Jika Ibu masih takut membiarkan si Kecil berenang, sebaiknya mulai dikurangi. Sebab, renang merupakan aktivitas olahraga yang punya banyak manfaat, termasuk bagi bayi dan anak-anak.
Lalu, mengapa berenang sangat baik untuk bayi? Sebagian ahli menyebut bahwa renang membantu pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal. Oleh karenanya, artikel ini akan membahas secara detail mengenai hal tersebut. Yuk, simak di bawah ini!
Berapa Lama Anak Bayi Boleh Berenang?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, Ibu harus tahu dulu usia berapa bayi boleh berenang? Pasalnya, beberapa aktivitas tertentu, salah satunya renang memiliki batasan usia yang diperbolehkan. Melansir laman Siloam Hospitals, bayi boleh berenang ketika usianya 6 bulan.
Tips Memilih Tempat dan Waktu Berenang untuk Bayi
Bayi yang sudah memasuki usia tersebut dinilai aman dari berbagai risiko yang mungkin terjadi. Sebab, ada beberapa hal yang jadi pertimbangkan sebelum membiarkan si Kecil berenang, seperti:
1. Suhu kolam tempat berenang
Bayi masih kesulitan mengatur suhu tubuhnya agar sesuai dengan lingkungannya. Hal ini harus jadi pertimbangan utama ketika Ibu membiarkan si Kecil berenang. Sebab, suhu air yang terlalu dingin atau panas akan mengganggu kondisi tubuh bayi.
Melansir laman Healthline, kebanyakan bayi masih sangat sensitif terhadap perubahan suhu. Oleh karenanya, Ibu perlu memastikan bahwa kolam tempatnya berenang tidak lebih dari 37,8°C.
2. Bahan kimia kolam renang
Pertimbangan selanjutnya adalah adanya bahan kimia di kolam renang. Fungsi bahan kimia ini memang untuk mencegah berkembangnya bakteri dan ganggang. Tapi, jika sampai terpapar pada bayi maka bisa meningkatkan risiko bronkiolitis.
Keadaan tersebut menjadi salah satu hal yang harus dipertimbangkan orang tua, terutama jika membolehkan si Kecil untuk berenang. Tapi, bukan jadi penghalang jika Ibu bisa memastikan keamanan kandungan bahan kimia di dalam kolam.
3. Infeksi dan kotoran yang menjijikan
Kolam renang merupakan tempat umum yang bisa digunakan oleh banyak orang. Jadi, mau sebersih apapun kolamnya pasti akan mengandung berbagai macam kontaminan yang tidak terlihat, seperti bakteri penyebab diare pada bayi.
Kontaminasi bakteri tersebut harus jadi pertimbangan Ibu ketika si Kecil akan berenang. Hal ini akan menjadikan Ibu lebih waspada untuk mencegah berbagai dampak yang mungkin muncul setelah renang.
4. Lamanya waktu bayi berenang
Terakhir, lamanya waktu bayi ada di kolam renang juga harus sangat diperhatikan. Sebab, bayi dengan usia kurang dari 12 bulan tidak direkomendasikan untuk berada di kolam lebih dari 30 menit. Bahkan, bayi tidak boleh dibiarkan dalam kolam selama 10 menit di sesi awal berenang.
Menurut Dr. Moresea dalam laman Health Cleveland Clinic, bayi hanya boleh berenang maksimal 30 menit. Hal ini terutama bagi mereka yang usianya kurang dari 12 bulan atau 1 tahun. Sebab, ada beberapa pertimbangan yang memang harus diperhatikan.
Itulah jawaban dari pertanyaan, berapa lama anak bayi boleh berenang? Melalui jawaban tersebut, Ibu bisa mempertimbangkan untuk membolehkan si Kecil berenang atau tidak. Pasalnya, ada berbagai hal yang perlu dipertimbangkan.
Baca Juga: Manfaat Baby Spa untuk Bayi, Pentingkah?
Berapa Usia Terbaik Bagi Bayi untuk Mulai Berenang?
