11 Kandungan di Sabun Bayi yang Berbahaya

11 Kandungan di Sabun Bayi yang Berbahaya

Sabun jadi perlengkapan mandi yang sangat penting, termasuk untuk bayi dan anak-anak. Tapi, orang tua perlu berhati-hati ketika memilih salah satu produk perawatan tubuh yang satu ini. Sebab, ada beberapa kandungan yang perlu diwaspadai. 

Apa saja kandungan yang tidak boleh ada dalam sabun bayi? Artikel ini akan membahas mengenai hal tersebut. Selain itu, juga dampak yang muncul apabila sabun dengan bahan tersebut sampai digunakan untuk si Kecil. Yuk, simak selengkapnya di bawah ini! 

Daftar Kandungan di Sabun Bayi yang Berbahaya

Daftar Kandungan di Sabun Bayi yang Berbahaya
Ilustrasi bahan berbahaya (Canva)

Melansir laman Ciputra Hospitals, ada beberapa kandungan kimia berbahaya pada produk bayi yang perlu orang tua waspadai. Hal ini dikarenakan bisa memicu berbagai masalah kesehatan. Berikut beberapa kandungan kimia yang perlu diwaspadai: 

Benzil asetat 

Benzil asetat masuk dalam daftar kandungan kimia berbahaya apabila ada di sabun bayi. Pasalnya, bahan ini termasuk ester organik yang memiliki aroma wangi dan sering dikaitkan dengan bunga melati. Meskipun sering digunakan dalam produk perawatan tubuh, namun kandungan dalam produk bayi sangatlah berbahaya. Oleh karenanya, Ibu harus memastikan bahwa sabun si Kecil terbebas dari benzil asetat. 

Pemutih klorin 

Selanjutnya, Ibu juga harus waspada dengan kandungan pemutih klorin. Alasannya, bahan kimia satu ini umumnya dipakai untuk deterjen pencuci piring, desinfektan, dan penghilang jamur. Kondisi ini menjadikannya termasuk bahan keras, terutama apabila digunakan pada kulit bayi yang masih sangat sensitif. 

1,4 Dioksan 

Dioksana adalah senyawa kimia heterosiklik yang merupakan eter, yaitu cairan tidak berwarna dengan bau seperti eter yang lembut. Senyawa ini sering digunakan dalam pengolahan tekstil, pencetakan, dan pembuatan detergen. Oleh karenanya, adanya kandungan ini di dalam sabun bayi masuk dalam daftar yang berbahaya. 

Bisphenol A (BPA) 

Bisphenol A (BPA) adalah bahan kimia yang sering digunakan dalam pembentukan plastik polikarbonat dan epoxy resins, sebagai antioksidan atau penstabil dalam polivinil klorida (PVC). Selain itu, penggunaan dalam beberapa produk tertentu memang bisa memicu beberapa masalah kesehatan, salah satunya jika digunakan dalam sabun. 

Senyawa amonium kuartener 

Amonium kuartener (QAC) adalah senyawa yang tersedia secara luas dalam produk pembersih, disinfektan, dan perawatan pribadi. Meski demikian, penggunaannya dalam sabun bayi jadi salah satu yang tidak direkomendasikan. Pasalnya, paparan yang tinggi akan senyawa ini bisa menyebabkan toksitasi dan risiko kesehatan yang sangat signifikan, terutama bagi bayi yang masih sangat rentan terhadap berbagai hal. Oleh karenanya, QAC masuk dalam daftar kandungan yang berbahaya dalam sabun bayi. 

DEET 

DEET (N,N-diethyl-m-toluamide) adalah zat kimia berupa cairan yang hampir tidak berwarna hingga kuning dengan sedikit bau aroma terapi. Senyawa ini biasanya digunakan dalam beberapa obat serangga atau nyamuk. Sebagai bahan yang masuk dalam daftar berbahaya maka pastikan bahwa sabun si Kecil tidak mengandung senyawa ini. 

Formaldehida 

Formaldehida merupakan merupakan kandungan yang umum terdapat dalam sabun dan shampo, termasuk pada bayi. Tapi, penggunaan secara berlebih bisa memicu dampak kesehatan yang sangat serius. Hal ini menjadikannya bahan yang perlu dihindari dalam sabun, terutama untuk bayi yang kulitnya masih sangat sensitif. 

Oxybenzone 

Oxybenzone adalah filter organik yang menyerap sinar UV-B dan sinar UV-A jarak pendek. Beberapa produk memang menggunakan kandungan ini, salah satunya tabir surya. Meski demikian, perlu pengawasan dalam penggunaannya. Pasalnya, ada keterkaitan dengan reaksi alergi dan gangguan hormon. Oleh karenanya, Ibu perlu berhati-hati jika sabun bayi mengandung oxybenzone. 

Poliuretan

Poliuretan adalah jenis polimer yang terbentuk dari reaksi antara distosia (seperti TDI atau MDI) dan poliol. Bahan ini sering digunakan pada bantalan busa dan kasur yang umumnya memicu batuk, iritasi kulit, dan mata. Akibatnya, menjadi bahan yang berbahaya apabila termasuk dalam kandungan sabun. 

Pewangi sintetis 

Pewangi sintetis memang sangat umum digunakan dalam berbagai produk, tidak terkecuali sabun. Tapi, sabun bayi sangat tidak direkomendasikan mengandung hal tersebut. Oleh karenanya, Ibu perlu memastikan produk yang si Kecil gunakan bebas dari kandungan tersebut. 

