Gigitan serangga memang kerap kali memicu beberapa reaksi, seperti gatal, bentol, dan kulit menjadi kemerahan. Kondisi ini sebenarnya bisa diatasi, salah satunya dengan memanfaatkan minyak esensial.
Lalu, apa saja minyak esensial untuk mengatasi gigitan serangga? Artikel ini akan membahas mengenai hal tersebut, termasuk obat gigitan serangga bengkak dan gatal serta antihistamin untuk gigitan serangga. Yuk, simak selengkapnya di bawah ini!
Jenis Gigitan Serangga dan Gambarnya

Serangga merupakan salah satu jenis binatang yang bisa menggigit manusia, contohnya nyamuk, semut, kutu busuk, tungau, lebah, dan tomcat (rovak). Bekas gigitan masing-masing serangga bisa menunjukkan reaksi yang berbeda pada kulit.
Nah, berikut beberapa jenis reaksi gigitan serangga dan gambarnya yang perlu kamu ketahui:
1. Gigitan Nyamuk
Nyamuk jadi salah satu serangga yang paling mudah ditemui, bahkan hampir di semua tempat. Namun, pada tempat-tempat tertentu, terutama yang banyak genangan air, lembap, dan banyak tumbuhannya, jumlahnya akan lebih banyak.
Padahal, nyamuk ini termasuk yang sering menggigit manusia. Adapun bekas gigitan nyamuk pada kulit biasanya ditandai dengan bintik merah, bentol, dan ruam atau gatal-gatal.
Kondisi tersebut bisa terjadi akibat reaksi air liur nyamuk yang mengenai kulit. Selain itu, juga akibat imun tubuh melakukan perlawanan pada sesuatu yang dianggap mengancam tubuh. Oleh karenanya, hindari kebiasaan menggaruk agar kondisinya tidak semakin parah.
2. Gigitan Semut
Selanjutnya, semut juga jadi serangga yang sangat mudah ditemui, baik di ruang-ruang pribadi seperti rumah maupun tempat umum seperti kantor dan lain sebagainya. Umumnya, serangga ini menggigit manusia, terutama jika merasa diganggu.
Selama menggigit, semut akan mencengkeram kulit dengan rahangnya, lalu menyengat dari perutnya. Pada proses ini, semut bisa menyuntikkan racun berkali-kali ke sasarannya. Akibatnya, bekas gigitan semut akan menunjukkan bintik merah, gatal, nyeri, atau sensasi terbakar.
Oleh karenanya, mereka yang mengalami gigitan semut perlu segera ditangani agar kondisinya tidak semakin parah.
Baca Juga: Rekomendasi Essential Oil untuk Bayi dan Manfaat Baiknya
3. Gigitan Kutu Busuk
Kutu busuk (bed bugs) adalah serangga kecil yang hidup dengan cara menghisap darah. Tempat tinggalnya berada di kasur sehingga sering dinamai dengan kutu kasur. Jeni kutu ini juga bisa menggigit manusia, terutama ketika tidur.
Gigitan kutu busuk biasanya memicu reaksi, seperti bentol-bentol berwarna merah, berkelompok, atau bergaris-garis. Adapun area tubuh yang sering mengalaminya adalah wajah, leher, tangan, dan lengan.
Meskipun demikian, bekas gigitan kutu busuk biasanya akan hilang dalam waktu 1-2 minggu. Tapi, bisa lebih cepat apabila ditangani dengan langkah-langkah yang tepat.
4. Gigitan Tungau
Selain kutu busuk, tungau juga sering jadi serangga yang menggigit manusia. Jenis serangga ini bisa ditemukan di kulit mati, debu, tanaman, hingga parasit pada manusia dan hewan. Apabila sampai menggigit manusia
Minyak Esensial untuk Mengatasi Gigitan Serangga

