Gigi kamu kelihatan tipis dan rapuh? Itu bisa karena abrasi gigi, lho. Pasalnya, terkikisnya jaringan keras gigi (abrasi) memang bisa memicu kerapuhan pada gigi. Akibatnya bisa memicu gigi sensitif yang menyebabkan nyeri.
Lalu, bagaimana sih caranya mencegah abrasi gigi? Artikel ini akan mengulas mengenai hal tersebut, termasuk penyebab dan bahayanya. Yuk, simak selengkapnya di bawah ini!
Apa itu Abrasi Gigi?
Menurut artikel dalam jurnal Pharmacophore, abrasi gigi adalah proses erosif yang terjadi pada gigi hingga mengakibatkan hilangnya permukaan. Kondisi ini dipicu keausan mekanis
yang menyebabkan erosi jaringan keras unit gigi.
Meski termasuk masalah gigi serius, namun banyak orang tidak menyadari bahwa giginya mengalami abrasi. Biasanya, mereka mengetahuinya ketika sedang mendapatkan perawatan gigi dari dokter. Pasalnya, kondisi ini memang kurang dipahami masyarakat umum.
Oleh karenanya, banyak dari mereka yang baru mengetahuinya setelah kondisinya parah hingga sudah sulit untuk ditangani.
Apakah Abrasi Gigi Berbahaya?
Gigi yang terkikis menurut laman Dental Abrasion merupakan masalah yang sangat serius. Sebab, kondisi ini bisa memicu perubahan struktur pada gigi sehingga mengakibatkan kondisi berikut:
Memiliki Gigi Sensitif
Gigi sensitif salah satu penyebabnya adalah pengikisan atau abrasi pada gigi. Kondisi ini apabila terjadi pada beberapa waktu akan memunculkan rasa nyeri, terutama ketika sedang mengunyah, minum minuman dingin atau panas, hingga makan makanan tertentu.
Kondisi tersebut terjadi dikarenakan terkikisnya enamel dan dentin gigi. Akibatnya, gigi akan mengalami kerusakan hingga merasa lebih sensitif. Hal ini akan sangat kurang nyaman, terutama untuk melakukan fungsinya. Oleh karenanya, gigi yang mengalami abrasi sangatlah berbahaya.
Meningkatkan Risiko Karies Gigi
Selanjutnya, abrasi pada gigi juga sangat berbahaya karena menyebabkan karies gigi. Alasannya, abrasi akan mengikis lapisan enamel yang berfungsi melindungi gigi dari bakteri penyebab gigi berlubang.
Kerusakan yang terjadi pada enamel atau lapisan luar yang terkuat akan memicu kerusakan akibat bakteri. Salah satu kerap mengancam adalah bakteri penyebab karies gigi. Oleh karena itu, kamu harus waspada dengan bahaya abrasi pada gigi.
Kerusakan Saraf
Bahaya yang ditimbulkan dari gigi yang terkikis (abrasi) adalah terjadinya kerusakan saraf. Sebab, pengikisan gigi dalam kategori parah bisa sampai mengikis lapisan dentin terdalam gigi. Apabila saraf terdalam sampai rusak maka akan terasa sangat nyeri.
Kondisi tersebut tentunya akan mengurangi efektivitas fungsi gigi untuk mencerna makanan. Misalnya, gigi jadi akan sulit untuk mengunyah, menahan temperatur makanan, dan rasa nyeri yang membuat penderitanya tidak nyaman. Hal tersebut tentu sangat berbahaya.
Mengurangi Estetika
Bahaya yang tidak kalah penting untuk diketahui adalah mengurangi estetika gigi. Hal ini bisa terjadi karena gigi yang abrasi akan menyebabkan bentuk tidak teratur, yaitu ada yang kecil, pipih, runcing, berongga, dan lain sebagainya.
Perubahan bentuk dan menurunnya kerapian tersebut tentunya akan mengurangi estetika atau keindahan gigi. Akibatnya, seseorang yang mengalami abrasi pada giginya sulit untuk percaya diri, terutama ketika tersenyum, berbicara, dan tampil di depan umum.
