan bisa Ibu lakukan dengan menyelipkan satu tangan antara kepala dan leher bayi. Selain itu, juga dengan meletakkan tangan lain untuk menopang punggung dan bokongnya. 

Selanjutnya, Ibu harus secara perlahan mengubah posisi dengan menopang bagian punggung, leher, dan kepala bayi dalam satu lengan. Bahkan, Ibu juga bisa menggendong dengan posisi tegak dengan tahapan mengangkat tubuh bayi secara perlahan dan letakkan pada satu bahu dengan posisi tengkurap. 

Terakhir, gunakan satu tangan untuk menopang kepala dan tangan lainnya untuk menopang tubuh bayi pada bagian bawah. Itulah yang bisa Ibu lakukan untuk mereka yang baru lahir hingga usia 2 bulan. 

2. Menggendong Bayi Usia 3-4 Bulan 

Selanjutnya, pada bayi usia 3-4 bulan, Ibu bisa melakukan langkah seperti: 

  • Angkat kepala secara perlahan 
  • Gendong bayi dengan posisi duduk menghadap ke depan 
  • Topang kepala bayi dengan tangan agar nyaman. 

3. Menggendong Bayi Usia 5-6 Bulan 

Saat si Kecil memasuki usia 5-6 bulan, Ibu bisa menggendong dengan cara: 

  • Gunakan alat untuk menggendong bayi 
  • Gendong dengan posisi menghadap ke depan
  • Posisi kaki bisa melingkar pada pinggang
  • Topang kepalanya hanya dengan satu tangan 

Langkah tersebut bisa dilakukan karena anak bayi usia 5-6 bulan biasanya sudah bisa menopang kepalanya sendiri. 

4. Menggendong Bayi Usia 7 Bulan dan Seterusnya 

Usia 7 bulan, biasanya bayi sudah bisa mengangkat bahu dan kepalanya sendiri. Hal ini memudahkan Ibu untuk melakukan gendongan dengan alat seperti gendongan (baby carrier). Alat ini akan membantu si Kecil lebih aman dan nyaman selama digendong. 

Itulah beberapa cara yang bisa Ibu lakukan untuk menggendong bayi sesuai usianya. Menyesuaikan cara menggendong dengan usia bayi akan membuatnya lebih nyaman. Tapi, Ibu juga harus tahu bahwa kebiasaan menggendong tidak jarang menyebabkan kulit jadi lembap, meradang, dan lain sebagainya. 

Jadi, Ibu perlu memberikannya Waji Baby Cream Calm & Soft. Diformulasikan dari ekstrak bahan alami, seperti marigold, pegagan, dan alga cokelat mampu memberikan 4 in 1 Formulation for Baby Skin: 

Waji Baby Cream Calm & Soft
  • Menenangkan, melembapkan, melindungi, dan merawat kulit bayi. 
  • Aman untuk kulit bayi yang sensitif dan rentan alergi. 
  • Sudah teruji oleh dermatolog. 
  • Menyesuaikan dengan pH alami kulit bayi agar tetap sehat dan lembut. 
  • Perlindungan ekstra untuk menjaga skin barrier bayi tetap kuat. 
  • Menghidrasi, menutrisi, dan memperbaiki kulit. 

Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, dapatkan produknya sekarang juga melalui website resminya di www.wajiofficial.id

Keranjang Belanja
Chat dengan CS Waji
Scroll to Top