Biang keringat atau hiperhidrosis adalah kondisi di mana seseorang mengalami produksi keringat berlebihan. Meskipun keringat adalah mekanisme alami tubuh untuk mendinginkan suhu, namun terlalu banyak keringat bisa menjadi masalah kesehatan (biang keringat)
Salah satu langkah yang dapat diambil untuk mengatasi biang keringat adalah dengan memperhatikan pantangan-pantangan tertentu.
Bagi penderita biang keringat, ada beberapa pantangan biang keringat yang harus diperhatikan untuk mencegahnya semakin parah dan bisa mempercepat penyembuhan.
Biang keringat sendiri ada 2 jenis, yaitu primer dan sekunder. Biang keringat primer merupakan jenis biang keringat yang tidak memiliki penyebab yang jelas dan seringkali dipengaruhi oleh faktor genetik.
Biasanya dimulai pada masa kanak-kanak atau remaja. Keringat berlebihan terjadi pada area tertentu seperti tangan, kaki, ketiak, atau wajah.
Sedangkan biang keringat sekunder merupakan reaksi terhadap kondisi medis atau faktor lain seperti obesitas, diabetes, atau menopause. Biasanya terjadi pada seluruh tubuh yang biasanya terjadi pada usia dewasa.
Berbagai gejala keduanya dapat menyebabkan rasa tidak nyaman, rasa gatal, atau bahkan bau badan yang kuat.
Selain itu, juga bisa memengaruhi kualitas hidup seseorang, menyebabkan stres sosial dan emosional.
Pantangan Biang Keringat

Pantangan biang keringat melibatkan beberapa aspek gaya hidup dan kebiasaan makan yang dapat membantu mengurangi gejala biang keringat.
Nah, berikut ada beberapa pantangan yang sebaiknya dihindari bagi mereka yang mengalami biang keringat.
1. Makanan Pedas dan Berlemak
Makanan pedas dan berlemak menurut American Academy of Dermatology dapat merangsang kelenjar keringat, memperburuk gejala biang keringat.
Oleh karenanya, kamu harus menghindari konsumsi makanan pedas seperti cabai dan makanan berlemak yang tinggi, seperti gorengan.
Sebagai gantinya, pilihlah makanan yang rendah lemak dan lebih mudah dicerna.
2. Konsumsi Kafein dan Alkohol
Menurut International Hyperhidrosis Society, kafein dan alkohol dapat meningkatkan suhu tubuh dan memicu produksi keringat. Membatasi konsumsi kopi, teh, dan minuman beralkohol untuk membantu mengurangi gejala biang keringat.
3. Pakaian yang Ketat
Hindari penggunaan pakaian yang terlalu ketat, terutama pada area yang rentan terhadap biang keringat seperti ketiak, selangkangan, atau di antara jari kaki. Pakaian ketat dapat memperburuk kondisi dengan menghambat sirkulasi udara.
Memilih pakaian yang terbuat dari bahan alami seperti katun atau linen dapat membantu sirkulasi udara dan mencegah penumpukan panas di tubuh.
Laman Mayo Clinic menyebutkan bahwa menghindari pakaian sintetis yang dapat menyebabkan iritasi dan meningkatkan produksi keringat.
4. Dehidrasi
Menurut Mayo Clinic, dehidrasi dapat memicu produksi keringat yang lebih intens karena tubuh berusaha untuk mendinginkan diri. Kekurangan cairan dapat memengaruhi keseimbangan termoregulasi tubuh, yang pada gilirannya meningkatkan aktivitas kelenjar keringat.
Memperhatikan tanda-tanda dehidrasi, seperti mulut kering, warna urine yang gelap, atau rasa haus yang berlebihan, dapat menjadi panduan dalam menentukan apakah tubuh membutuhkan lebih banyak cairan.
5. Stress
Stres yang tidak terkendali dapat menjadi pemicu aktivitas kelenjar keringat yang berlebihan, memperburuk gejala biang keringat. Salah satu cara efektif untuk mengurangi tingkat stres adalah melalui penggunaan teknik relaksasi seperti meditasi atau yoga.
