Si Kecil lagi mengalami ruam-ruam kemerahan di kulit? Hal ini pastinya bikin ibu khawatir, bukan. Sebenarnya, ruam merah pada kulit bayi memang sering terjadi ya, Bu. Salah satu penyebabnya karena kondisi kulit yang masih sangat sensitif terhadap berbagai iritan.
Selain itu, banyak faktor lain juga menjadi penyebab ruam merah, seperti penggunaan popok, alergi, hingga kondisi kesehatan tertentu. Sebagai orang tua, Ibu perlu tahu cara mengatasinya.
Yuk, simak penjelasan lengkap mengenai jenis ruam, penyebab, hingga cara mengatasi dan mencegahnya!
Jenis Bintik Merah pada Bayi
Ruam atau bintik-bintik merah pada bayi itu ada jenisnya ya, Bu. Beberapa jenis yang umumnya dialami oleh banyak bayi di Indonesia seperti:
1. Ruam Popok (Diaper Rash)
Jenis bintik merah yang paling sering dialami oleh banyak bayi adalah ruam popok. Kondisi ini ditandai dengan warna kulit kemerahan, yaitu di sekitar kelamin dan pantat bayi. Selain itu, juga disertai bintik-bintik di area tersebut. Tidak jarang, kondisi ruam menyebabkan rasa nyeri pada bayi. Akibatnya, mereka jadi lebih sering rewel saat sedang mengalami ruam popok.
2. Biang Keringat
Selanjutnya, biang keringat juga termasuk ruam merah yang sering terjadi pada wajah bayi. Tandanya adalah bintik-bintik kecil berwarna merah pada area kulit yang mengalami ruam. Tapi, perlu Ibu ketahui juga bahwa area tubuh yang lain juga bisa mengalami hal tersebut, seperti leher, dada, punggung, lipatan kulit, dan paha. Kondisi ini kerap membuat bayi jadi tidak nyaman.
3. Eksim
Eksim atau dermatitis atopik menjadi jenis ruam yang juga kerap dialami oleh bayi. Kondisi ini ditandai dengan rasa gatal dan kemerahan pada kulit. Biasanya, ruam merah jenis ini muncul pada beberapa area tubuh, seperti wajah, leher, dan lipatan kulit.
4. Alergi Kulit
Tidak hanya eksim, masalah kesehatan lain seperti alergi pada kulit juga jadi salah satu jenis ruam. Kondisi ini umumnya diperparah dengan sifat alamiah kulit bayi yang masih sangat sensitif. Hasilnya, kulit menjadi gatal-gatal dan iritasi yang membuat bayi jadi tidak nyaman.
5. Infeksi Kulit
Terakhir, jenis ruam merah pada bayi juga termasuk infeksi, seperti akibat bakteri, jamur, dan virus. Kondisi ini memicu kulit jadi berkerak dan berair. Tentunya, mereka yang mengalami ruam jenis ini akan merasa sangat terganggu karena timbulnya rasa gatal dan nyeri secara bersamaan.
Itulah 5 jenis ruam merah yang paling sering dialami oleh banyak bayi ya, Bu. Sebagai orang tua, sangat penting untuk mengetahuinya, sekaligus memahami berbagai faktor yang umumnya menyebabkan kondisi tersebut. Melalui cara ini, Ibu bantu mencegah si Kecil dari ruam.
Penyebab Ruam Merah pada Kulit Bayi
Lalu, apa saja sih penyebab bayi sering mengalami ruam kemerahan? Perlu Ibu ketahui, berbagai faktor di lingkungan sekitar memang kerap menjadi pemicunya seperti:
1. Tidak Rutin Mengganti Popok Bayi
Popok bayi yang dipakai terlalu lama akan menyebabkan paparan urine dan tinja ke kulit. Hal ini akan memicu iritasi sehingga mengakibatkan ruam merah. Bahkan, kondisi area yang lembap juga akan memperparah ruam. Pasalnya, area popok yang lembap akan menyebabkan gesekan yang memicu rasa nyeri.
2. Pemilihan Pakaian yang Kurang Tepat
Memilih pakaian yang tidak sesuai dengan kondisi bayi juga kerap menjadi penyebab ruam merah ya, Bu. Misalnya, orang tua yang memberikan pakaian bayi tidak menyerap keringat, padahal cuaca sedang panas. Kondisi ini akan memicu bayi memproduksi keringat berlebih. Keringat yang tidak diserap oleh pakaian akan menumpuk dan memicu beberapa kondisi, seperti biang keringat, infeksi, dan eksim. Hasilnya bisa timbul ruam kemerahan.
3. Suhu Ruangan yang Panas
Suhu ruangan sangat berpengaruh terhadap produktivitas keringat seseorang, termasuk pada bayi. Semakin panas suhu ruangan maka semakin banyak pula produksi kelenjar keringat yang keluar dari dalam tubuh.
Hasilnya, bayi akan lebih berkeringat dibanding jika suhu ruangannya sejuk. Padahal, semakin bayi berkeringat maka potensi mengalami ruam kemerahan semakin tinggi.
4. Kondisi Kesehatan Tertentu
Masalah kesehatan tertentu, seperti eksim, dermatitis, dan lain sebagainya juga sering memicu ruam di kulit. Hal ini dikarenakan kondisi kulit yang kering, sehingga memicu bintik-bintik merah yang disertai gatal.
