Makanan Penyebab Gigi Keropos, Enak Tapi Bikin Gigi Rusak!

makanan penyebab gigi keropos

Kamu punya beberapa gigi yang keropos? Bisa jadi karena terlalu sering mengonsumsi makanan tertentu, lho. Pasalnya, makanan tinggi gula atau asam ternyata bisa berakibat sangat buruk untuk gigi, yaitu memicu gigi jadi keropos. 

Lalu, makanan apa saja yang dapat merusak gigi? Artikel ini akan membahasnya secara detail. Yuk, simak selengkapnya di bawah ini! 

Apakah Gigi Keropos Bisa Kembali Normal?

pasta gigi untuk gigi berlubang

Menjawab pertanyaan tersebut, Dr. drg. Munawir H Usman, SKG., MAP dalam tayangan YouTube Tribun Health menjelaskan bahwa gigi sangatlah berbeda dengan organ tubuh lainnya. Pasalnya, gigi tidak bisa regenerasi, misalnya seperti organ kulit. 

Artinya, apabila seseorang mengalami kerusakan gigi, misalnya keropos maka tidak bisa kembali normal. Satu-satunya cara yang bisa dilakukan adalah dengan melapisi kembali gigi yang keropos agar kondisinya tidak semakin buruk. 

Tapi, apa yang membuat gigi cepat keropos? Biasanya, masalah ini dikarenakan kekurangan mineral atau kelebihan fluorosis. Ini mengharuskan perawatan dengan mengaplikasikan mineral-mineral tertentu agar tidak terjadi secara terus-menerus. 

Oleh karenanya, masalah gigi keropos tidak mungkin bisa kembali normal, tapi bisa dicegah agar tidak terjadi atau diatasi agar tidak semakin parah. 

Makanan Penyebab Gigi Keropos

makanan penyebab gigi keropos

Selain karena kekurangan mineral dan kelebihan fluoris, beberapa jenis makanan juga kerap menyebabkan gigi keropos. Melansir laman Healthline, berikut makanan-makanan yang sering dikonsumsi padahal memicu masalah gigi: 

Permen Asam 

Permen yang sangat tinggi kandungan gula memang secara umum kurang baik untuk kesehatan gigi dan mulut. Tapi, permen asam bisa lebih parah akibatnya. Sebab, jenis permen ini memiliki kandungan asam yang memicu kerusakan gigi. 

Oleh karenanya, permen asam sangat tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi, terlebih dalam jumlah yang banyak. 

Roti 

Meski bahan utamanya bukan gula, roti juga kurang baik untuk gigi. Pasalnya, saat seseorang mengunyah roti maka air liurnya akan memecah pati menjadi gula. Hal inilah yang memicu gula akan menempel pada celah-celah gigi. Apabila terjadi secara terus-menerus maka gigi akan keropos. 

Alkohol 

Alkohol adalah salah satu jenis minuman yang umumnya dihindari oleh banyak orang. Selain karena larangan konsumsi, minuman ini memang dikenal punya dampak buruk untuk kesehatan. Mengonsumsinya akan memicu mulut menjadi kering sehingga menyebabkan masalah gigi, salah satunya gigi menjadi keropos. 

Baca Juga: Penyebab Gigi Keropos di Usia Muda.

Minuman Bersoda 

Banyak orang sudah tahu bahwa soda hampir tidak memberikan manfaat bagi kesehatan, bahkan jika labelnya bertuliskan “diet”. Sebuah penelitian menemukan bahwa konsumsi soda dalam jumlah besar dapat merusak gigi dengan tingkat kerusakan yang sebanding dengan penggunaan narkotika seperti metamfetamin atau kokain.

Minuman bersoda membuat plak menghasilkan lebih banyak asam yang menyerang lapisan pelindung gigi (email). Jika kamu sering mengonsumsinya soda sepanjang hari, artinya gigi terus-menerus dilapisi asam. Selain itu, soda juga dapat menyebabkan mulut kering karena mengurangi produksi air liur.

Minuman bersoda berwarna gelap juga berpotensi menimbulkan noda pada gigi. Perlu diingat, jangan langsung menyikat gigi setelah minum soda karena justru bisa mempercepat kerusakan gigi.

Es Batu 

Karena hanya terbuat dari air, banyak orang menganggap aman mengunyah es. Namun, menurut American Dental Association, kebiasaan ini bisa merusak email gigi dan meningkatkan risiko masalah serius seperti gigi retak, pecah, patah, hingga lepasnya tambalan atau mahkota gigi.

Es sebaiknya hanya digunakan untuk mendinginkan minuman, bukan untuk dikunyah. Jika sulit menahan kebiasaan mengunyah es, cobalah menggantinya dengan minum air dingin tanpa es.

