Mengenal Iritasi Kulit Bayi dan Cara Aman Mengatasinya

Mengenal Iritasi Kulit Bayi dan Cara Aman Mengatasinya

Kulit bayi memang masih sangat rentan mengalami iritasi ya, Bu. Sebab, kondisinya berbeda dengan orang dewasa, yaitu masih sangat tipis, sensitif, dan belum maksimalnya lapisan pelindung kulit. Akibatnya, paparan bahan tertentu bisa langsung mengiritasi bayi. 

Lalu, bagaimana cara mengatasi iritasi kulit bayi? Artikel berikut akan membahas mengenai hal tersebut, termasuk memahami jenis-jenis iritasinya. Yuk, simak selengkapnya di bawah ini biar Ibu tahu langkah-langkah pencegahan sekaligus penanganan pertamanya! 

Jenis Iritasi Kulit Bayi

iritasi kulit bayi

Sebelum membahas cara mengatasinya, Ibu harus tahu bahwa ada beberapa jenis iritasi kulit yang sering terjadi pada bayi. Iritasi ini merupakan peradangan pada kulit sensitif. Tandanya adalah kulit kemerahan, gatal, kering, pecah-pecah, bentol, dan ruam. 

Lalu, apa saja jenis iritasi pada kulit bayi? Umumnya, bayi mengalami beberapa jenis iritasi kulit berdasarkan faktor-faktor penyebabnya seperti: 

1. Ruam Popok 

Jenis iritasi kulit pada bayi yang paling sering terjadi adalah ruam popok (dermatitis popok). Penyebab masalah ini adalah kelembapan pada kulit yang terjadi secara terus-menerus, terutama di area popok. 

Kondisi tersebut kemudian memicu pertumbuhan jamur dan bakteri pada kulit. Akibatnya, kulit akan mengalami ruam atau iritasi di sekitarnya. Oleh karenanya, Ibu perlu waspada karena setiap hari, si Kecil pasti menggunakan popok. 

2. Eksim (Dermatitis Atopik) 

Selanjutnya, bayi juga sering mengalami masalah eksim (dermatitis atopik). Kondisi iritasi kulit ini ditandai dengan kulit yang kering, gatal-gatal, kemerahan, hingga sering kambuh yang bisa memicu lepuhan basah. 

Umumnya, penyebab dermatitis atopik pada bayi adalah sistem kekebalan tubuh yang masih sensitif. Seperti Ibu tahu, imun si Kecil belum sekuat orang dewasa, sehingga belum terlalu kuat untuk melawan berbagai patogen atau iritan yang mengenai tubuh. 

Oleh karenanya, anak-anak sangat rentan mengalami iritasi seperti eksim atau dermatitis atopik. 

3. Biang Keringat 

Biang keringat adalah salah satu masalah iritasi kulit yang juga sering terjadi pada anak-anak. Penyebabnya beragam, namun biasanya faktor penyumbatan pada pori-pori kelenjar keringat adalah yang paling sering menjadi pemicunya. 

Tersumbatnya pori-pori kulit tersebut menyebabkan keringat tertahan di bawah permukaan kulit. Akibatnya, timbul bintik-bintik kecil berwarna merah. Selain itu, juga bisa muncul goresan memanjang berwarna merah. 

Tidak hanya itu, biang keringat juga sering dikarenakan pemilihan pakaian yang kurang tepat. Misalnya, ketika Ibu memilih pakaian yang panjang dan menutup semua bagian tubuh. Padahal, kondisinya sedang sangat panas. Hasilnya akan muncul biang keringat pada bagian-bagian tertentu tubuh si Kecil.

Baca Juga: Pantangan Biang Keringat, Wajib Hindari!

4. Biduran atau Urtikaria 

Biduran bukan hanya masalah kulit yang bisa terjadi pada orang dewasa. Sebab, anak-anak juga bisa mengalaminya ya, Bu. Kondisi ini sering ditandai dengan bentol-bentol berwarna merah yang semakin melebar. 

Umumnya, gejalanya ditandai dengan rasa gatal yang disertai sensasi panas. Semakin digaruk, biduran akan semakin parah dan bentol-bentolnya bisa melebar. Penyebabnya tidak pasti, namun bisa dikarenakan iritasi akibat debu, makanan, bulu hewan, atau zat berbahaya lainnya. 

5. Infeksi Jamur 

Jenis iritasi pada kulit bayi selanjutnya dikarenakan infeksi jamur, salah satunya tinea. Infeksi ini biasanya menyebabkan gatal-gatal, bercak bulat oval dengan bagian tengah lebih halus, namun pinggirnya bersisik. 

Kondisi tersebut bisa menyebar dengan cepat. Oleh karenanya, Ibu harus memastikan bahwa barang-barang pribadinya tidak digunakan oleh orang lain. 

Baca Juga: Cara Menghilangkan Bercak Putih Pada Kulit Bayi Karena ASI 

6. Dermatitis Kontak

Dermatitis kontak adalah peradangan pada kulit akibat kulit bersentuhan langsung dengan iritan, seperti bahan kimia tertentu, alergen, perawatan kulit yang kurang tepat, hingga faktor lainnya. 

Proses tersebut kemudian menyebabkan ruam atau gatal pada kulit. Selain itu, pada kondisi yang parah juga bisa memicu sensasi terbakar, nyeri, kulit kering, pecah-pecah, bersisik, hingga benjolan yang melepuh dan berisi cairan. 

