Bayi yang rewel bisa dikarenakan suhu ruangannya yang terlalu panas atau dingin ya, Bu. Pasalnya, tubuh bayi belum seperti orang dewasa yang dengan mudah menyesuaikan keadaan lingkungan sekitarnya.
Kondisi tersebut mengharuskan Ibu mengatur suhu kamar untuk bayi. Tujuannya agar si Kecil merasa nyaman dan bisa tidur dengan nyenyak. Yuk, simak suhu ideal untuk kamar bayi di bawah ini!
Seberapa Penting Suhu Kamar untuk Bayi?

Melansir laman WebMD, suhu ruangan sangat penting untuk bayi. Alasannya, suhu akan sangat memengaruhi kondisi tubuh agar tetap normal atau stabil. Suhu yang terlalu panas atau dingin akan sangat berisiko untuk mengganggu kesehatan bayi.
Risiko paling besar akibat suhu ruangan yang tidak sesuai dengan bayi adalah sindrom kematian bayi mendadak (SIDS). Sindrom ini umumnya terjadi saat bayi kepanasan karena suhu ruangan yang terlalu panas. Selain itu, juga sangat rentan terjadi pada mereka yang berusia di bawah enam bulan.
Kondisi bayi kepanasan hingga menyebabkan kematian tentunya perlu diwaspadai orang tua. Sebab, hal tersebut tidak jarang dikarenakan peran serta orang tua dalam membalut bayi yang terlalu ketat, misalnya ketika musim dingin.
Padahal, sebagai orang tua, Ibu tidak perlu melakukan hal tersebut. Cukup dengan mengatur suhu ruangannya agar tetap normal, dalam hal ini suhu ruangan yang sejuk akan membantu si Kecil tetap nyaman. Oleh karenanya, sangat penting untuk mengatur suhu ruangan bayi ya, Bu.
Baca Juga: Perlengkapan Bayi Baru Lahir, Yuk Mulai Ngelist!
Berapa Suhu Ideal untuk Kamar Bayi?
Meskipun sangat penting, namun tidak selalu suhu ruangan bayi harus sama antara satu tempat dengan yang lain. Hal ini dikarenakan setiap tempat memiliki perbedaan suhu, terutama pada tempat-tempat yang memiliki perbedaan iklim.
Tapi, melansir laman WebMD, suhu kamar yang tepat untuk bayi berkisar antara 20–22 derajat Celcius. Ruangan pada suhu ini dianggap sangat ideal karena tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin.
Menjaga ruangan atau kamar tidurnya tetap pada suhu tersebut akan memudahkan bayi dalam beradaptasi. Sebab, bayi lebih sensitif terhadap perubahan suhu ruangan karena tubuhnya masih dalam tahap pertumbuhan.
Meski demikian, bayi dengan usia 11 minggu sudah mulai mengatur suhu tubuhnya. Hal ini seperti yang terjadi pada orang dewasa. Oleh karenanya, bayi dalam waktu empat jam sebelum tidur akan mencapai suhu tubuh inti minimum, yaitu 97,5 derajat Fahrenheit.
Kondisi tersebut perlu Ibu perhatikan sebagai orang tua. Tujuannya agar bisa mengelola suhu ruangan bayi, baik agar tidak menyalakan mesin pendingin maupun pemanas sepanjang hari. Menggunakan salah satu alat tersebut bisa disesuaikan dengan kondisi ruangan yang memerlukan atau tidak.
Jadi, Sebaiknya Bayi Tidur di Suhu Berapa?
Rekomendasi suhu ruangan antara 20–22 derajat Celcius juga bisa diatur untuk waktu tidur bayi. Tapi, Ibu bisa mengaturnya secara fleksibel. Tujuannya agar suhu ruangan tidak terlalu dingin atau panas selama si Kecil tidur.
Itulah rekomendasi suhu ideal untuk kamar bayi yang bisa Ibu aplikasikan di rumah. Tapi, perlu dicatat bahwa tidak semua tempat harus menyesuaikan suhu tersebut. Sebab, suhu sangat dipengaruhi oleh cuaca dan lingkungan sekitar. Oleh karenanya, Ibu perlu memastikan bahwa suhu tersebut adalah yang paling ideal.
Berapa Celcius AC untuk Bayi?

