Manfaat Skin to Skin untuk Ibu, Ayah, dan Si Kecil

Skin to skin atau kontak kulit langsung antara orang tua dan bayi menjadi salah satu metode perawatan awal yang semakin direkomendasikan. Ibu mungkin sering melihat bidan menempatkan bayi di dada Ibu sesaat setelah lahir itulah yang disebut skin to skin. 

Namun, tahukah Ibu bahwa Ayah juga bisa melakukannya dan mendapatkan manfaat yang tidak kalah besar? Artikel ini akan membahas manfaat skin to skin, cara melakukannya, berapa lama skin to skin ideal, hingga menjawab pertanyaan seputar apakah skin to skin dapat menurunkan panas atau demam pada bayi.

Yuk, simak selengkapnya di bawah ini! 

Apa itu Skin to Skin?

Manfaat Skin to Skin

Skin to skin adalah metode meletakkan bayi yang baru lahir langsung di dada orang tua (biasanya Ibu terlebih dahulu), tanpa penghalang pakaian, sehingga kulit bayi menempel pada kulit orang tuanya. 

Praktik ini termasuk bagian dari Inisiasi Menyusu Dini (IMD) yang direkomendasikan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) serta Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI). Pasalnya, banyak manfaat yang bisa didapatkan, baik oleh bayi maupun orang tua. 

Oleh karenanya, buat Ibu dan orang tua yang sedang menunggu masa persalinan maka sangat penting untuk mengetahui akan hal ini. 

Apa Tujuan Bidan Melakukan Skin to Skin pada IMD?

Infografis Manfaat Skin to Skin

Selama IMD, biasanya bidan akan langsung meletakkan bayi di dada (skin to skin) Ibu. Tujuannya bukan hanya untuk menyusui, tetapi mencakup sejumlah fungsi biologis penting. Berikut beberapa tujuan melakukan skin to skin

1. Menstabilkan Suhu Tubuh Bayi Secara Alami

Begitu bayi keluar dari rahim, tubuhnya harus bekerja keras menyesuaikan diri dengan suhu luar. Kulit Ibu bertindak sebagai “termoregulator biologis.” Jika bayi kepanasan, suhu tubuh Ibu turun. Jika bayi kedinginan, suhu tubuh Ibu naik hingga 2°C untuk menghangatkannya.

Meletakkan si Kecil pada dada Ibu akan membantunya menstabilkan suhu tubuh. Kondisi ini sangat diperlukan oleh bayi saat baru lahir. Oleh karenanya, sangat penting untuk dilakukan oleh setiap orang tua. 

2. Memperbaiki Pola Napas dan Detak Jantung

Bayi yang mendapat skin to skin cenderung bernapas lebih ritmis dan stabil. Detak jantungnya pun menjadi lebih teratur, sehingga mengurangi risiko gangguan pernapasan pada jam awal kehidupan.

Bayi baru lahir memang sangat rentan terhadap temperatur atau suhu ruangan di sekitarnya. Hasilnya, menggunakan metode ini pada bayi akan membantunya menurunkan risiko masalah kesehatan tertentu sejak dini. 

3. Melancarkan Proses IMD dan Menyusui

Skin to skin memicu refleks menyusu alami. Bayi akan melakukan gerakan merangkak ke arah payudara (breast crawl) dan menemukan puting sendiri. Hal ini meningkatkan keberhasilan menyusui eksklusif.

4. Mengurangi Stres pada Bayi Setelah Proses Kelahiran

Proses lahir adalah pengalaman yang menegangkan bagi bayi. Mendengar suara Ibu, mencium aromanya, dan merasakan kehangatannya membuat hormon stres bayi menurun drastis.

Melakukan skin to skin dengan Ibu tentu akan membantu mengurangi stres pada bayi. Oleh karenanya, tindakan ini akan membantu adaptasi tubuh bayi dengan lingkungan sekitarnya.

5. Mencegah Hipotermia dan Adaptasi Buruk

Ini alasan kesehatan paling kuat. Bayi yang tidak menjalani skin to skin berisiko lebih tinggi mengalami hipotermia, rewel, hingga penurunan gula darah. Pasalnya, bayi perlu mengenali suhu lingkungan sekitarnya setelah proses kelahiran. 

Itulah beberapa manfaat atau tujuan skin to skin yang umumnya dilakukan oleh bidan atau dokter setelah proses persalinan. Mengetahui hal ini akan membantu Ibu mengantisipasi kondisi tersebut. 

Manfaat Skin to Skin dengan Ayah

Skin to skin tidak hanya menjadi tugas Ibu. Ayah juga punya peran besar bahkan hasilnya sangat signifikan untuk perkembangan emosi si Kecil. Tapi, untuk melakukan skin to skin, Ayah perlu memahami beberapa hal berikut: 

1. Berapa Lama Skin to Skin Bayi dengan Ayah?

Waktu idealnya adalah minimal 60 menit tanpa interupsi. Waktu yang diperlukan relatif lama karena tubuh bayi membutuhkan waktu untuk:

  • menstabilkan suhu
  • mengenali aroma dan suara Ayah
  • merasa aman
  • memasuki fase tidur nyenyak

Kontak singkat di bawah 20 menit tidak memberikan respons fisiologis yang optimal.