Baca Juga: Sikat Gigi Manual VS Elektrik, Mending Pilih yang Mana?
Risiko Kerusakan Permanen
Masalah pengikisan gigi yang paling berbahaya adalah menyebabkan risiko kerusakan permanen. Hal ini bisa terjadi, terutama jika pengikisan sudah memasuki lapisan terdalam gigi hingga saraf. Pasalnya, apabila kerusakan sudah terjadi pada saraf maka akan sulit diperbaiki.
Keadaan tersebut akan mengakibatkan penderitanya mengalami kerusakan permanen pada gigi. Tidak hanya itu, gigi yang rusak secara permanen juga akan mengurangi fungsinya untuk membantu mencerna makanan. Oleh karenanya, efek ini jadi yang paling berbahaya karena tidak bisa disembuhkan.
Penyebab Abrasi Gigi
Setelah tahu bahayanya, lalu apa saja sih yang menyebabkan terjadinya abrasi atau pengikisan pada gigi? Melansir laman Radial Dental Care, ada beberapa faktor yang sering jadi pemicunya seperti:
Terlalu Keras dalam Menyikat Gigi
Faktor pertama yang memicu gigi lama-lama terkikis adalah cara menyikat gigi yang terlalu keras. Cara ini akan mengikis email atau lapisan terluar gigi. Akibatnya, apabila dilakukan secara terus-menerus maka kondisinya bisa semakin parah.
Gerakan Menyikat Gigi yang Buruk
Selanjutnya, faktor gerakan menyikat gigi juga memicu kerusakan dalam bentuk abrasi pada gigi. Sebab, menyikat gigi dengan gerakan yang buruk, misalnya gerakan horizontal memang dapat memicu risiko abrasi.
Menggunakan Pasta Gigi dengan Daya Abrasif Tinggi
Tidak hanya cara menyikat gigi, pemilihan produk pasta gigi juga sangat berpengaruh pada kondisi gigi. Misalnya, produk-produk pasta gigi dengan daya abrasif yang tinggi apabila digunakan terus-menerus tentu akan memicu pengikisan gigi.
Melansir laman Kantor Dental Group, salah satu indikator pasta gigi dengan daya abrasif yang tinggi memiliki skor Relative Dentin Abrasivity (RDA) antara 70–150. Produk dengan skor lebih tinggi dari angka tersebut maka tergolong berbahaya.
Kebiasaan Menggertakkan Gigi (Bruxism)
Menggertakkan gigi bagi bagi beberapa orang adalah suatu kebiasaan. Padahal, kebiasaan ini bisa menyebabkan pengikisan pada lapisan gigi. Apabila dilakukan dan terjadi secara terus-menerus maka terjadi pengikisan email yang memicu abrasi.
Perlu diketahui, kebiasaan menggertakkan gigi (bruxism) dilakukan oleh mereka yang mudah stress, cemas, dan kondisi gigi yang tidak wajar. Oleh karenanya, mereka yang memiliki kondisi tersebut perlu lebih waspada terhadap risiko pengikisan gigi.
Menggunakan Produk Berbahan Tembakau
Tembakau merupakan salah satu bahan utama untuk membuat rokok. Tanpa banyak orang tahu, bahan ini ternyata tinggi akan kandungan abrasif. Hasilnya, mereka yang sering merokok akan lebih mudah mengalami abrasi pada gigi. Tidak hanya itu, tembakau juga memicu noda kuning dan membuat gigi lebih rentan mengalami kerusakan.
Sering Menggunakan Tusuk Gigi
Tusuk gigi memang sangat membantu untuk membersihkan gigi, terutama setelah makan. Tapi, terlalu sering menggunakannya juga bisa memicu kerusakan gigi, salah satunya terjadi pengikisan. Alasannya, menggunakan tusuk gigi biasa merusak email dan menyebabkan gusi surut. Oleh karenanya, tindakan ini sangat tidak direkomendasikan.
Mengonsumsi Makanan Asam atau Abrasif
Beberapa jenis makanan, seperti jeruk, minuman berkarbonasi, dan makanan asam yang dikonsumsi secara berlebihan juga bisa memicu pengikisan pada gigi. Hal ini karena zat asam bisa melemahkan enamel sehingga sangat mudah untuk terkikis. Selain itu, makanan keras seperti kacang-kacangan dan biji-bijian juga dapat mendukung kondisinya semakin parah.