5. Paparan Iritan
Terakhir, penyebab ruam pada anak adalah paparan iritan. Biasanya, paparan ini terjadi dari berbagai produk yang digunakan bayi, seperti sabun, shampo, minyak telon, parfum, dan lain sebagainya. Berbagai produk tersebut kadang mengandung bahan-bahan yang memicu iritasi kulit. Hasilnya, bisa timbul ruam kemerahan pada kulit bayi.
Menghindari berbagai faktor penyebab tersebut bisa membantu Ibu mencegah si Kecil dari ruam merah di kulit. Tapi, apabila bayi sudah terlanjur mengalaminya maka perlu cara-cara penanganan khusus.
Baca Juga: Tanda Ruam Popok Akan Sembuh, Bisa DIlihat Langsung!
Cara Menghilangkan Ruam Merah pada Kulit Bayi
Mengatasi atau menghilangkan ruam merah pada bayi bisa dilakukan dengan dua cara. Ibu bisa memilih cara-cara alami atau medis seperti:
1. Mengganti Popok Secara Teratur
Cara pertama yang harus Ibu lakukan adalah rutin mengganti popok si Kecil. Kebiasaan baik ini akan menjaga kulit bayi selalu dalam kondisi bersih. Hal ini untuk memastikan terhindar dari paparan urine atau tinja yang memicu ruam merah.
Hasilnya, area pantat dan kelamin bayi juga selalu dalam kondisi yang tidak lembap. Hal ini akan mendukung kesehatan kulit bayi. Tidak hanya itu, juga akan mengurangi frekuensi gesekan yang menyebabkan lecet.
2. Menjaga Kebersihan Kulit Bayi
Mulailah menjaga kebersihan bayi secara menyeluruh dan rutin ya, Bu. Hal ini termasuk pada kulit seluruh tubuh. Caranya bisa dengan rutin memandikan si Kecil, mengelap kulit yang kotor, dan membasuh bagian tertentu yang mudah berkeringat.
Cara tersebut akan menjaga kondisi kulit tetap bersih. Apabila dilakukan secara terus-menerus maka ruam yang sedang dialami bisa mereda dan bahkan hilang. Oleh karenanya, meski terkesan sederhana, namun tetap efektif untuk mengatasi ruam merah di kulit bayi.
3. Memilih Pakaian yang Nyaman
Pakaian yang nyaman akan membantu tubuh menghadapi kondisi lingkungan sekitar. Misalnya, ketika cuaca sedang sangat panas, berikan pakaian yang tidak terlalu menutup seluruh bagian tubuh. Hal ini akan menurunkan risiko keringat berlebih.
Selain itu, tubuh juga akan lebih mudah bergerak. Kondisi ini akan memaksimalkan ruang gerak bayi. Tapi, yang paling penting adalah membantu mengatasi mereka dari ruam kemerahan yang selalu diiringi bintik-bintik merah yang gatal.
4. Hindari Penggunaan Produk Tertentu
Lebih selektif lagi dalam memberikan produk perawatan tubuh bayi ya, Bu. Hal ini untuk memastikan mereka tidak menggunakan produk dengan kandungan iritan pada kulit. Misalnya, Ibu bisa saja memilih produk-produk berbahan alami, bersertifikasi BPOM, dan sudah teruji secara klinis.
Selain itu, Ibu juga harus menyesuaikan jenis kulit bayi dengan produk yang digunakan, seperti kulit kering, berminyak, dan gabungan keduanya. Setiap jenis kulit memiliki cara perawatannya sendiri, termasuk produk yang aman digunakan. Oleh karenanya, penting bagi Ibu dalam memilih produk yang sesuai, yaitu yang tidak mengandung alergen.
Itulah beberapa cara menghilangkan ruam merah di kulit bayi. Ibu perlu memilih cara-cara yang sesuai dengan kondisi si Kecil. Pasalnya, tidak semua langkah-langkah bisa dilakukan dan cocok. Memilih langkah yang tepat akan memberikan hasil yang maksimal.
Ruam Merah pada Kulit Bayi Setelah Demam
Bagaimana jika ruam merah muncul setelah demam? Apakah penanganannya sama seperti yang diuraikan sebelumnya? Perlu Ibu ketahui, ruam merah di kulit bayi yang muncul setelah demam biasanya disebabkan oleh infeksi virus, salah satunya roseola.
Melansir laman Siloam Hospitals, penyakit ini biasanya memang terjadi pada bayi dan anak-anak usia di bawah 2 tahun. Kondisinya ditandai dengan demam tinggi disertai ruam merah pada kulit setelah demam turun.
Ibu bisa melakukan perawatan secara mandiri apabila si Kecil mengalami roseola yang menyebabkan ruam, seperti:
- Mengompres bayi dengan air biasa (tidak panas dan tidak dingin) pada bagian tertentu tubuh, seperti dahi dan bagian yang mengalami ruam.
- Menggunakan pakaian yang longgar.
- Mencukupi kebutuhan cairan dengan memberikan minum yang cukup.
- Membatasi aktivitas agar tidak berlebihan.
Selain melakukan beberapa tindakan tersebut, Ibu juga bisa memilih Waji Minyak Telon Plus. Pasalnya, formula sembilan bahan alaminya mampu memberikan 5 Perlindungan Terbaik bagi bayi dan anak-anak.

Beberapa manfaatnya, seperti membantu menurunkan demam, menghangatkan tubuh, dan memberikan kenyamanan bagi bayi. Menggunakannya secara rutin juga akan mencegah ruam kemerahan di kulit.
Sebab, Waji Telon ini juga mengandung beberapa minyak alami yang mampu meredakan ruam, seperti minyak kelapa, sereh, buah juniper, dan bunga marigold. Yuk, coba buktikan khasiatnya sekarang juga!