2. Manfaat Skin to Skin Bayi dengan Ayah

Tidak jauh berbeda dengan manfaat skin to skin pada umumnya, berikut yang bisa didapatkan apabila Ayah melakukan hal yang sama pada si Kecil: 

  • Ayah membantu menghangatkan bayi jika Ibu belum siap setelah persalinan.
  • Bonding emosional Ayah dan bayi meningkat.
  • Ayah mengalami peningkatan hormon oksitosin (hormon kasih sayang).
  • Ayah lebih percaya diri merawat bayi.
  • Bayi menjadi lebih responsif dan mudah tenang saat digendong Ayah.

3. Dukungan Emosional bagi Ibu

Saat Ayah melakukan skin to skin, Ibu dapat beristirahat, pulih dari persalinan, atau mempersiapkan tubuh untuk menyusui. Oleh karenanya, peran Ayah sangatlah penting dalam melakukan proses ini. 

Benarkan Skin to Skin Bisa untuk Menurunkan Demam?

Banyak Ibu bertanya apakah skin to skin bisa menurunkan panas. Bisa membantu, tetapi bukan obat utama. 

Situasi yang cocok untuk skin to skin sebagai penurun suhu:

  • Bayi kedinginan atau mengalami penurunan suhu (hipotermia ringan).
  • Bayi gelisah sehingga suhu tubuhnya naik.
  • Bayi stres sehingga detak jantung dan suhu tubuh meningkat.

Skin to skin membuat suhu tubuh bayi kembali stabil secara alami. Namun, skin to skin tidak cukup jika:

  • Suhu bayi di atas 38°C.
  • Demam disebabkan infeksi virus atau bakteri.
  • Bayi terlihat lemas atau tidak mau menyusu.

Jadi, skin to skin boleh dilakukan, tetapi tetap perlu pemeriksaan medis jika demam tinggi.

Cara Skin to Skin dengan Bayi yang Benar

Berikut langkah detail yang bisa Ibu atau Ayah lakukan:

a. Persiapan

  • Pilih tempat yang nyaman (tempat tidur atau kursi).
  • Lepas pakaian bagian atas.
  • Bayi memakai popok dan topi.

b. Letakkan bayi dalam posisi yang benar

  • Tempelkan dada bayi ke dada Ibu atau Ayah.
  • Pastikan hidung dan mulut bayi tidak tertutup.
  • Posisikan kepala bayi sedikit mendongak dan miring ke samping.

c. Tutup dengan selimut

Gunakan kain atau selimut untuk menutupi punggung bayi dan tubuh Ibu/Ayah.

d. Durasi ideal

Minimal 60 menit, tetapi boleh lebih lama jika Ibu dan si Kecil nyaman.

e. Frekuensi

Skin to skin bisa dilakukan kapan saja, tidak hanya setelah lahir. Bahkan setiap hari hingga bayi berusia beberapa bulan.

Berapa Lama Waktu Skin to Skin yang Ideal?

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF berikut lamanya waktu yang direkomendasikan:

  • Waktu minimal skin to skin 1 jam.
  • Jika memungkinkan, lakukan hingga 2 jam.
  • Pada bayi prematur, skin to skin dilakukan dalam metode Kangaroo Mother Care (KMC) selama beberapa jam per hari.

Semakin lama skin to skin dilakukan, semakin besar manfaatnya bagi pertumbuhan si Kecil.

Skin to skin bukan sekadar tradisi, tetapi metode perawatan ilmiah yang memberikan manfaat besar bagi Ibu, Ayah, dan si Kecil. Mulai dari menstabilkan suhu bayi, membantu keberhasilan menyusu, menenangkan bayi, hingga memperkuat hubungan emosional keluarga.

Ibu dan Ayah bisa melakukan skin to skin sesering mungkin, baik di rumah sakit maupun di rumah, untuk memberikan kenyamanan dan dukungan terbaik bagi si Kecil selama masa-masa awal kehidupannya.

komposisi minyak telon bayi - waji telon plus

Selain itu, Ibu juga bisa memberikan Waji Minyak Telon Plus pada si Kecil dalam masa skin to skin. Sebab, telon ini dibuat dari 9 bahan alami pilihan yang mampu memberikan 4 Perlindungan Alami: 

  • Memberikan rasa hangat alami pada tubuh bayi
  • Membantu meredakan perut kembung dan mual akibat masuk angin
  • Melindungi dari gigitan nyamuk dan serangga lebih lama
  • Menenangkan kulit gatal atau kemerahan akibat gigitan serangga

Nah, tunggu apa lagi? Yuk, berikan Waji Minyak Telon Plus pada si Kecil sekarang juga, Bu! 

Keranjang Belanja
Chat dengan CS Waji
Scroll to Top