Meditasi menurut Harvard Health Publishing memungkinkan seseorang untuk fokus pada pernapasan dan menciptakan ketenangan batin, sementara yoga menggabungkan gerakan tubuh dengan pernapasan untuk meredakan ketegangan.
Kedua teknik ini telah terbukti membantu mengurangi tingkat hormon stres dalam tubuh, yang dapat memberikan dampak positif pada produksi keringat berlebihan.
Selain itu, aktivitas fisik ringan seperti yoga juga dapat membantu menjaga kesehatan secara keseluruhan, termasuk mendukung sistem kardiovaskular dan meredakan ketegangan otot.
Dengan mengintegrasikan praktik-praktik ini ke dalam rutinitas sehari-hari, kamu yang punya biang keringat dapat mencapai tingkat keseimbangan yang lebih baik dalam tubuh dan pikiran mereka.
Baca Juga: Perbedaan Bintik Merah DBD dan Biang Keringat.
Tips Mengatasi Biang Keringat
Kamu bisa mengobati biang keringat dengan melibatkan kombinasi perubahan gaya hidup, perawatan topikal, dan dalam beberapa kasus, tindakan medis. Berikut adalah beberapa cara yang bisa kamu lakukan.
1. Pertimbangkan Penggunaan Antiperspiran
Antiperspiran mengandung bahan-bahan yang dapat membantu mengurangi produksi keringat. Pilihan antiperspiran yang mengandung aluminium klorida atau aluminium zirkonium bisa untuk hasil yang lebih efektif.
2. Jaga Kebersihan Tubuh
Mandi menurut National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases secara teratur dan menjaga kebersihan tubuh dapat membantu mengurangi pertumbuhan bakteri yang dapat menyebabkan bau badan.
Selain itu, kamu juga bisa menggunakan sabun antibakteri dan pastikan untuk mengeringkan tubuh dengan baik setelah mandi.
3. Rutin Berolahraga
Menurut laman American Heart Association, olahraga dapat membantu mengatur suhu tubuh dan meningkatkan kesehatan jantung. Pilihlah aktivitas fisik ringan atau moderat, seperti berjalan atau bersepeda, untuk menghindari peningkatan suhu tubuh yang drastis.
Mengelola biang keringat melibatkan perubahan gaya hidup dan kebiasaan makan. Caranya dengan menghindari pantangan-pantangan yang telah disebutkan di atas. Kamu dapat mengurangi gejala biang keringat dan meningkatkan kenyamanan sehari-hari.
Selain itu, konsultasikan dengan dokter jika biang keringat yang kamu miliki terus menjadi masalah, terutama untuk mendapatkan saran medis yang sesuai.
Jika tak cukup dengan menghindari pantangan biang keringat, kamu juga bisa mengatasinya dengan cara yang sudah terbukti ampuh yakni dengan produk minyak balur waji.
Berapa Lama Biang Keringat Sembuh?
Melansir laman Primaya Hospitals, biang keringat bisa sembuh atau akan hilang dalam beberapa hari. Namun, beberapa sumber menyebutkan secara spesifik bahwa masalah pada kulit ini bisa kembali normal dalam waktu 2-3 hari.
Meskipun terkesan cepat sembuh, tapi kamu tidak boleh membiarkannya begitu saja. Sebab, apabila dibiarkan maka biang keringat bisa semakin parah. Oleh karenanya, kamu harus melakukan cara-cara mencegah biang keringat.
Tips Mencegah Biang Keringat Ala Waji
Ada beberapa upaya mencegah biang keringat seperti:
1. Menjaga Kulit Tetap Sejuk
Pencegahan pertama yang bisa kamu lakukan adalah menjaga agar kondisi kulit tetap sejuk. Caranya bisa dengan mandi air dingin secara teratur, menggunakan kipas angin atau AC di ruangan yang panas, dan menjaga kulit tetap lembap (tidak kering atau basah).
Langkah-langkah tersebut akan membantu mengurangi produktivitas keringat berlebih, mengurangi kelembapan dan panas, meredakan gatal, dan mencegah penyumbatan pada pori-pori. Oleh karenanya, melakukannya akan mencegah dari biang keringat.