Melansir berbagai sumber kesehatan, bisa disimpulkan bahwa usia terbaik bayi boleh berenang adalah 6 bulan. Usia tersebut dinilai menjadi ukuran bahwa bayi sudah siap melakukan aktivitas renang.
Meski demikian, Ibu harus tetap mempertimbangkan beberapa hal seperti yang sudah diuraikan pada poin sebelumnya. Hal ini mengingat kondisi bayi belum terlalu kuat layaknya orang dewasa. Oleh karenanya, pastikan bahwa si Kecil hanya berenang sekitar maksimal 30 menit.
Selain itu, Ibu juga harus tahu tanda-tanda si Kecil harus mengakhiri sesi berenang. Pasalnya, bayi biasanya akan memunculkan tanda seperti:
- Kulit yang dingin ketika disentuh
- Gigi bergemeletuk
- Gemetaran
- Bersin
- Keriputan
- Kulit atau bibir pucat, bercak-bercak atau kebiruan
Itulah tanda saat Ibu harus mengakhiri sesi renang si Kecil.
Manfaat Bayi Berenang
Alih-alih membiarkan bayi berenang menggunakan pelampung leher, renang tanpa menggunakan metode tersebut ternyata memberikan banyak manfaat. Pasalnya, banyak ahli justru menentang renang menggunakan pelampung leher.
Menurut US Food and Drug Administration, cara tersebut justru meningkatkan risiko cedera serius atau bahkan kematian. Hal ini dikarenakan adanya spina bifida, atrofi otot tulang belakang, tipe 1, cerebral palsy, atau kondisi perkembangan saraf lainnya.
Tapi, Ibu harus tahu bahwa beberapa anak memang disarankan menggunakan pelampung leher. Umumnya, mereka yang menggunakan sedang menjalani terapi tertentu, seperti bayi dengan keterlambatan perkembangan atau disabilitas.
Lalu, apakah berenang bagus untuk bayi? Melansir berbagai sumber, ada banyak manfaat renang bagi bayi seperti:
1. Meningkatkan fungsi kognitif
Manfaat berenang untuk bayi yang pertama adalah membantu meningkatkan fungsi kognitif bayi. Hal ini dikarenakan saat bayi berenang, secara otomatis tubuhnya akan melakukan gerakan dengan pola silang bilateral.
Melansir laman Healthline, gerakan tersebut ternyata membantu pertumbuhan otak bayi. Artinya, terjadi perkembangan neuron di seluruh otak yang memfasilitasi komunikasi, umpan balik, dan modulasi dari satu sisi otak ke sisi yang lain.
Reaksi tersebut nantinya sangat bermanfaat untuk meningkatkan keterampilan membaca, perkembangan bahasa, pembelajaran akademis, dan kesadaran spasial. Selain itu, dengan bayi berenang maka membantu otak mereka mencatat sensasi sentuhan air beserta hambatannya.
2. Meningkatkan kepercayaan diri
Manfaat selanjutnya ketika bayi secara rutin berenang adalah meningkatnya kepercayaan diri di kemudian hari. Hal ini dikarenakan saat berenang, bayi umumnya melakukan kontak kulit dengan orang tua, bermain air dan lagu.
Berbagai aktivitas tersebut akan meningkatkan interaksi antara dirinya dengan lingkungan sekitar. Bahkan, renang juga dapat meningkatkan ketertarikan untuk belajar hal-hal baru. Hasilnya, si Kecil bisa meningkatkan harga dirinya hingga lebih percaya diri.
Baca Juga: Cara Menghangatkan Bayi Kedinginan di Segala Kondisi
3. Memiliki waktu yang berkualitas
Selain percaya diri, berenang juga memberikan manfaat waktu yang berkualitas (quality time), terutama bagi si Kecil dan Ibu. Sebab dengan berenang, keduanya jadi memiliki waktu bersama lebih lama dibandingkan jika tidak berenang.
Memiliki waktu berkualitas secara rutin ketika berenang akan meningkatkan ikatan batin bagi keduanya, baik bagi bayi maupun orang tua. Hal ini akan meningkatkan fokus antara mereka sehingga menjadi manfaat berenang yang sangat ingin dicapai banyak orang.