Apakah Abrasi Gigi Bisa Sembuh?
Melansir berbagai sumber, gigi yang sudah terlanjur mengalami pengikisan tidak bisa sembuh dengan sendirinya. Alasannya, bagian yang terkikis merupakan lapisan gigi yang memiliki fungsi tertentu, termasuk melindungi saraf pusat pada gigi.
Meski demikian, kamu bisa melakukan perawatan tertentu untuk mengatasi gigi yang sudah terlanjur terkikis atau abrasi. Berikut beberapa cara yang bisa kamu pilih:
Memilih Pasta Gigi yang Sesuai
Pasta gigi dengan kandungan fluoride dapat membantu memperkuat enamel, sehingga mengurangi sensitivitas gigi. Meski belum terlalu banyak produk yang menggunakan kandungan ini, namun telah digunakan pada beberapa produk.
Salah satu produk yang menggunakannya fluoride adalah Pasta Gigi Herbal Waji. Diformulasikan dari 98% Bahan Alami, tanpa SLS & Paraben ini sangat baik untuk membantu mengatasi masalah gigi yang terkikis.
Selain itu, pasta gigi herbal ini juga memiliki daya abrasif yang rendah, sehingga sangat cocok untuk gigi yang mengalami abrasi. Sebab, menggunakan pasta gigi Waji tidak perlu membuatmu khawatir kondisinya bisa semakin parah.
Tapi sebaliknya, kondisinya bisa semakin baik karena pasta gigi berfluoride dapat memberikan perlindungan tambahan, terutama pada gigi yang mengalami abrasi.
Melakukan Veneer
Selanjutnya, kamu juga bisa mengatasinya dengan melakukan veneer gigi. Cara ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi dan mengembalikan estetikanya. Perawatan yang diberikan berupa melapisi bagian gigi secara tipis dengan bahan tertentu.
Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut
Kesehatan gigi dan mulut salah satunya bisa dilakukan dengan rutin menyikat gigi dan membersihkan sela-selanya. Hal ini akan mencegah terjadinya penumpukan plak dan bakteri penyebab plak.
Meski demikian, kamu perlu melakukan kedua cara tersebut sesuai aturan. Pertama, memilih sikat gigi dengan bulu sikat yang halus, kemudian menggosoknya dengan teknik memutar. Selanjutnya, bersihkan sela-sela dengan benang gigi, lakukan dengan pelan.
Tambal Gigi
Abrasi atau pengikisan pada gigi yang sudah parah hingga memicu lubang bisa diatasi dengan melakukan tambal gigi. Hal ini bertujuan untuk mengembalikan email gigi yang hilang dan mencegah kerusakan yang semakin parah.
Menambal gigi biasanya dilakukan dengan resin komposit yang bisa digunakan untuk menutupi bagian yang terbuka. Tindakan ini akan mengurangi sensitivitas pada gigi yang rusak.
Cara Mencegah Abrasi Gigi
Sebenarnya, agar kamu tidak sampai mengalami pengikisan gigi, ada beberapa cara mencegah yang bisa dilakukan:
- Memilih jenis sikat gigi dengan bulu sikat yang lembut sehingga tidak mengikis gigi.
- Menyikat gigi dengan mengikuti anjuran dokter, misalnya dengan gerakan memutar, bukan horizontal.
- Memilih pasta gigi dengan daya abrasif yang rendah dan mengandung fluoride.
- Mengurangi makanan yang asam.
- Hindari menggunakan gigi untuk melakukan hal-hal berat, seperti membuka botol atau mengunyah benda keras.
- Rutin melakukan perawatan gigi ke dokter gigi.
Khusus untuk memilih pasta gigi yang tepat untuk gigi yang terkikis, Pasta Gigi Herbal Waji hadir dengan teknologi daya abrasif rendah. Teknologi ini akan membantu mengatasi sekaligus mencegah gigi dari pengikisan. Yuk, dapatkan produknya sekarang juga!