Buah Sitrus

Jeruk, grapefruit, lemon, dan buah sitrus lainnya memang kaya vitamin C dan antioksidan. Namun, kandungan asam di dalamnya dapat mengikis email gigi sehingga gigi lebih rentan terhadap kerusakan. Bahkan, menambahkan perasan lemon atau jeruk nipis ke dalam air juga meningkatkan kadar asam pada minuman.

Selain itu, asam dari buah sitrus bisa memperparah rasa perih pada sariawan atau luka di mulut. Untuk tetap mendapatkan manfaat nutrisinya, konsumsi buah sitrus sebaiknya dilakukan saat makan, bukan sebagai camilan terus-menerus. Setelahnya, bilas mulut dengan air untuk membantu menetralisir asam.

Keripik Kentang

Rasa renyah keripik kentang memang digemari banyak orang. Sayangnya, makanan ini tinggi pati (starch). Pati akan berubah menjadi gula yang mudah terperangkap di sela-sela gigi, menjadi “santapan” bagi bakteri plak.

Karena biasanya keripik tidak dimakan hanya satu atau dua, sisa-sisa yang menempel membuat produksi asam berlangsung lebih lama. Setelah mengonsumsi keripik, disarankan untuk membersihkan gigi dengan benang gigi (flossing) agar partikel yang terjebak bisa terangkat.

Buah Kering

Buah kering sering dianggap sebagai camilan sehat. Namun, beberapa jenis buah kering seperti aprikot, prune, ara (figs), dan kismis memiliki tekstur lengket yang mudah menempel pada gigi.

Menurut American Dental Association, sisa buah kering yang menempel dapat meninggalkan gula di permukaan gigi dan sela-selanya. Hal ini bisa memicu pertumbuhan bakteri penyebab kerusakan gigi. 

Apakah Gigi Keropos Bisa Diperbaiki?

makanan penyebab gigi keropos

Menjawab pertanyaan tersebut kamu perlu mengetahui beberapa hal berikut: 

Enamel Gigi Tidak Bisa Tumbuh Kembali

Lapisan terluar gigi, yaitu enamel, terdiri dari mineral padat dan tidak memiliki sel hidup. Karena itu, ketika enamel tererosi atau terkikis, tubuh tidak bisa membangunnya kembali seperti semula.

Gigi Bisa Diperkuat Lewat Remineralisasi

Walaupun enamel yang hilang tidak bisa diganti, struktur yang masih ada bisa diperkuat. Melalui proses yang disebut remineralisasi, mineral seperti fluoride, kalsium, dan fosfat bisa membantu memperkuat enamel yang lemah. 

Baca Juga: Solusi Jika Gigi Depan Patah Karena Keropos.

Bila Kerusakan Sudah Lanjut, Butuh Perbaikan oleh Dokter Gigi

Jika enamel sudah terlalu terkikis, langkah pencegahan saja tidak cukup. Dokter gigi dapat memberikan perawatan restoratif berbasis tingkat kerusakannya:

  • Bonding atau filling untuk menambal area gigi yang berlubang atau rapuh, menggunakan resin, porselen, atau semen khusus.
  • Veneer, cangkang tipis yang menutup bagian depan gigi agar kembali terlihat rapi dan terlindungi.
  • Mahkota gigi (crown), untuk perlindungan penuh saat enamel hampir hilang.
  • Perawatan saluran akar (root canal), jika kerusakan mencapai pulpa dan menyebabkan infeksi.
  • Jika kerusakan sangat parah, gigi mungkin perlu dicabut dan digantikan dengan gigi tiruan. 

Berdasarkan hal-hal tersebut, artinya gigi yang keropos tidak bisa kembali seperti semula. Tapi, dengan tindakan tepat dan cepat, kita bisa mencegah kerusakan lebih lanjut dan menjaga fungsi serta estetika gigi. Remineralisasi dan perawatan restoratif sudah terbukti efektif bila dilakukan sesuai tingkat kerusakannya.

Senyum Sehat Alami dengan Pasta Gigi Herbal Waji

Pasta Gigi Herbal Waji

Kamu sering merasa gigi mulai terkikis atau keropos, gusi mudah berdarah, dan mulut tidak segar meski sudah rutin menyikat gigi? Masalah ini bisa terjadi karena kandungan pasta gigi biasa tidak selalu ramah bagi kesehatan mulut jangka panjang. 

Bahkan, bahan sintetis tertentu justru bisa membuat mulut kering dan memperparah kerusakan gigi. Kalau dibiarkan, senyum sehat bisa berubah jadi sumber masalah.

Saatnya beralih ke Pasta Gigi Herbal Waji – kombinasi siwak, mint, dan minyak cengkeh yang bekerja alami mampu meremineralisasi gigi, merawat gusi, sekaligus menjaga napas tetap segar.

Pastikan gigi kamu tidak keropos dengan Pasta Gigi Herbal Waji untuk Senyum Sehat Alami!

Keranjang Belanja
Chat dengan CS Waji
Scroll to Top