Asam perfluorooctanoic (PFOA)

Bahan ini umumnya digunakan dalam alat masak anti-lengket. Oleh karenanya, sabun yang diperuntukan bagi bayi tidak disarankan mengandung asam perfluorooctanoic

Itulah 11 kandungan di sabun bayi yang bisa memicu bahaya apabila digunakan secara rutin. Sebagai orang tua, Ibu perlu lebih teliti mengenai bahan-bahan yang digunakan dalam produk bayi. Memastikan sabun si Kecil bebas dari 11 bahan tersebut bisa jadi salah satunya. 

Baca Juga: Sabun untuk Biang Keringat Pada Bayi, Pilih yang Seperti Ini!

Dampak Jika Si Kecil Menggunakan Sabun dengan Kandungan Berbahaya

Dampak Jika Si Kecil Menggunakan Sabun dengan Kandungan Berbahaya
Ilustrasi dampak bahan berbahaya pada kulit bayi (Canva)

Apabila Ibu membiarkan si Kecil untuk terus-menerus menggunakan sabun dengan kandungan berbahaya, akan ada dampak yang muncul. Melansir laman WebMD, dampak yang umumnya muncul, seperti iritasi kulit, eksim, perubahan hormon, dan pertumbuhan yang terganggu. 

Selain itu, laman Ciputra Hospitals menyebut juga beberapa dampaknya, seperti meningkatkan risiko penyakit kanker, mengganggu pertumbuhan, dan perkembangan bayi, infeksi saluran pernapasan, sensasi terbakar dan iritasi kulit, gangguan hormon, dan alergi. 

Berbagai dampak tersebut tentunya merata, yaitu dari segi dampak yang ringan hingga yang berat. Oleh karenanya, Ibu perlu hati-hati dalam memilih dan memberikan produk-produk perawatan tubuh si Kecil, termasuk sabun bayi. 

Selain Sabun Mandi, Ibu Juga Harus Teliti Kandungan Minyak Telonnya

Minyak telon digadang-gadang jadi produk perawatan bayi terlaris setelah sabun. Pasalnya, produk ini dinilai mampu memberikan banyak manfaat bagi bayi, seperti membantu menghangatkan tubuh, mencegah dari gigitan nyamuk, memberikan kenyamanan, dan merawat kesehatan kulit. 

Tapi, Ibu juga harus memastikan bahwa kandungan minyak telon si Kecil aman untuk digunakan. Caranya, bisa dengan mengamati lebih teliti bahan-bahan yang digunakan di dalamnya. Beberapa bahan minyak telon yang dinilai aman untuk bayi seperti: 

Minyak kayu putih 

Minyak kayu putih (cajuput oil) merupakan minyak alami yang berasal dari hasil ekstraksi kayu putih. Minyak ini umumnya jadi bahan utama minyak telon karena punya banyak khasiat.

Melansir laman Healthline, manfaat yang dimaksud, seperti membantu merawat kulit, meredakan nyeri otot dan sendi, sakit gigi, sinusitis, demam, batuk dan gangguan pernapasan, kecemasan, hingga stres. 

Selain memang banyak manfaatnya, minyak kayu putih juga aman untuk kulit bayi. Oleh karenanya, minyak alami dari pohon kayu putih ini jadi salah satu bahan utama minyak telon untuk bayi. 

Minyak adas 

Minyak adas (fennel oil) adalah minyak atsiri yang terbuat dari biji adas. Minyak ini juga termasuk bahan yang utama dalam minyak telon, selain minyak kayu putih. Pasalnya, ada banyak manfaat yang bisa diberikan, seperti meningkatkan kualitas tidur si Kecil, membantu meredakan perut kembung dan masuk angin. 

Berbagai manfaat tersebut dikarenakan minyak adas memiliki sifat antiseptik, antioksidan, antibakteri, dan antidepresan. Sifat-sifat tersebut tentunya membantu tubuh untuk mencapai kondisi terbaiknya, termasuk pada bayi. Terlebih, minyak ini juga sangat aman digunakan untuk bayi, salah satunya sebagai campuran minyak telon. 

Minyak kelapa (VCO) 

Terakhir, bahan utama yang umumnya digunakan sebagai campuran minyak telon adalah minyak kelapa (virgin coconut oil). Minyak ini berasal dari buah kelapa yang diekstrak menjadi minyak alami. 

Melansir laman Healthline, manfaatnya sangat baik untuk menjaga kesehatan kulit, seperti melembapkan, meredakan eksim, gatal, dan ruam. Hal ini dikarenakan sifatnya sebagai anti-inflamasi yang baik untuk kulit. Oleh karenanya, VCO sangat diperlukan dalam minyak telon. 

Itulah 3 kandungan utama minyak telon yang umumnya beredar di pasaran. Tapi, jika Ibu menginginkan yang lebih dari sekedar minyak telon biasa maka Waji Minyak Telon Plus adalah solusinya. 

Minyak Telon Waji untuk Anak

Sebab, selain mengandung tiga bahan utama tersebut, Waji telon memiliki enam bahan alami lainnya, seperti minyak sereh, lavender, buah juniper, bunga marigold, bawang merah, dan adas manis

Berbagai bahan tersebut kemudian diformulasikan hingga mampu memberikan 5 Perlindungan Alami seperti: 

  • Melindungi dari gigitan nyamuk dan serangga 
  • Memberikan kehangatan dan kenyamanan 
  • Menutrisi, melembapkan, dan merawat kulit 
  • Meredakan gatal, ruam, dan peradangan pada kulit 
  • Melegakan pernapasan, gejala masuk angin, dan perut kembung 

Jadi, Ibu tunggu apa lagi? Yuk, dapatkan Waji Minyak Telon Plus sekarang juga yang sudah pasti aman karena terbuat dari 100% bahan alami dan sudah bersertifikasi BPOM! 

Keranjang Belanja
Chat dengan CS Waji
Scroll to Top