Perbedaan Dermatitis Kontak Iritan dan Alergi, Solusinya Juga Beda?

Perbedaan Dermatitis Kontak Iritan dan Alergi

Apakah dermatitis termasuk alergi? Tidak sedikit orang yang kerap mempertanyakan hal tersebut, mungkin salah satunya adalah kamu. Sebab, ada yang dinamakan dermatitis kontak iritan dan alergi. 

Lalu, tahukah kamu apa perbedaan dari kedua hal tersebut? Artikel ini akan membahas mengenai perbedaan dermatitis kontak iritan dan alergi. Selain itu, juga akan disebutkan berbagai penyebab dan ciri-cirinya. 

Yuk, simak selengkapnya di bawah ini agar kamu bisa membedakannya! 

Penyebab Dermatitis Iritan 

Dilansir dari laman Siloam Hospitals, dermatitis kontak iritan (DKI) adalah peradangan yang sangat sering terjadi pada kulit akibat adanya kontak langsung, yaitu antara kulit dengan zat atau faktor lingkungan tertentu. Sebab, faktor-faktor ini dapat melukai atau merusak pelindung kulit (skin barrier). 

Kondisi tersebut menjadikan hilangnya minyak alami pada kulit terluar tubuh. Akibatnya, bahan kimia iritan bisa menembus pelindung kulit serta memicu peradangan. Apabila kondisi ini bisa langsung kamu tangani maka bisa mencegah terjadinya kronis. 

Pasalnya, perlu kamu ketahui bahwa inflamasi yang terjadi berulang akibat iritan kuat, seperti asam atau basa maka akan memicu dermatitis kontak iritan kronis. Oleh karena itu, kamu perlu mencegah dermatitis yang kamu alami masuk dalam kondisi kronis. 

Tapi, selain asam dan basa yang termasuk iritan kuat, ada beberapa jenis zat lain yang menyebabkan dermatitis kontak iritan. Nah, beberapa zat yang dimaksud, yaitu sabun, detergen, antiseptik, antibakteri, parfum, kosmetik, bahan pengawet, bahan pelarut, desinfektan, minyak yang digunakan dalam mesin, semen, bubuk, debu, tanah, dan air. 

Air yang bisa menjadi iritan bukanlah air biasa, namun beberapa jenis air kuat, seperti air keras, berkapur, atau terklorinasi. Jenis-jenis air tersebut harus sangat dihindari agar tidak langsung bersentuhan dengan kulit. 

Tapi, selain faktor zat-zat yang telah disebutkan, ada juga faktor biologis yang menjadi penyebab dermatitis iritan. Laman Siloam Hospitals menyebutkan beberapa contohnya, yaitu hewan yang berasal dari hasil sekresi dari hewan laut, ulat, kumbang, serangga, dan ngengat. 

Bahkan, faktor biologis lain yang juga memicunya adalah perubahan udara dan suhu. Sebab, kondisi tersebut akan memicu kulit rentan iritasi, terlebih apabila terjadi gesekan dalam kelembapan yang rendah. 

Jadi, itulah beberapa penyebab dermatitis kontak iritan yang harus kamu ketahui. Dengan itu, maka kamu bisa mencegah dari terjadinya kontaminasi zat pemicu pada kulit kamu, terlebih jika kamu termasuk salah satu penderita dermatitis. 

Penyebab Dermatitis Kontak Alergi 

Jenis dermatitis lainnya adalah Dermatitis Kontak Alergi (DKA). Dermatitis ini berbeda dengan iritan. Sebab, kondisi ini disebabkan oleh paparan alergen tertentu. Paparan ini kemudian menyebabkan respon sistem kekebalan tubuh pada kulit, termasuk area yang langsung terkena alergen. 

Masih melansir laman yang sama, yaitu Siloam Hospitals, akibat yang terjadi setelah kulit mengalami kontak dengan alergen, yaitu munculnya ruam kemerahan dan gatal. Kondisi ini lumayan sering terjadi. 

Seperti sebuah data menyebutkan bahwa 20% populasi mengalami alergi apabila terpapar alergen. Sementara itu, pada anak dan remaja (<18 tahun), prevalensi mereka yang mengalami dermatitis kontak alergi mencapai 16,5%. 

Lalu, apa saja jenis-jenis alergen yang menyebabkan dermatitis? Beberapa pemicunya, seperti obat-obatan topikal (krim antibiotik), tanaman, serbuk sari, karet, logam bahan perhiasan, dan bahan kosmetik (pewarna rambut dan cat kuku). 