4. Menguatkan otot-otot tubuh
Manfaat berenang yang tidak kalah penting adalah membangun kekuatan otot. Manfaat ini didapatkan dari gerakan tubuh secara keseluruhan saat berenang. Pasalnya, gerakan renang dapat berpengaruh, baik dalam dari dalam tubuh maupun luar.
Manfaat dari dalam tubuh, misalnya membantu menguatkan otot-otot, sendi, dan kesehatan kardiovaskular. Adapun manfaat dari luar, misalnya kekuatan tubuh dalam melakukan aktivitas yang umumnya dilakukan bayi seusianya.
5. Meningkatkan koordinasi dan keseimbangan
Berenang di kolam juga sangat bermanfaat bagi tubuh bayi agar lebih koordinatif dan seimbang. Sebab, gerakan-gerakan renang memaksa lengan, kaki, dan tubuh bergerak bersamaan.
Gerakan tersebut termasuk gerakan koordinasi yang membantu perkembangan bayi. Hasilnya, bisa meningkatkan perilaku anak ketika ia tumbuh dewasa. Hal ini juga sangat dipengaruhi kebiasaan mendengar instruksi ketika berenang.
6. Memperbaiki pola tidur
Renang ternyata juga bisa memberikan manfaat untuk pola tidur yang lebih baik. Hal ini berkaitan dengan kondisi tubuh yang sudah mengeluarkan banyak energi ketika berenang. Sebab, tubuh harus beradaptasi dengan lingkungan baru, menjaga suhu tetap hangat, dan bekerja ekstra keras agar bertahan di kolam renang.
Aktivitas tersebut kemudian membuat bayi lebih cepat mengantuk setelah berenang. Hal ini akan membantu mereka memiliki waktu tidur di siang hari. Selanjutnya, waktu tidur mereka secara otomatis akan terbentuk pola yang lebih teratur.
7. Meningkatkan nafsu makan
Terakhir, manfaat renang bagi bayi dan anak-anak adalah membantu meningkatkan nafsu makan mereka. Hal ini dikarenakan renang memiliki gerakan yang kompleks, yaitu mengharuskan seluruh badan untuk bergerak.
Aktivitas tersebut memicu tubuh mengalami kondisi lelah. Hasilnya, timbul rasa lapar yang membuat mereka berkeinginan untuk makan. Oleh karenanya, berenang akan merangsang si Kecil untuk lebih nafsu makan dibanding jika tidak berenang.
Jadi, apakah berenang bagus untuk bayi? Melihat berbagai manfaat yang telah diuraikan di atas, tentunya Ibu bisa mengambil nilai positif dari berenang untuk si Kecil. Sebab, manfaatnya memang tidak terbatas untuk tubuh, melainkan juga untuk orang tua.
Oleh karenanya, memberikan kesempatan pada bayi untuk berenang bukanlah sebuah hal yang dilarang. Tapi, tetap harus mempertimbangkan berbagai aspek keamanannya.
Setelah Berenang, Ibu Bisa Berikan Ia Rasa Hangat dengan Waji Minyak Telon Plus

Apabila Ibu membolehkan si Kecil untuk berenang maka siapkan juga Waji Minyak Telon Plus. Sebab, Ibu bisa memberikan ia rasa hangat dengan membalurkan minyak telon Waji setelah berenang.
Alasannya, minyak telon dari Waji mampu memberikan 5 Perlindungan Alami, salah satunya membantu menghangatkan tubuh bayi. Hal ini dikarenakan kandungan minyak adas, minyak kayu putih, minyak buah juniper, minyak bawang merah, dan minyak adas manis.
Membalurkan Waji telon ke tubuh bayi setelah berenang akan sangat membantu mengembalikan suhu tubuh ke normal. Yuk, coba sekarang juga dan rasakan si Kecil mendapatkan manfaatnya! Waji Minyak Telon Plus, Sehangat Kasih Ibu!