2. Memilih Pakaian yang Sesuai
Selanjutnya, mencegah biang keringat juga bisa dengan memilih pakaian dengan kriteria tertentu. Pasalnya, pakaian dengan bahan katun misalnya, akan lebih mudah menyerap keringat dan membuat kulit selalu dalam kondisi sejuk.
Selain itu, kamu juga harus mempertimbangkan ukurannya. Pastikan menggunakan pakaian yang tidak terlalu ketat. Sebab, pakaian yang ketat akan memicu sulitnya sirkulasi udara ke kulit. Bahkan, keringat yang keluar bisa menumpuk di permukaan kulit.
Oleh karenanya, penggunaan pakaian yang longgar dan berbahan menyerap keringat akan mencegah kamu dari mengalami biang keringat.
3. Membatasi Aktivitas di Luar Ruangan
Tetap tinggal di dalam ruangan akan mencegah dari terkena sinar matahari langsung. Kondisi ini akan menghindarkan tubuh dari memproduksi keringat berlebih. Selain itu, kulit juga akan tetap lembap. Hasilnya, membatasi aktivitas di luar ruangan akan mencegah dari biang keringat.
4. Menggunakan Produk Perawatan Kulit
Terakhir, kamu juga bisa menggunakan produk perawatan tertentu, seperti tabir surya dan pelembap. Menggunakan produk-produk tersebut akan mencegah kulit dari mengalami paparan sinar matahari langsung yang memicu keringat berlebih, sehingga terhindar dari biang keringat.
Tanda Biang Keringat Akan Sembuh
Beberapa tanda bisa menunjukkan bahwa biang keringat akan sembuh. Tanda-tanda ini dilihat dari gejala yang semakin reda atau hilang seperti:
- Hilangnya bintik-bintik merah atau ruam pada area yang mengalami biang keringat.
- Rasa gatal yang mulai mereda.
- Kondisi kulit yang terasa lebih nyaman.
- Fungsi kelenjar keringat yang kembali normal.
- Tidak ada tanda-tanda infeksi, seperti nyeri, bernanah, dan demam.
Itulah tanda-tanda biang keringat akan segera sembuh. Tapi. jika tanda-tandanya tidak muncul atau bahkan mengalami kondisi yang semakin parah, seperti nyeri, bernanah, dan demam maka segera periksakan ke dokter atau petugas medis. Tindakan ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Minyak Waji Membantu Mengatasi Gatal-Gatal
Kamu yang sudah lelah dengan masalah biang keringat bisa mencoba menggunakan Minyak Balur Waji. Minyak ini dibuat dari 10+ Botanical Essences yang punya banyak khasiat.
Adapun khasiatnya seperti membantu meredakan nyeri sendi, pegal, linu, kebas, keram, kesemutan, perut kembung, dan gatal-gatal. Hal ini dikarenakan kandungan berbagai minyak esensial di dalamnya.
Membalurkan Minyak Waji pada area yang terkena biang keringat secara rutin akan membantu meredakan gatal-gatal. Pasalnya terdapat sifat antiinflamasi, antijamur, dan antiseptik.
Sifat-sifat tersebut berfungsi untuk membantu meredakan gatal, baik yang terjadi karena peradangan, jamur, maupun bakteri lainnya.
Sabun untuk Biang Keringat
Buat kamu yang sedang mencari sabun untuk mengatasi biang keringat, Sabun Gatal Waji bisa jadi solusinya. Sebab, sabun ini dibuat dengan formula 8 Bahan Alami yang mampu membantu meredakan gatal akibat jamur dan bakteri.
Manfaat tersebut didapatkan dari kandungan minyak alami daun sirih, binahong, dan sereh. Berbagai senyawa dan sifat di dalamnya mampu meredakan gatal-gatal, baik akibat bakteri maupun jamur. Hasilnya, mandi menggunakan sabun Waji secara rutin akan membantu menjaga kulit tetap sehat, bersih, dan lembut.