Mengatasi gigitan serangga bisa dengan memanfaatkan minyak esensial. Sebab, dari banyaknya manfaat, salah satunya bisa membantu mengatasi gigitan serangga. Berikut beberapa jenis minyak esensial yang bermanfaat untuk hal tersebut:
1. Minyak Pohon Teh (Tea Tree Oil)
Minyak esensial dari pohon teh mengandung antihistamin alami, yaitu bahan alami yang mampu membantu meredakan alergi. Kandungan ini sangat baik untuk untuk mengatasi bekas gigitan serangga.
Alasannya, mengoleskan minyak pohon teh akan mengurangi reaksi gatal yang muncul akibat gigitan. Oleh karenanya, menggunakan minyak ini sangat baik untuk mengatasi gigitan serangga.
2. Minyak Sereh
Selanjutnya, minyak sereh juga termasuk minyak esensial untuk membantu mengatasi gigitan serangga. Hal ini karena sifat anti-inflamasinya mampu meredakan peradangan pada kulit. Hasilnya, reaksi yang ditimbulkan akibat bekas gigitan tidak terlalu parah.
Tidak hanya itu, memanfaatkan minyak sereh juga membantu mengurangi rasa gatal. Kondisi ini akan mencegah seseorang dari keinginannya untuk menggaruk.
3. Minyak Lavender
Minyak lavender termasuk jenis minyak esensial yang cukup populer, terutama untuk mengatasi bekas gigitan serangga. Hal ini membuatnya sering dijadikan sebagai bahan minyak telon untuk bayi.
Meski demikian, kini minyak telon juga digunakan untuk orang dewasa. Alasannya, terdapat kandungan anti-inflamasi yang mampu meredakan bekas gigitan. Kondisi ini akan menurunkan risiko gatal, nyeri, atau bentol pada kulit.
Baca Juga: Cara Mengatasi Alergi Minyak Telon, Ibu Tak Perlu Panik
4. Minyak Chamomile
Minyak chamomile adalah minyak esensial yang berasal dari bunga chamomile. Aroma minyak ini sangat tidak disukai oleh serangga, salah satunya nyamuk. Menggunakannya mampu mencegah seseorang dari gigitan serangga.
Selain mencegah, minyak esensial chamomile juga mampu meredakan bekas gigitan serangga, lho. Hal ini karena kandungan senyawa a-bisabolol di dalamnya mampu meredakan gigitan serangga. Hal ini karena efek anti-inflamasi yang menenangkan.
5. Minyak Daun Mint
Minyak daun mint tentunya memiliki sifat mint yang menenangkan. Hal ini sangat baik untuk membantu memberikan sensasi dingin pada bekas gigitan serangga, salah satunya nyamuk. Alasannya, sensasi dingin secara perlahan akan menghilangkan reaksi gatal yang muncul. Oleh karenanya, minyak ini sering digunakan untuk mengatasi bekas gigitan serangga.
6. Minyak Kamper
Berbeda dengan minyak daun mint yang memberikan sensasi dingin, minyak kamper justru sebaliknya. Sensasi hangat yang muncul setelah menggunakan minyak ini juga bermanfaat untuk membantu meredakan bekas gigitan nyamuk.
Tidak hanya itu, sensasi tersebut juga mampu menyenangkan kulit, sehingga membantu mengalihkan rasa gatal yang muncul. Manfaat ini sangat diperlukan untuk mencegah keinginan menggaruk area yang gatal.
7. Minyak Kayu Putih
Terakhir, jenis minyak esensial yang populer di masyarakat adalah minyak kayu putih. Minyak ini mengandung anti-inflamasi, anti-iritasi, dan memberikan rasa nyaman di kulit. Manfaatnya tentu sangat baik untuk mengatasi bekas gigitan serangga yang memicu gatal, ruam, hingga bentol-bentol.
Itulah beberapa jenis minyak esensial untuk mengatasi gigitan serangga. Namun, perlu kamu ketahui bahwa memanfaatkan semua jenis minyak tersebut perlu hati-hati. Sebab, minyak esensial tidak boleh langsung digunakan ke kulit.
Penggunaan minyak esensial perlu dicampur dengan carrier oil (minyak pembawa). Minyak inilah yang nantinya berfungsi membawa manfaat minyak esensial agar lebih aman digunakan pada kulit.
Alasannya, menggunakan minyak esensial secara langsung justru bisa memberikan reaksi tertentu pada kulit, seperti rasa terbakar, infeksi, alergi, dan lain sebagainya. Oleh karenanya, kamu perlu memastikan bahwa minyak esensial yang akan digunakan sudah dicampur dengan minyak pembawa, seperti minyak kelapa, jojoba, dan almond.
Solusi Praktis: Gunakan Minyak Balur Waji

Nah, buat kamu yang menginginkan solusi praktis, Minyak Balur Waji adalah pilihan yang tepat. Pasalnya, minyak balur multifungsi dengan 10+ Botanical Essences ini mengandung berbagai minyak esensial, seperti minyak pohon teh, minyak sereh, dan minyak kayu putih.
Kamu tidak perlu khawatir karena Minyak Balur Wwaji sudah dicampur dengan carrier oil. Adapun minyak pembawa di dalamnya, seperti minyak zaitun, minyak jojoba, minyak kelapa (VCO), dan lain sebagainya.
Oleh karena itu, mendapatkan manfaat berbagai minyak esensial untuk mengatasi gigitan serangga, solusi praktisnya adalah Minyak Balur Waji.
Yuk, dapatkan produknya sekarang juga melalui website resminya di www.wajiofficial.id!
