Saat menjalankan ibadah puasa, tubuh mengalami perubahan pola makan dan minum yang cukup signifikan. Tidak hanya memengaruhi energi dan metabolisme, kondisi ini juga berdampak pada kesehatan kulit.
Salah satu keluhan yang paling sering muncul adalah kulit terasa kering, kusam, bahkan bersisik. Oleh karena itu, memahami tips mencegah kulit kering saat puasa menjadi penting agar kamu tetap nyaman dan percaya diri sepanjang hari. Simak pembahasan lengkapnya di bawah ini!
Kenapa Kulit Lebih Mudah Kering Saat Puasa?

Kulit kering saat puasa merupakan kondisi yang cukup umum terjadi. Perubahan pola makan, minum, serta aktivitas harian selama puasa dapat memengaruhi keseimbangan cairan dan nutrisi tubuh.
Berikut beberapa faktor utama yang menyebabkan kulit lebih mudah kehilangan kelembapannya saat berpuasa:
1. Berkurangnya Asupan Cairan dalam Tubuh
Selama berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan cairan selama kurang lebih 12–14 jam, tergantung durasi puasa dan aktivitas harian. Padahal, air memiliki peran penting dalam menjaga elastisitas dan kelembapan kulit.
Ketika kebutuhan cairan tidak tercukupi, tubuh akan memprioritaskan organ vital seperti otak dan jantung, sehingga suplai cairan ke kulit menjadi berkurang. Akibatnya, kulit lebih cepat kehilangan kelembapan, terasa kering, kusam, dan mudah tertarik, terutama di area wajah, tangan, dan kaki.
2. Produksi Minyak Alami Kulit Menurun
Kulit memiliki lapisan pelindung alami berupa sebum yang berfungsi menjaga kelembapan dan melindungi kulit dari iritasi. Saat tubuh kekurangan cairan dan nutrisi penting, produksi sebum dapat menurun.
Kondisi ini menyebabkan lapisan pelindung kulit melemah, sehingga air lebih mudah menguap dari permukaan kulit. Akibatnya, kulit menjadi lebih sensitif, kasar, dan rentan mengalami pengelupasan selama puasa.
3. Pola Makan Kurang Seimbang
Pola makan saat sahur dan berbuka sangat berpengaruh pada kesehatan kulit. Konsumsi makanan tinggi gula, gorengan, dan makanan olahan secara berlebihan dapat memicu peradangan ringan pada tubuh dan memperburuk kondisi kulit kering.
Di sisi lain, kurangnya asupan buah, sayur, serta lemak sehat membuat tubuh kekurangan vitamin A, C, dan E yang berperan penting dalam menjaga kelembapan dan regenerasi kulit. Tanpa nutrisi yang cukup, kulit akan kesulitan mempertahankan hidrasi alaminya dan tampak lebih kusam.
Baca Juga: Warna Kulit Orang Indonesia, Kamu yang Mana?
4. Paparan AC dan Polusi
Selama puasa, banyak orang menghabiskan waktu di dalam ruangan ber-AC untuk menghindari panas dan kelelahan. Sayangnya, udara kering dari AC dapat mempercepat penguapan air dari lapisan kulit.
Ditambah lagi dengan paparan polusi saat beraktivitas di luar ruangan, kulit semakin rentan mengalami stres dan kehilangan kelembapan. Kombinasi udara kering dan polutan ini membuat kulit terasa lebih kaku, kering, dan kurang nyaman sepanjang hari.
Tanda-Tanda Kulit Kering Saat Puasa

