Tidak semua orang tahu caranya menggendong bayi yang benar. Beberapa dari mereka bahkan menggendongnya dengan cara yang salah. Padahal, tindakan ini akan memberikan efek tertentu pada bayi, misalnya dampak negatif bagi tubuh.
Lalu, apa kesalahan menggendong bayi yang harus dihindari? Artikel ini akan membahas mengenai hal tersebut, termasuk beberapa efeknya yang umumnya dialami oleh bayi. Yuk, simak selengkapnya di bawah ini!
Efek Terlalu Sering Menggendong Bayi

Menggendong bayi sebenarnya menjadi kegiatan yang alami, terutama bagi orang tua pada anaknya. Kondisi ini umumnya dilakukan ketika si Kecil menangis, khawatir, dan memberikan respon lain terhadap sesuatu.
Meski demikian, Ibu tidak disarankan untuk menggendongnya terus-menerus atau terlalu sering. Sebab, ada banyak efek yang bisa dirasakan bayi apabila melakukannya terlalu sering seperti:
1. Melambatnya Perkembangan Fisik Bayi
Efek terlalu sering menggendong bayi yang pertama adalah melambatnya perkembangan fisik bayi. Padahal, bayi atau anak-anak adalah masa ketika pertumbuhan dan perkembangan terjadi sangat cepat.
Terus-menerus menggendongnya justru akan membatasi gerak, motivasi, dan inisiatif tubuh untuk beradaptasi dengan lingkungannya. Akibatnya, tubuhnya tidak terbiasa untuk melakukan aktivitas, seperti merangkak, merambat, berjalan, hingga menopang diri sendiri.
Apabila kondisi tersebut sampai terjadi maka perkembangan fisik lainnya akan terhambat. Oleh karenanya, Ibu perlu mewaspadai keterlambatan perkembangan fisik bayi akibat terlalu sering menggendongnya.
2. Ketergantungan
Efek selanjutnya yang juga umum dialami bayi adalah merasa ketergantungan pada orang tua, terutama ketika situasi tertentu. Kondisi seperti ini dipengaruhi orang tua yang selalu menggendongnya, seperti ketika menangis, bangun dari tidurnya, bahkan ketika waktu-waktu tertentu.
Kebiasaan menggendong pada kondisi-kondisi tersebut menjadikan bayi merasa nyaman setiap kali digendong. Akibatnya, di luar waktu tersebut pun maka ia akan meminta untuk kembali di gendong. Apabila sampai terjadi maka bisa merepotkan orang tua.
3. Overstimulasi
Overstimulasi juga bisa terjadi akibat aktivitas menggendong yang dilakukan secara terus-menerus. Pasalnya, ketika seseorang sedang menggendong maka akan terjadi gerakan, sentuhan, rangsangan suara, dan lain sebagainya.
Berbagai hal tersebut akan menstimulasi bayi secara berlebih. Pada banyak kasus, overstimulasi yang terjadi justru bisa memicu bayi menjadi rewel. Akibatnya, orang tua justru akan kerepotan untuk selalu menggendong bayi agar mereka tidak rewel.
Itulah beberapa efek terlalu sering menggendong bayi yang harus Ibu ketahui. Tujuannya agar Ibu bisa mencegah risiko-risiko si Kecil sampai mengalaminya. Oleh karenanya, setiap orang tua harus memahami kondisi si Kecil.
Kesalahan Menggendong Bayi yang Harus Dihindari

Sebab aktivitas menggendong bayi terlalu sering bisa memberikan efek negatif, Ibu perlu memahami kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan dan harus dihindari. Berikut beberapa hal yang dimaksud:
1. Menempatkan Tungkai dalam Posisi Lurus
Kesalahan yang umum terjadi adalah memosisikan tungkai kaki bayi dalam kondisi atau posisi yang lurus. Hal ini akan memicu keluarnya bola sendi panggul dari kantongnya. Akibatnya, bentuk kantong bisa berubah yang umumnya disebut displasia panggul.
Displasia panggul biasanya memiliki risiko sangat tinggi untuk bayi, terutama mereka yang masih berusia kurang dari 6 bulan. Pasalnya, masalah panggul ini akan menyebabkan kesulitan berjalan, bentuk kaki yang tidak normal, hingga keterlambatan bergerak.
2. Tidak Menopang Kepala dan Leher
Kesalahan selanjutnya yang sering dilakukan adalah kepala dan leher yang tidak ditopang dengan benar. Padahal, tubuh bayi belum terlalu kuat layaknya orang dewasa, sehingga perlu perlakuan yang baik.
Tidak menopang kepala dan leher memungkinkan bayi akan terkulai dan menekan tulang belakang. Kondisi ini bisa membuatnya tidak nyaman hingga lebih rewel dibanding biasanya.
3. Menggendong Menghadap Luar Terlalu Dini
Bayi baru lahir sebaiknya tidak digendong menghadap luar ya, Bu. Pasalnya, tulang-tulang dalam tubuhnya belum terlalu kuat untuk menopang beban. Padahal, menggendong menghadap luar menyebabkan tekanan pada tulang belakang.
Apabila hal tersebut dilakukan maka sangat berisiko untuk kondisi tulang belakangnya. Sebab, tulang belakang harus menopang keseluruhan beban tubuhnya. Oleh karena itu, akan sangat berbahaya dan memicu ketegangan otot.
4. Menggendong Terlalu Ketat
Menggendong bayi terlalu ketat, terutama ketika menggunakan alat gendongan juga sering dilakukan. Padahal, tindakan ini sangat tidak direkomendasikan. Alasannya, bayi yang digendong terlalu ketat akan sulit bergerak.
Tidak hanya itu, kain gendongan yang terlalu ketat juga bisa menyulitkan bayi untuk bernapas. Hal ini sangat tidak nyaman untuk bayi, terutama karena masih menyesuaikan dengan lingkungannya.
5. Menggendong Terlalu Lama
Seperti telah disebutkan, menggendong terlalu lama atau terlalu sering banyak dilakukan oleh orang tua. Kondisi ini bisa memicu perlambatan perkembangan fisik, ketergantungan, hingga overstimulasi. Oleh karenanya, pastikan untuk tidak menggendongnya terlalu sering atau lama.
Itulah 5 kesalahan menggendong bayi yang harus dihindari, termasuk akibat yang terjadi. Masing-masing kesalahan akan mengakibatkan berbagai masalah atau gangguan kesehatan bagi bayi.
Untuk itu, Ibu perlu memastikan cara menggendong bayi yang benar. Yuk, simak artikel lainnya seputar Ibu dan si Kecil, termasuk cara menggendong bayi yang benar untuk terhindar dari berbagai efek dan akibat yang bisa ditimbulkan!