Oleh karenanya, dermatitis kontak jadi salah satu jenis iritan pada kulit bayi yang juga sering terjadi. 

7. Jerawat Bayi 

Jerawat tidak hanya terjadi pada orang dewasa, sebab bayi juga bisa mengalaminya. Kondisi ini biasanya disebut neonatal acne yang umumnya terjadi pada usia 2–6 minggu. Gejalanya ditandai dengan bintik berwarna merah atau putih. 

Adapun lokasi jerawat bayi biasanya di daerah pipi dan hidung bayi. Tapi, ada juga yang terjadi pada area kening, dagu, leher, punggung, hingga dada. Oleh karenanya, Ibu perlu hati-hati terhadap iritasi jenis ini. 

8. Kulit Kering 

Terakhir, jenis iritasi yang paling sering terjadi pada kulit bayi selain ruam adalah kulit kering. Kondisi ini disebabkan karena kulit bayi masih sensitif dan tipis dibandingkan orang dewasa. Akibatnya, kulit sangat mudah menjadi kering dan memicu gatal yang tidak nyaman. 

Faktor-faktor yang memicu kulit kering, seperti suhu udara dingin atau kering, air yang terlalu panas, atau jarang menggunakan pelembap. Berbagai faktor tersebut sangat memengaruhi kondisi kelembapan kulit sehingga memicu iritasi kulit kering. 

Bagaimana Cara Mengatasi Iritasi Kulit Bayi?

Sebagai orang tua, Ibu pasti berusaha melakukan berbagai cara saat kulit si Kecil iritasi. Sebab, ada beberapa cara alami mengobati iritasi pada kulit bayi. Melansir berbagai sumber, berikut beberapa langkah yang perlu dilakukan: 

1. Hentikan Faktor Pemicunya 

Langkah pertama untuk mengatasi iritasi kulit pada bayi adalah menghentikan faktor pemicunya. Misalnya, faktor iritasi adalah popok yang jarang diganti maka Ibu harus rutin mengganti popok dengan yang baru. Cara ini akan mencegah kondisinya semakin parah. 

Selain itu, menghentikan faktor pemicu iritasi juga bisa dilakukan pada kondisi lain, seperti menghentikan penggunaan sabun yang tidak cocok, dan menjauhkan berbagai iritan dari si Kecil. Langkah ini akan mencegah kondisi iritasi semakin parah. 

2. Hindari Kebiasaan Menggaruk 

Iritasi pada kulit bayi umumnya menimbulkan ruam kemerahan. Sebagai orang tua, Ibu harus mencegah si Kecil dari kebiasaan menggaruk area yang gatal. Pasalnya, dengan membiarkannya maka bisa memicu kondisinya semakin parah. 

Cara yang bisa Ibu lakukan bisa dengan memasangkan sarung tangan pada bayi. Hal ini akan mencegah si Kecil dari menggunakan kukunya untuk menggaruk area yang gatal. Hasilnya, area kulit yang teriritasi tidak terluka akibat garukan. 

3. Bersihkan dan Keringkan Area yang Iritasi 

Membersihkan area kulit yang iritasi jadi langkah yang tidak boleh dilewatkan. Alasannya, cara ini akan membantu meredakan iritasi yang terjadi. Caranya bisa dengan membasuhnya menggunakan air yang bersih. 

Setelah membersihkan area iritasi dengan air bersih, Ibu perlu mengeringkannya dengan kain atau handuk. Tujuannya agar kondisi kulit selalu dalam keadaan kering dan tidak lembap. 

4. Pilihlah Pakaian yang Sesuai 

Pakaian anak-anak memang menentukan kondisi tubuh mereka ya, Bu. Hal ini membuat orang tua harus selalu memilih pakaian yang tepat, misalnya yang berbahan katun dan menyerap keringat untuk digunakan siang hari. 

Memberikan pakaian yang sesuai akan mencegah terjadinya penumpukan keringat di permukaan kulit. Hasilnya, Ibu akan meredakan si Kecil dari eksim, biang keringat, dan jerawat.

5. Oleskan Waji Baby Cream Calm & Soft 

kandungan waji BABY CREAM 3

Apa yang bisa Ibu oleskan pada kulit bayi yang iritasi? Sebagai orang tua cerdas, Ibu bisa memberikan Waji Baby Cream Calm & Soft. Pasalnya, cream untuk bayi ini bisa memberikan perawatan terbaik untuk kulit, termasuk akibat iritasi. 

Diformulasikan dari ekstrak bahan alami, seperti marigold, pegagan, alga coklat, 5x ceramide, dan glycerine mampu memberikan 4 in 1 Formulation for Baby Skin. Selain itu, juga mampu memberikan manfaat seperti: 

  • Menenangkan, melembapkan, melindungi, dan merawat kulit bayi. 
  • Aman untuk kulit bayi yang sensitif dan rentan alergi. 
  • Sudah teruji dermatologi
  • Menyesuaikan dengan pH alami kulit bayi agar tetap sehat dan lembut. 
  • Perlindungan ekstra untuk menjaga skin barrier bayi tetap kuat. 
  • Menghidrasi, menutrisi, dan memperbaiki kulit bayi. 

Itulah beberapa manfaat sekaligus keunggulan Waji Baby Cream Calm & Soft yang bisa Ibu berikan pada si Kecil, terutama untuk mencegah sekaligus mengiritasi kulit. Yuk, dapatkan produknya sekarang juga melalui website resminya di www.wajiofficial.id! 

Keranjang Belanja
Chat dengan CS Waji
Scroll to Top