Kulit kering saat puasa sering kali tidak langsung menunjukkan gejala yang berat. Namun, tanda-tanda awalnya kerap diabaikan karena dianggap sepele. Padahal, jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa berkembang menjadi masalah kulit yang lebih serius.
Berikut beberapa tanda kulit kering saat puasa yang perlu kamu perhatikan:
1. Kulit Terasa Kasar dan Tidak Elastis
Salah satu tanda paling awal dari kulit kering adalah tekstur kulit yang terasa lebih kasar saat disentuh. Kulit juga kehilangan elastisitasnya, sehingga terasa kaku dan kurang kenyal. Kondisi ini terjadi karena kadar air di lapisan kulit menurun, membuat kulit tidak mampu mempertahankan kelembapan alaminya. Biasanya, gejala ini semakin terasa setelah mandi atau saat berada di ruangan ber-AC dalam waktu lama.
2. Muncul Rasa Gatal atau Perih Ringan
Kulit kering sering disertai dengan rasa gatal atau perih ringan, terutama di area yang sering terpapar udara kering atau gesekan, seperti tangan, kaki, dan leher. Rasa tidak nyaman ini merupakan sinyal bahwa lapisan pelindung kulit mulai melemah. Jika terus digaruk, kulit dapat mengalami iritasi, kemerahan, bahkan luka kecil yang berisiko menyebabkan infeksi.
3. Kulit Tampak Kusam dan Tidak Segar
Kurangnya kelembapan membuat kulit kehilangan kilau alaminya. Saat puasa, kulit yang kering biasanya tampak lebih kusam, pucat, dan tidak segar meski kamu sudah cukup beristirahat. Hal ini terjadi karena sirkulasi nutrisi ke kulit tidak optimal dan proses regenerasi sel kulit melambat akibat kekurangan cairan dan nutrisi.
4. Kulit Mengelupas, Terutama di Area Wajah, Tangan, dan Kaki
Pada kondisi yang lebih lanjut, kulit kering dapat menyebabkan pengelupasan, baik dalam bentuk serpihan halus maupun sisik kecil. Area wajah (terutama sekitar hidung dan mulut), tangan, serta kaki menjadi bagian yang paling sering terdampak.
Pengelupasan ini menandakan bahwa kulit kehilangan lapisan pelindungnya dan membutuhkan perawatan ekstra untuk mengembalikan kelembapan serta kesehatannya.
Jika tanda-tanda kulit kering tersebut tidak segera ditangani, kulit bisa menjadi semakin sensitif dan rentan terhadap iritasi. Dalam kondisi tertentu, kulit kering yang parah bahkan dapat memicu infeksi ringan akibat masuknya bakteri atau jamur melalui celah kulit yang rusak.
Cara Mencegah dan Merawat Kulit Kering Saat Puasa
Agar kulit tetap sehat selama berpuasa, kamu bisa menerapkan beberapa langkah berikut secara konsisten:
1. Penuhi Kebutuhan Cairan dengan Pola 2-4-2
Selama puasa, tubuh tetap membutuhkan cairan yang cukup untuk menjaga fungsi organ dan kesehatan kulit. Salah satu cara mudah adalah menerapkan pola minum 2-4-2, yaitu:
- 2 gelas saat berbuka puasa, untuk mengganti cairan yang hilang setelah seharian beraktivitas
- 4 gelas di malam hari, diminum secara bertahap agar tubuh dapat menyerap cairan dengan optimal
- 2 gelas saat sahur, untuk membantu tubuh tetap terhidrasi lebih lama selama puasa
Hidrasi yang tercukupi membantu menjaga kelembapan kulit dari dalam, meningkatkan elastisitas kulit, serta mencegah kulit terasa kering dan kusam sepanjang hari.
2. Konsumsi Makanan Kaya Nutrisi Kulit
Selain air, kesehatan kulit sangat dipengaruhi oleh asupan nutrisi harian. Selama puasa, pastikan kamu mengonsumsi makanan yang kaya akan nutrisi penting bagi kulit, seperti:
- Vitamin E dari alpukat dan kacang-kacangan yang berfungsi sebagai antioksidan dan membantu menjaga kelembapan kulit
- Vitamin C dari jeruk, stroberi, dan brokoli untuk mendukung produksi kolagen dan mencerahkan kulit
- Omega-3 dari ikan laut dan biji chia yang membantu menjaga elastisitas kulit dan mengurangi peradangan
- Air alami dari buah dan sayur seperti semangka dan timun yang membantu hidrasi tubuh secara alami
Kombinasi nutrisi tersebut berperan penting dalam memperbaiki dan menjaga skin barrier, sehingga kulit lebih kuat dan tidak mudah kering.
3. Gunakan Pelembap Secara Rutin
Penggunaan pelembap merupakan langkah penting dalam perawatan kulit selama puasa. Aplikasikan pelembap secara rutin, terutama setelah mandi dan sebelum tidur, saat kulit masih sedikit lembap. Tujuannya adalah untuk mengunci kelembapan dan mencegah penguapan air dari permukaan kulit.
Pilih pelembap yang sesuai dengan jenis kulit kamu, dan utamakan produk yang mengandung glycerin, ceramide, atau aloe vera, karena bahan-bahan ini membantu menjaga hidrasi, memperkuat lapisan pelindung kulit, dan menenangkan kulit yang kering.
4. Batasi Mandi Air Panas
Mandi air panas memang terasa menenangkan, terutama saat tubuh lelah setelah beraktivitas seharian. Namun, suhu air yang terlalu panas dapat menghilangkan minyak alami kulit yang berfungsi sebagai pelindung. Akibatnya, kulit menjadi lebih cepat kering dan sensitif.
Sebaiknya gunakan air hangat suam-suam kuku dan batasi durasi mandi agar kelembapan alami kulit tetap terjaga selama puasa.
5. Pilih Sabun yang Lembut dan Aman untuk Kulit
Pemilihan sabun mandi juga memengaruhi kondisi kulit. Sabun dengan kandungan deterjen keras dapat membuat kulit terasa kesat, kering, bahkan iritasi. Oleh karena itu, pilihlah sabun yang lembut dan diformulasikan untuk membersihkan kulit tanpa merusak kelembapan alaminya.
Sabun yang tepat akan membantu menjaga kebersihan kulit sekaligus mempertahankan keseimbangan alami kulit, sehingga kulit tetap sehat dan nyaman meski sedang berpuasa.
Kulit Bersih dan Sehat dengan Sabun Antibakteri dan Antijamur dari Waji

Menjaga kebersihan kulit saat puasa sama pentingnya dengan menjaga kelembapannya. Namun, sabun yang salah justru bisa membuat kulit semakin kering dan iritasi.
Sabun Antibakteri dan Antijamur dari Waji hadir sebagai solusi untuk membersihkan kulit secara menyeluruh tanpa mengganggu keseimbangan alami kulit. Dengan formula 8 Bahan Aktif Alami yang dirancang untuk penggunaan harian, sabun ini membantu:
- Membersihkan bakteri dan jamur penyebab masalah kulit
- Menjaga kulit tetap bersih, sehat, dan nyaman
- Mengurangi risiko iritasi akibat kulit kering
Cocok digunakan selama puasa untuk kamu yang aktif beraktivitas namun tetap ingin menjaga kesehatan kulit secara optimal. Yuk, dapatkan produk sabun waji sekarang juga melalui website resminya di www.wajiofficial.id!
