Bintik Merah Gigitan Nyamuk Tapi Tidak Gatal? Jangan Anggap Remeh

bintik merah gigitan nyamuk tapi tidak gatal

Gigitan nyamuk memang sering menjadi pemicu gatal pada kulit. Hal ini sering ditunjukkan dengan bintik-bintik merah. Namun, ternyata ada bintik merah gigitan nyamuk tapi tidak gatal. 

Meskipun gatal akibat gigitan nyamuk sering dianggap tidak berbahaya, akan tetapi jangan pernah menganggapnya remeh. Pasalnya, gatal yang dibiarkan biasanya akan semakin parah. 

Oleh karena itu, artikel berikut akan membahas tentang jenis-jenis reaksi gigitan nyamuk dan cara mengatasinya. 

Memahami Reaksi Bintik Merah Gigitan Nyamuk Tapi Tidak Gatal

bintik merah seperti digigit nyamuk tapi tidak gatal

Untuk menjawab soal kondisi gigitan nyamuk tapi tidak gatal, kamu harus paham dulu jenis-jenis reaksi gigitan nyamuk itu sendiri.

Selama ini, masyarakat pada umumnya hanya mengenal reaksi gigitan nyamuk seperti bentol-bentol dan bintik merah. Padahal ada banyak jenis reaksi lain yang bisa muncul dalam tubuh. 

Terdapat beberapa reaksi yang ditunjukkan tubuh akibat gigitan nyamuk. Adapun beberapa di antaranya sebagai berikut. 

1. Tidak Ada Reaksi 

Reaksi pertama menunjukkan bintik merah gigitan nyamuk tapi tidak gatal. Kondisi ini sering disebut dengan tidak ada reaksi. Sebab, sistem kekebalan tubuh telah berhasil mengembangkan kekebalannya terhadap gigitan nyamuk. 

Proses ini terjadi saat tubuh sering terpapar alergen yang bersumber dari saliva nyamuk. Paparan alergen yang terjadi secara terus-menerus menjadikan imun tubuh mengenal senyawa tersebut. Hasilnya, tubuh tidak merasakan sakit atau reaksi apa pun. 

2. Bintik Kemerahan 

Reaksi selanjutnya akibat gigitan nyamuk adalah munculnya kemerahan pada bekas gigitan. Hal ini biasanya disertai perubahan kondisi kulit, seperti timbul bulatan, benjolan putih, dan sering terlihat adanya titik kecil di bagian tengah. 

Berbagai kondisi tersebut kemudian berubah menjadi merah setelah 1-2 hari. Meski demikian, ini adalah reaksi yang wajar akibat gigitan nyamuk. Sebab, reaksi ini menjadi respon tubuh terhadap protein yang terkandung dalam air liur nyamuk. 

Oleh karenanya, kemerahan pada kulit menjadi salah satu reaksi yang muncul setelah digigit nyamuk. 

3. Benjolan Kecil 

Benjolan kecil menjadi reaksi selanjutnya yang muncul ketika kulit telah digigit nyamuk. Cirinya adalah kulit sedikit terangkat, halus, dan datar. Adapun warnanya sedikit lebih merah dibanding kulit pada umumnya. 

Beberapa orang yang sangat sensitif terhadap protein yang dikeluarkan nyamuk saat menggigit. Kondisi ini menjadikan munculnya reaksi dari tubuh yang dapat dilihat mata, salah satunya benjolan di kulit.

Artikel Terkait: Bintik Merah Seperti Darah Di Bawah Kulit, Kenapa Ya? 

4. Demam 

Demam merupakan reaksi tubuh yang lebih serius terhadap gigitan nyamuk. Hal ini ditandai dengan kulit bengkak, panas, kemerahan, gatal atau rasa sakit, yang kemudian disertai dengan demam. 

Kondisi tersebut menunjukkan reaksi sistem kekebalan tubuh yang berlebihan, terutama terhadap protein nyamuk. Akibatnya, muncul pembengkakan berlebihan yang terjadi pada area kulit yang digigit oleh nyamuk. 

Selain itu, area tersebut juga mengalami peradangan yang ditandai dengan kulit terasa panas dan sulit disentuh. Bahkan, pada beberapa kasus yang lebih ekstrim menunjukkan bahwa bekas gigitan nyamuk bisa melepuh atau mengeluarkan cairan. 