Selain itu, pemicu pada anak-anak atau bayi sedikit berbeda. Pasalnya, alergen yang biasanya memicu DKA, antara lain popok, tisu bayi, perhiasan, dan pakaian dengan kancing atau pewarna.

Beberapa jenis alergen tersebut memang terkesan sederhana dan tidak terlalu berbahaya, namun pada kulit bayi yang masih sangat sensitif bisa memicu gejala-gejala yang membuat mereka tidak nyaman. Oleh karenanya, setiap orang tua perlu berhati-hati terhadap alergen si Kecil. 

Baca Juga: Perbedaan Bintik Merah DBD dan Biang Keringat

Ciri-ciri Dermatitis Kontak Iritan dan Alergi 

Perbedaan dermatitis kontak iritan dan alergi selain bisa dilihat dari penyebabnya juga bisa dilihat dari ciri-cirinya. Berikut ciri-ciri yang sering muncul ketika seseorang mengalami DKI atau DKA. 

Ciri Dermatitis Kontak Iritan 

Saat seseorang mengalami dermatitis kontak iritan biasanya akan timbul beberapa ciri berikut: 

  • Terjadi pembengkakan ringan pada kulit yang terkena iritan. 
  • Muncul kemerahan ringan yang disertai gatal. 
  • Kulit menjadi kering, pecah-pecah, bersisik, dan menebal. 
  • Muncul rasa nyeri yang disertai sensasi terbakar atau menyengat. 
  • Bercak kasar yang berwarna lebih gelap daripada kulit di sekitarnya. 
  • Benjolan dan lecet yang kadang-kadang terisi dengan cairan dan disertai dengan pengerasan kulit. 
  • Terbentuknya vesikel (lepuhan kecil berbentuk bulat berisi cairan pada kulit). 

Itulah beberapa ciri yang umumnya terjadi atau dimiliki oleh mereka yang mengalami dermatitis kontak iritan. Oleh karenanya, memahami ciri-ciri tersebut akan membantumu cepat mendiagnosa kondisi yang sedang terjadi. 

Ciri Dermatitis Kontak Alergi 

Dermatitis kontak alergi (DKA) memiliki ciri yang berbeda dengan dermatitis iritan. Pasalnya, dermatitis jenis ini disebabkan oleh iritan zat-zat alergi sehingga memengaruhi letak gejalanya, seperti: 

  • Beberapa bagian tubuh, seperti tangan, wajah, dan kelopak mata sangat sering terkena paparan alergen, misalnya riasan di mata. 
  • Alergi pada kulit kepala akibat kontak dengan sampo dan cat rambut. 
  • Alergi pada leher akibat parfum. 
  • Alergi pada pinggang akibat kontak dengan karet celana. 
  • Alergi pada badan dan lipatan ketiak akibat gesekan baju. 
  • Alergi pada punggung kaki akibat kontak dengan sepatu. 
  • Alergi pada area yang sering terpapar sinar matahari. 

Beberapa alergi yang terjadi pada bagian-bagian tersebut kemudian memunculkan berbagai gejala yang telah disebutkan, seperti kemerahan, gatal, ruam, dan lain sebagainya. Mengetahui beberapa ciri tersebut akan memudahkanmu dalam mendiagnosa secara cepat apabila mengalami dermatitis kontak alergi. 

Tapi, apabila kamu beberapa bagian kulit tubuh sudah memunculkan tanda-tanda dermatitis kontak iritan atau alergi maka kamu harus melakukan penanganan dengan cepat. Salah satu cara yang bisa kamu lakukan adalah menggunakan Minyak Balur Waji

Minyak balur dengan formula 10+ Botanical Essences ini membantu meredakan berbagai gejala dermatitis, seperti meredakan gatal, ruam, dan kulit kemerahan. Sebab, di dalamnya terdapat kandungan minyak alami, seperti minyak kelapa, minyak jojoba, dan berbagai kandungan lainnya. 

Membalurkannya pada bagian yang mengalami dermatitis akan mengurangi efek peradangan di kulit. Oleh karenanya, buat kamu yang sedang mengalami dermatitis kontak, baik akibat iritan maupun alergi maka bisa menggunakan Minyak Balur Waji. 

Yuk, dapatkan dan pakai produknya sekarang juga untuk membantumu bebas dari dermatitis! 

Keranjang Belanja
Chat dengan CS Waji
Scroll to Top