Melansir berbagai sumber, suhu pendingin ruangan (Air Conditioner/AC) sebaiknya antara 24–26 derajat Celcius. Alasannya, suhu tersebut dinilai tidak terlalu dingin atau terlalu panas. Artinya, ruangan bayi bisa dikatakan dalam kondisi sejuk.
Ruangan yang sejuk sangat baik untuk bayi. Pasalnya, apabila suhunya terlalu panas atau dingin, suhu tubuhnya akan sulit menyesuaikan diri. Hasilnya bisa mengganggu kenyamanan bayi. Paling parah bisa menyebabkan kematian.
Meski demikian, suhu AC untuk bayi malam hari perlu Ibu perhatikan. Sebab, umumnya suhu ruangan atau lingkungan sekitar akan lebih dingin dibanding siang hari. Oleh karenanya, Ibu perlu mengatur suhu ruangan si Kecil agar tetap sejuk.
Bagaimana Cara Mengetahui jika Bayi Kedinginan?
Ciri-ciri bayi kedinginan karena AC perlu Ibu ketahui untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Menurut dr. Erwin J Khoo (Associate Professor International Medical University), berikut beberapa ciri-cirinya:
- Menggigil
- Merinding atau piloereksi
- Pucat atau tampak pucat
- Akrosianosis (tangan dan kaki kebiruan)
Itulah ciri-ciri yang bisa Ibu temui pada si Kecil yang mengalami kedinginan, terutama apabila terpapar suhu AC selama beberapa waktu. Meski demikian, ada beberapa bayi yang mengalami keterbatasan dalam menunjukkan gejalanya.
Tapi, Ibu bisa melihat tanda-tandanya dari pipi yang kemerahan, bernapas lebih cepat dari biasanya, tampak bingung, canggung, dan kesulitan berbicara. Melalui tanda-tanda tersebut juga, Ibu bisa mengindikasi bahwa si Kecil sedang kedinginan atau mengalami hipotermia. Oleh karenanya, Ibu perlu memastikan untuk mengatur suhu udara agar sesuai dengan si Kecil.
Berikan Kehangatan untuk Bayi dengan Minyak Telon Waji

Selain mengatur suhu AC agar suhu ruangan bayi dalam keadaan normal, Ibu juga bisa memberikan Waji Minyak Telon Plus. Minyak telon yang diformulasikan dari 9 bahan alami ini mampu memberikan kehangatan untuk tubuh si Kecil.
Alasannya, beberapa minyak alami di dalamnya, seperti minyak adas (fennel oil), minyak kayu putih (cajuputi oil), minyak buah juniper (juniper berry oil), minyak bawang merah (shallot oil), dan minyak adas manis (aniseed oil) memiliki berbagai kandungan yang mampu menghangatkan tubuh.
Selain itu, Waji Minyak Telon Plus juga mampu memberikan 4 Perlindungan Alami:
- Membantu memberikan rasa hangat pada bayi.
- Membantu meredakan gejala masuk angin, perut kembung, dan mual.
- Aromanya membantu menghindari gigitan nyamuk dan serangga.
- Membantu meringankan gatal-gatal dan kemerahan pada kulit akibat gigitan nyamuk dan serangga.
Oleh karenanya, Waji telon bisa jadi pilihan terbaik Ibu untuk membantu menghangatkan tubuh si Kecil.
Yuk, dapatkan produknya sekarang juga dan pastikan si Kecil mendapatkan berbagai manfaatnya! Waji Minyak Telon Plus, Sehangat Kasih Ibu.