Reaksi ekstrem tersebut sangat rentan dialami oleh anak-anak. Sebab, sistem kekebalan tubuh mereka belum sempurna layaknya orang dewasa. Selanjutnya, juga rentan dialami oleh para penderita gangguan sistem imun dan pelancong yang baru digigit nyamuk. 

5. Alergi Parah 

Selain demam, reaksi yang tidak biasa oleh tubuh akibat gigitan nyamuk adalah alergi parah. Alergi ini bisa diidentifikasi dari ciri-cirinya, seperti bibir atau lidah bengkak, kesulitan bernapas, dan batuk. 

Kondisi tersebut sebenarnya termasuk reaksi anafilaksis, yaitu suatu reaksi dari tubuh akibat gigitan nyamuk yang relatif jarang terjadi. Meski demikian, gejala yang ditimbulkan menunjukkan alergi derajat parah. 

Selain yang telah disebutkan, gejala lain yang lebih parah adalah tidak sadarkan diri dan menyebabkan kematian. Oleh karena itu, perlu sangat waspada apabila tubuh mengalami reaksi ini. 

6. Infeksi 

Terakhir, reaksi tubuh akibat gigitan nyamuk yang paling tinggi adalah menyebabkan infeksi. Beberapa di antaranya adalah infeksi virus dengue (DBD), chikungunya, malaria, dan demam kuning. 

Infeksi tersebut pada umumnya ditandai dengan demam, sakit kepala, muntah, nyeri sendi, dan nyeri otot. Selain itu, bisa juga diiringi gejala lain sesuai dengan penyakit yang menyerang. 

Perlu kamu ketahui, beberapa penyakit tersebut termasuk jenis penyakit yang dapat berakibat fatal, terutama apabila tidak diobati. Oleh karenanya, setiap orang perlu waspada akan gigitan nyamuk yang dapat menyebabkan infeksi. 

Cara Mengatasi Gigitan Nyamuk

cara mengatasi gigitan nyamuk

Setelah tahu bahwa ada banyak reaksi tubuh akibat gigitan nyamuk, kamu juga harus mengetahui cara-cara mengatasinya. Sebab, setiap reaksi membutuhkan cara yang tepat untuk meredakan gejala yang timbul. 

Dilansir dari laman Siloam Hospitals, disebutkan beberapa cara mengatasi reaksi akibat gigitan nyamuk, yaitu seperti berikut. 

1. Kompres dengan Air Dingin 

Air dingin dinilai sangat efektif untuk meredakan kulit yang gatal, terutama akibat gigitan nyamuk. Hal ini bisa kamu lakukan dengan menempelkan kain yang telah dibasahi air dingin, yaitu pada bagian kulit yang mengalami reaksi gatal. 

Air dingin sangat membantu dalam meredakan sensasi gatal di kulit. Oleh karenanya, mengompres dengan air dingin dapat meminimalkan peradangan yang terjadi pada kulit yang mengalami gigitan nyamuk. 

2. Hindari Kebiasaan Menggaruk 

Menggaruk merupakan kebiasaan yang dapat menyakiti kulit. Selebihnya, menggaruk dengan keras akan berpotensi menyebabkan risiko terjadinya infeksi. Oleh karena itu, menghindari kebiasaan menggaruk pada bekas gigitan tidak akan meninggalkan bekas luka.

3. Gunakan Obat Topikal Steroid 

Obat jenis ini bentuknya seperti salep yang dapat mengurangi aktivasi sistem imun pada kulit. Hasilnya bisa meredakan rasa gatal, sehingga cocok digunakan untuk mengatasi bekas gigitan nyamuk. Adapun contohnya adalah salep hidrokortison. 

4. Lotion Analgesik Antigatal 

Lotion ini umumnya digunakan untuk meredakan rasa nyeri. Hal ini menjadikannya sangat cocok digunakan untuk mengatasi reaksi akibat gigitan nyamuk. Sebab, nyamuk dapat memberikan reaksi nyeri pada bekas gigitannya. 

Selain itu, lotion jenis ini juga bisa berfungsi untuk meredakan gatal. Oleh karena itu, kamu bisa menggunakannya untuk dua manfaat sekaligus. 

5. Menggunakan Obat Antihistamin 

Antihistamin merupakan jenis obat alergi. Fungsinya adalah untuk meredakan gatal atau ruam yang disebabkan oleh reaksi imun pada kulit. Mengonsumsi antihistamin bisa dilakukan apabila reaksi gigitan nyamuk berlebihan pada tubuh. 

6. Makan Oatmeal 

Oatmeal secara umum dikenal sebagai bahan makanan yang tinggi akan gizi. Padahal tidak hanya itu, bahan makanan ini nyatanya mengandung zat yang bisa mengurangi pembengkakan. 

Oleh karenanya, oatmeal bisa digunakan untuk mengatasi reaksi akibat gigitan nyamuk. Terutama bagi mereka yang reaksinya menunjukkan pembengkakan pada kulit. 

7. Mengoleskan Pasta Gigi 

Pasta gigi sering dijadikan sebagai alternatif untuk meredakan iritasi pada kulit. Hal ini tidak terkecuali pada reaksi akibat gigitan nyamuk. Sebab, pasta gigi dinilai memiliki zat dingin yang mampu meredakan reaksi gatal atau bengkak. 

Baca Juga Artikel Lainnya: Cara Menghilangkan Bekas Gigitan Nyamuk Pada Bayi.

Minyak Waji untuk Gatal Gigitan Nyamuk 

Selain berbagai cara yang telah disebutkan, kamu juga bisa menggunakan Minyak Waji untuk mengatasi gatal akibat gigitan nyamuk. Hal ini dikarenakan Minyak Waji merupakan minyak balur multifungsi yang dibuat dari 10+ Botanical Essences. 

Kandungan dari komposisi minyak Waji menjadikan Minyak Waji punya banyak khasiat, salah satunya sebagai minyak gatal atau untuk mengatasi sekaligus menyembuhkan gatal-gatal. Salah satunya adalah sangat efektif untuk meredakan reaksi gatal akibat gigitan nyamuk. 

Yuk, Sedulur dapatkan Minyak Waji sekarang juga melalui website resminya di www.wajiofficial.id

Share:

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

On Key

Related Posts

sabun batang antibakteri
Tips Waji

Sabun Batang Antibakteri: Pengertian, Manfaat, dan Rekomendasinya

Sabun batang antibakteri telah menjadi pilihan bagi banyak orang, terutama mereka yang ingin menjaga kebersihan dan merawat kesehatan kulit. Pasalnya, bakteri sering menjadi penyebab masalah kesehatan tertentu.  Salah satu masalah kesehatan yang kerap disebabkan oleh

sabun untuk penyakit scabies
Gatal Gatal

Sabun untuk Penyakit Scabies, Pilih yang Seperti Ini Saja

Sabun sering dipilih oleh para penderita scabies untuk membantu menyembuhkan gejalanya. Sebab, selain mengonsumsi obat rekomendasi dokter, sabun dinilai efektif untuk membantu mengatasi gatal pada kulit akibat scabies.  Meski demikian, kamu juga harus tahu bahwa

titik bekam asam lambung
Tips Waji

Letak Titik Bekam Asam Lambung dan Titik Pijat yang Pas

Mengetahui titik bekam asam lambung yang benar bisa menjadi salah satu solusi untuk penderita asam lambung guna meredakan masalah lambung. Mengandalkan bekam untuk asam lambung memang dipilih sebagian orang, dibandingkan meminum obat atau metode pengobatan

Cara Mengatasi Perut Kembung Pada Anak 
Tidak Enak Badan

Cara Mengatasi Perut Kembung Pada Anak, Bikin Perut Lega Kembali!

Perut kembung pada anak-anak kerap membuat mereka jadi lebih rewel. Pasalnya, kembung menjadi suatu kondisi yang sangat tidak nyaman untuk dirasakan, tidak terkecuali ketika dialami oleh anak.  Meski bisa dialami oleh setiap usia, namun penyebab

biang keringat tidak kunjung sembuh
Gatal Gatal

Biang Keringat Tak Kunjung Sembuh? Coba Lakukan Beberapa Tips Ini

Biang keringat (miliaria) adalah kelainan kulit yang disebabkan adanya sumbatan pada saluran kelenjar keringat atau kelenjar ekrin. Umumnya, kondisi ini ditandai dengan ruam kecil kemerahan yang disertai rasa gatal dan perih pada kulit.  Setiap orang

kenapa scabies tidak sembuh sembuh
Gatal Gatal

Kenapa Scabies Tidak Sembuh Sembuh? Ternyata Bisa Dari Hal Ini

Scabies (kudis) adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh tungau parasit yang dikenal sebagai Sarcoptes scabiei. Meskipun jenis penyakit ini biasanya dapat diobati dengan cepat, tapi tidak jarang pula kondisinya tidak sembuh-sembuh seperti yang diharapkan. Hal